Dirut BPRS Bhakti Sumekar Hairil Fajar: Pancasila Adalah Fondasi Kepercayaan dan Keadilan dalam Membangun Ekonomi Bangsa

Senin, 1 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar, Hairil Fajar.

Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar, Hairil Fajar.

SUMENEP, detikkota.com – Peringatan Hari Lahir Pancasila yang diperingati setiap tanggal 1 Juni menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen seluruh elemen bangsa dalam mengimplementasikan nilai-nilai luhur Pancasila dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk di bidang ekonomi dan keuangan.

Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar, Hairil Fajar, menegaskan bahwa Pancasila bukan hanya dasar negara, tetapi juga pedoman moral yang harus menjadi landasan dalam membangun sistem ekonomi yang berkeadilan, berintegritas, dan berpihak kepada kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, nilai-nilai Pancasila memiliki relevansi yang sangat kuat dalam dunia perbankan, terutama dalam membangun kepercayaan, memperkuat inklusi keuangan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang mampu dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Hari Lahir Pancasila mengingatkan kita bahwa pembangunan ekonomi tidak boleh hanya mengejar angka pertumbuhan. Lebih dari itu, ekonomi harus mampu menghadirkan keadilan, membuka kesempatan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas. Itulah esensi nilai-nilai Pancasila yang harus terus kita jaga,” ujar Fajar, Senin (1/6/2026).

Ia mengatakan bahwa sektor perbankan memiliki tanggung jawab besar untuk menjadi jembatan bagi masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah.

Menurut Fajar, sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia menjadi pengingat bahwa akses terhadap layanan keuangan harus dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat tanpa terkecuali.

“Kita tidak boleh membiarkan kesenjangan ekonomi semakin melebar. Semangat Pancasila mengajarkan bahwa kemajuan harus dirasakan bersama. Karena itu, lembaga keuangan harus hadir untuk memberdayakan masyarakat, bukan hanya melayani mereka yang sudah kuat secara ekonomi,” katanya.

Lebih lanjut, ia menilai bahwa tantangan ekonomi di era modern tidak hanya berkaitan dengan persaingan dan inovasi, tetapi juga menyangkut integritas dan etika.

Menurutnya, kepercayaan merupakan aset terbesar dalam dunia perbankan. Tanpa kejujuran, tanggung jawab, dan komitmen terhadap kepentingan masyarakat, pembangunan ekonomi tidak akan berjalan secara berkelanjutan.

“Pancasila mengajarkan bahwa keberhasilan sejati tidak hanya diukur dari keuntungan yang diperoleh, tetapi juga dari manfaat yang diberikan kepada sesama. Ketika kepercayaan dijaga, ketika pelayanan dilakukan dengan jujur dan profesional, maka sesungguhnya kita sedang mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam dunia kerja,” ungkapnya.

Pada momentum Hari Lahir Pancasila tahun ini, Fajar mengajak seluruh insan perbankan dan masyarakat untuk menjadikan Pancasila sebagai kompas moral dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.

Ia menekankan bahwa perkembangan teknologi dan transformasi digital harus tetap diimbangi dengan nilai-nilai kemanusiaan, kebersamaan, dan tanggung jawab sosial.

“Teknologi dapat mempercepat perubahan, tetapi nilai-nilai Pancasila yang akan menjaga arah perubahan itu agar tetap berpihak kepada manusia. Sebab kemajuan yang tidak disertai nilai kemanusiaan hanya akan melahirkan kesenjangan dan kehilangan makna,” ujarnya.

Di akhir pesannya, Fajar mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan memperkuat semangat gotong royong sebagai modal utama membangun Indonesia yang lebih maju dan sejahtera.

“Pancasila adalah perekat bangsa sekaligus sumber inspirasi dalam bekerja dan mengabdi. Ketika kejujuran menjadi budaya, ketika keadilan menjadi tujuan, dan ketika gotong royong menjadi semangat bersama, maka kita tidak hanya membangun ekonomi yang kuat, tetapi juga membangun peradaban yang bermartabat. Itulah warisan terbesar yang harus kita jaga untuk generasi mendatang,” pungkasnya.

Penulis : M

Editor : Id

Berita Terkait

PMII UPI Dorong Revitalisasi Pusat Informasi Migas, Policy Brief Diserahkan ke SKK Migas Jabanusa
TASPEN Salurkan 100 Paket Sembako untuk ASN di Safari Ramadan Pamekasan
BRI, UMKM, dan Tantangan Dampak Nyata: Antara Ekspansi Kredit, CSR, dan Digitalisasi
Kopi Arabika Langka dari Lereng Gunung Raung Jadi “Emas Hijau” Banyuwangi
Nilai Ekspor Banyuwangi Capai Rp 3,9 Triliun Sepanjang 2025, Tembus 80 Negara
Akhiri 2025, Baznas Sumenep Dorong Kemandirian UMKM lewat Bantuan Rombong
Desa Pakel Kembangkan Peternakan Ayam Petelur untuk Perkuat Ekonomi dan Ketahanan Pangan
BPRS Bhakti Sumekar dan Bank Muamalat Jalin Kerja Sama Perkuat Layanan Digital Syariah

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 10:11 WIB

Dirut BPRS Bhakti Sumekar Hairil Fajar: Pancasila Adalah Fondasi Kepercayaan dan Keadilan dalam Membangun Ekonomi Bangsa

Kamis, 7 Mei 2026 - 12:35 WIB

PMII UPI Dorong Revitalisasi Pusat Informasi Migas, Policy Brief Diserahkan ke SKK Migas Jabanusa

Kamis, 26 Maret 2026 - 00:19 WIB

TASPEN Salurkan 100 Paket Sembako untuk ASN di Safari Ramadan Pamekasan

Kamis, 19 Februari 2026 - 09:19 WIB

BRI, UMKM, dan Tantangan Dampak Nyata: Antara Ekspansi Kredit, CSR, dan Digitalisasi

Selasa, 3 Februari 2026 - 08:58 WIB

Kopi Arabika Langka dari Lereng Gunung Raung Jadi “Emas Hijau” Banyuwangi

Berita Terbaru