H-1 Lebaran, Harga Daging Sapi di Pasar Anom Sumenep Naik Drastis

Jumat, 21 April 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penjual daging sapi di Pasar Anom Baru Kabupaten Sumenep.

Penjual daging sapi di Pasar Anom Baru Kabupaten Sumenep.

SUMENEP, detikkota.com – H-1 Lebaran harga daging sapi di Pasar Anom Kabupaten Sumenep, Jawa Timur mengalami kenaikan drastis. Hal itu dipicu banyaknya warga yang membeli daging sapi untuk kebutuhan di Hari Raya Idul Fitri.

Salah seorang penjual daging sapi, Aisyah mengatakan, kenaikan harga mulai terjadi sejak kemarin, Kamis (20/4/2023). Bahkan, hari ini kembali naik.

“Dari kemarin naik, dan hari ini naik lagi. Normalnya, harga daging sapi Rp 110 ribu sampai Rp 115 ribu per kilogram. Kemarin harganya naik jadi Rp 130 ribu per kilogram, dan sekarang Rp 140 ribu per kilogram. Soalnya besok sudah mau Lebaran,” katanya, Jumat (21/4/2023).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kenaikan harga daging sapi itu diakui Zainab, seorang pembali di Pasar Anom. “Mungkin karena besok Lebaran, harganya ‘menggila’. Ini saya beli 4 kilo,” sebutnya

Tidak hanya harga daging sapi, sejumlah komuditas lain juga ikut naik. Bawang putih saat ini tembus diharga Rp 80 ribu per kilogram, dari awalnya hanya Rp 35 ribu per kilogram.

Selanjutnya, daging ayam potong yang sebelumnya Rp 40 ribu per kilogram saat ini naik menjadi Rp 50 ribu per kilogram. Harga cabai merah besar naik dari Rp 70 ribu per kilogram naik menjadi Rp 112 ribu per kilogram.

Sementara pembeli lain, Masrida mengaku sangat terkejut dengan keniakan harga beberapa bahan pokok yang melonjak tajam, hanya dalam rentan waktu beberapa hari. “Kaget, kemarin masih tidak semahal sekarang,” keluhnya.

Terpisah, Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Perindustrian dan Perdagangan (Diskop UKM dan Perindag) Kabupaten Sumenep, Chainur Rasyid menyampaikan, melonjaknya harga tersebut disebabkan oleh momentum Idul Fitri.

“Karena permintaan meningkat dari konsumen, sementara ketersediaan barang sedikit, maka secara otomatis akan terjadi kenaikan harga,” kata Chainur.

Setelah Lebaran, lanjutnya, harga bahan pokok diprediksi akan kembali stabil seperti sebelumnya.

Pihaknya mengaku telah melakukan berbagai antisipasi, termasuk operasi pasar dan bazar murah guna menjaga stabilitas harga bahan pokok di Sumenep.

“Ini karena momentum saja. Kita lihat setelah lebaran nanti, harganya pasti akan kembali stabil. Karena beberapa hari yang lalu kita sudah cek dan pastikan ke pasar, bahwa harga sejumlah komuditas masih stabil,” pungkasnya.

Berita Terkait

BPRS Bhakti Sumekar Raih Sharia Award 2026, Hairil Fajar Targetkan Peningkatan Layanan
Polres Tanjung Perak Gagalkan Peredaran Sabu 95,44 Gram, Pemasok Diburu
Program Gentengisasi Merah Putih Direalisasikan, 500 Ribu Genteng dari Plered Dikirim Menggunakan 125 Truk
Nakhoda KM Virgo Transport 8 Jadi Tersangka, Ditpolair Korpolairud Lakukan Penahanan
Satpol PP Surabaya Segel Toko Mihol di Wonokromo, 10 Botol Diamankan
Triwulan III 2026, Polda Jatim Ungkap 1.870 Kasus Narkoba
Tol Prosiwangi Gending–Paiton Dibuka Gratis Mulai 30 September, Berlaku 14 Hari
Buruh KASBI Demo di DPRD Jatim, Desak UU Perlindungan Ketenagakerjaan Segera Disahkan

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 17:05 WIB

BPRS Bhakti Sumekar Raih Sharia Award 2026, Hairil Fajar Targetkan Peningkatan Layanan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Polres Tanjung Perak Gagalkan Peredaran Sabu 95,44 Gram, Pemasok Diburu

Jumat, 2 Oktober 2026 - 15:25 WIB

Program Gentengisasi Merah Putih Direalisasikan, 500 Ribu Genteng dari Plered Dikirim Menggunakan 125 Truk

Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:52 WIB

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Jadi Tersangka, Ditpolair Korpolairud Lakukan Penahanan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:37 WIB

Satpol PP Surabaya Segel Toko Mihol di Wonokromo, 10 Botol Diamankan

Berita Terbaru