Guru SMAN 1 Pamekasan Terekam Lakukan Kekerasan Fisik, Dikenai Sanksi Tertulis

Kamis, 31 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hasil tangkap layar dalam video kekerasan guru kepada murid di SMAN 1 Pamekasan (Ist - Karimatafm)

Hasil tangkap layar dalam video kekerasan guru kepada murid di SMAN 1 Pamekasan (Ist - Karimatafm)

PAMEKASAN, detikkota.com – Seorang guru di SMA Negeri 1 Pamekasan menjadi sorotan setelah terekam melakukan kekerasan fisik terhadap seorang siswa saat kegiatan belajar mengajar berlangsung. Aksi tersebut terekam dalam sebuah video berdurasi lima detik yang menunjukkan dua kali pukulan ke arah kepala siswa, yang dilakukan oleh guru berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN).

Video tersebut cepat menyebar di media sosial dan memicu kecaman dari masyarakat, termasuk dari kalangan orang tua siswa dan warganet. Banyak pihak menilai tindakan kekerasan tersebut tidak sesuai dengan prinsip dunia pendidikan yang seharusnya mengedepankan pendekatan persuasif dan pembinaan tanpa kekerasan fisik.

Kepala SMAN 1 Pamekasan, Ali Umar Arhab, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyebut insiden terjadi saat pelajaran Bahasa Indonesia pada Senin (28/7/2025). “Peristiwa itu memang mengganggu jalannya pelajaran, namun seharusnya cukup diberi teguran tanpa harus melakukan tindakan fisik,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ali Umar menjelaskan bahwa guru dan siswa yang terlibat telah menyelesaikan masalah secara damai pada Selasa (29/7/2025). Meski demikian, pihak sekolah tetap menjatuhkan sanksi tertulis kepada guru bersangkutan sesuai aturan kepegawaian.

“Guru tersebut tetap dikenai sanksi secara kedinasan, dan hal ini sudah dibahas oleh tim sekolah bersama pembina kepegawaian dari Cabang Dinas Pendidikan,” jelasnya.

Berita Terkait

Kapolres Sumenep Terima Penghargaan Presiden RI atas Dukungan Swasembada Pangan Nasional
Jalan Rusak Parah, Warga Montorna Terpaksa Gotong Royong Pikulkan Orang Sakit ke Puskesmas
Insentif Guru Non ASN Dipersoalkan, Komisi IV DPRD Sumenep Buka Ruang Aduan
Disdik Tegaskan Tak Ada Potongan Dana Insentif Guru Non K2 Non ASN, Tantang Sebut Oknum
Insentif Guru Non K2 di Sumenep Diduga Dipangkas hingga Ratusan Ribu Rupiah
Fiskal Tertekan, AFED Nilai Kebijakan APBD Sumenep Tak Sejalan dengan Visi Kepala Daerah
Aksi Solidaritas di Polres Sumenep Desak Keadilan bagi Korban Pencabulan Anak
Aksi PMII UNIBA Memanas, Kepala Disbudporapar Sumenep Walk Out dari Dialog

Berita Terkait

Rabu, 7 Januari 2026 - 15:58 WIB

Kapolres Sumenep Terima Penghargaan Presiden RI atas Dukungan Swasembada Pangan Nasional

Sabtu, 3 Januari 2026 - 07:15 WIB

Jalan Rusak Parah, Warga Montorna Terpaksa Gotong Royong Pikulkan Orang Sakit ke Puskesmas

Jumat, 2 Januari 2026 - 11:11 WIB

Insentif Guru Non ASN Dipersoalkan, Komisi IV DPRD Sumenep Buka Ruang Aduan

Rabu, 31 Desember 2025 - 12:41 WIB

Disdik Tegaskan Tak Ada Potongan Dana Insentif Guru Non K2 Non ASN, Tantang Sebut Oknum

Rabu, 31 Desember 2025 - 12:38 WIB

Insentif Guru Non K2 di Sumenep Diduga Dipangkas hingga Ratusan Ribu Rupiah

Berita Terbaru