Ketika Silaturahmi Organisasi Hanya Sebatas Chat: Sebuah Catatan Kritis

Minggu, 18 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mahrus Ali Penulis Muda Sumenep

Mahrus Ali Penulis Muda Sumenep

SUMENEP, detikkota.com – Fenomena ganjil dalam pola silaturahmi organisasi belakangan ini mendorong saya menulis catatan ini. Kini, cukup dengan pesan singkat WhatsApp, semua dianggap selesai. Tak ada lagi etika bertemu, menyapa, atau berdiskusi secara langsung. Silaturahmi seolah digantikan oleh “chat singkat” yang bahkan kerap diabaikan.

Saya ingin menyoroti dinamika komunikasi yang dibangun oleh pengurus PAC (Pimpinan Anak Cabang) di salah satu kecamatan, yakni Batuputih. Selama ini mereka lebih banyak diam, tidak menyuarakan apapun. Kini, ketika mulai aktif kembali, justru pola komunikasi yang terbentuk jauh dari nilai kekeluargaan dan keorganisasian.

Saya masih ingat ketika PAC IPNU Batuputih sempat vakum total. Saat itu, saya dan beberapa senior ikut mendorong kebangkitan kembali. Bahkan Cak Wasil—saat menjabat Ketua Cabang IPNU Sumenep—turun langsung bersama kami menyusun ulang gerakan di tingkat kecamatan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, yang terjadi hari ini sungguh mengecewakan. Tiba-tiba ada kegiatan pengkaderan Lakmud di Batuputih, tanpa komunikasi apa pun kepada kami yang pernah terlibat sejak awal. Ironisnya, saya mengetahui kabar itu dari orang lain, bukan dari pengurus setempat.

Saya tidak butuh undangan. Tapi setidaknya ada kabar atau etika menyampaikan. Ini bukan soal formalitas, tapi penghormatan terhadap proses dan sejarah.

Silakan maju dan berkembang. Namun jangan pernah buang nilai dasar organisasi. Hormatilah sejarah, dan hargailah mereka yang dulu ikut menyalakan bara perjuangan.

Penulis: Mahrus Ali

Berita Terkait

Krisis Air yang Dipelihara: Warga Pinggirpapas dan Karanganyar Menunggu Negara Hadir
Dua Wajah Negara
Ramadan dan “Panggung Santunan” Anak Yatim
UMKM: Jalan Sunyi Pengentasan Kemiskinan di Sumenep
Satu Kongres, Banyak Ketua—Mana yang Ketua Beneran?
Mengapa Muharram Disebut Bulan Mulia? Ini 20 Alasannya!
Terjebak Banjir dan Terjerembab ke Jurang: Catatan Liputan dari Patean
Dokter Spesialis RSUD dr Moh Anwar Sumenep Bagikan Tips untuk Kesehatan Kulit

Berita Terkait

Kamis, 26 Maret 2026 - 12:06 WIB

Krisis Air yang Dipelihara: Warga Pinggirpapas dan Karanganyar Menunggu Negara Hadir

Kamis, 19 Maret 2026 - 00:34 WIB

Dua Wajah Negara

Rabu, 11 Maret 2026 - 10:02 WIB

Ramadan dan “Panggung Santunan” Anak Yatim

Senin, 15 September 2025 - 12:11 WIB

UMKM: Jalan Sunyi Pengentasan Kemiskinan di Sumenep

Rabu, 30 Juli 2025 - 18:04 WIB

Satu Kongres, Banyak Ketua—Mana yang Ketua Beneran?

Berita Terbaru