Efek Banyuwangi Ethno Carnival 2026, KAI Catat 24 Ribu Lebih Penumpang di Banyuwangi

Senin, 20 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANYUWANGI, detikkota.com – Penyelenggaraan Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2026 berdampak pada meningkatnya mobilitas masyarakat menuju Kabupaten Banyuwangi. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 9 Jember mencatat lebih dari 24 ribu penumpang datang dan berangkat dari sejumlah stasiun di Banyuwangi selama periode 17–19 Juli 2026.

Manager Hukum dan Humas PT KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, mengatakan selama tiga hari tersebut total pelanggan kereta api di wilayah Daop 9 Jember mencapai 47.797 penumpang, baik yang berangkat maupun tiba.

“Dari jumlah tersebut, sebanyak 12.527 penumpang tercatat tiba di berbagai stasiun di Kabupaten Banyuwangi, sedangkan 12.047 penumpang berangkat dari wilayah Banyuwangi,” kata Cahyo, Senin (20/7/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dengan demikian, total mobilitas penumpang di Banyuwangi mencapai 24.574 orang atau menyumbang lebih dari separuh total pelanggan kereta api di wilayah Daop 9 Jember selama periode tersebut.

Menurut Cahyo, tingginya jumlah penumpang tidak lepas dari penyelenggaraan berbagai agenda pariwisata di Banyuwangi, khususnya Banyuwangi Ethno Carnival yang setiap tahun menjadi magnet bagi wisatawan dari berbagai daerah.

“Momentum Banyuwangi Ethno Carnival memberikan dampak positif terhadap peningkatan mobilitas masyarakat. Kereta api menjadi pilihan karena menawarkan perjalanan yang nyaman, aman, tepat waktu, serta bebas dari kemacetan,” ujarnya.

KAI Daop 9 Jember, lanjut Cahyo, terus berupaya menjaga keandalan layanan selama berlangsungnya berbagai agenda nasional maupun daerah. Selain memastikan operasional perjalanan kereta api berjalan lancar, pihaknya juga mengoptimalkan pelayanan di seluruh stasiun agar pelanggan memperoleh kenyamanan selama perjalanan.

BEC 2026 sendiri digelar pada Sabtu (18/7/2026) dengan mengusung tema “Perang Bayu”, yang mengangkat kisah heroik perjuangan masyarakat Banyuwangi melawan penjajahan Belanda pada abad ke-18 sekaligus menjadi bagian dari sejarah lahirnya Banyuwangi.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan penyelenggaraan BEC merupakan salah satu strategi untuk meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus menggerakkan perekonomian daerah.

“Setiap wisatawan yang datang akan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat, mulai dari sektor penginapan, kuliner hingga penjualan oleh-oleh. Selama penyelenggaraan BEC, tingkat hunian penginapan di kawasan kota penuh dan omzet para pedagang juga meningkat,” ujar Ipuk.

Penulis : Bi

Editor : Red

Berita Terkait

Mahasiswa Jepang dan Malaysia Belajar Membatik di Kraksaan
Salat Subuh Berjamaah di Masjid Agung, Anak-anak Dapat Uang Saku dari Wali Kota
Kemeriahan Madura Night Vaganza 2026: Bappeda Sabet Juara Stand OPD Terbaik!
Hari PMI, Kapolresta Sumenep Dorong Gerakan Donor Darah: Setetes Darah Bisa Selamatkan Nyawa
Gas LPG, Sound System dan Lampu Dicuri dari Rombong Jagung, Pria Asal Pamekasan Ditangkap
Hari PMI, Direktur RSUDMA Sumenep Ajak Masyarakat Perkuat Kepedulian dan Semangat Kemanusiaan
Gerebek Dua Titik di Kota Sumenep, Polisi Sita 102 Botol Miras: Arak Bali Mendominasi
Lansia di Sumenep Diduga Dianiaya Dua Anak Kandung, Salah Satunya Guru SD

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 11:36 WIB

Mahasiswa Jepang dan Malaysia Belajar Membatik di Kraksaan

Minggu, 6 September 2026 - 11:26 WIB

Salat Subuh Berjamaah di Masjid Agung, Anak-anak Dapat Uang Saku dari Wali Kota

Jumat, 4 September 2026 - 06:11 WIB

Kemeriahan Madura Night Vaganza 2026: Bappeda Sabet Juara Stand OPD Terbaik!

Kamis, 3 September 2026 - 14:48 WIB

Hari PMI, Kapolresta Sumenep Dorong Gerakan Donor Darah: Setetes Darah Bisa Selamatkan Nyawa

Kamis, 3 September 2026 - 10:01 WIB

Gas LPG, Sound System dan Lampu Dicuri dari Rombong Jagung, Pria Asal Pamekasan Ditangkap

Berita Terbaru

Presiden Prabowo Subianto menerima Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Danantara Rosan Roeslani, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, serta jajaran Danantara di kediamannya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, Jumat, 4 September 2026. Foto: BPMI Setpres/Istimewa

Pemerintahan

Prabowo Dorong Percepatan Hilirisasi dan Penataan BUMN

Sabtu, 5 Sep 2026 - 16:47 WIB