PROBOLINGGO, detikkota.com – Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Pemerintah Kabupaten Probolinggo bergerak cepat menangani dampak banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Probolinggo. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa didampingi Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris turun langsung meninjau lokasi terdampak, Senin (23/2/2026).
Kunjungan diawali di Posko Tanggap Bencana Kabupaten Probolinggo di Kantor Kecamatan Kraksaan. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Haris memaparkan kondisi terkini banjir, termasuk dampak kerusakan infrastruktur dan rumah warga serta tantangan delapan daerah aliran sungai (DAS) di wilayah setempat.
Rombongan kemudian meninjau Pondok Pesantren Syech Abdul Qodir Al-Jailani di Desa Rangkang, Kecamatan Kraksaan yang terdampak longsoran tembok penahan tanah. Gubernur dan Bupati juga menyambangi Kampung Madura di Kelurahan Kraksaan Wetan untuk menyerahkan bantuan kepada warga terdampak.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Peninjauan diakhiri di jembatan Sumber Secang, Desa Sumber Secang, Kecamatan Gading yang mengalami kerusakan akibat banjir.
Khofifah menyampaikan, bencana hidrometeorologi merupakan fenomena global yang turut berdampak di Jawa Timur. Pemprov Jatim, kata dia, telah melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca sejak 5 Desember hingga 10 Februari guna menekan intensitas hujan di wilayah rawan.
Selain upaya mitigasi, Pemprov Jatim juga memprioritaskan percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi, terutama menjelang meningkatnya mobilitas masyarakat saat Idul Fitri. Ia memastikan kerusakan ringan dan sedang akan segera ditangani agar aktivitas masyarakat dapat kembali normal.
“Kita mulai dari yang ringan dan sedang supaya bisa segera diperbaiki. Untuk pembangunan jembatan memang membutuhkan waktu, tetapi prosesnya harus segera dimulai,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Haris menegaskan pemerintah daerah berkomitmen meminimalisir dampak bencana melalui langkah cepat dan terukur. Penanganan tahap awal difokuskan pada kebutuhan mendesak, seperti evakuasi dan layanan kesehatan bagi warga terdampak.
“Yang urgent harus tertangani terlebih dahulu, termasuk evakuasi dan kondisi kesehatan masyarakat di titik terdampak,” katanya.
Ia menambahkan, pembangunan infrastruktur yang rusak, termasuk jembatan, akan masuk dalam program jangka menengah dan panjang.
Pemerintah daerah bersama Pemprov Jatim memastikan akan terus hadir dan berupaya maksimal dalam penanganan dampak banjir hingga seluruh proses rehabilitasi dan rekonstruksi tuntas.
Penulis : Sya
Editor : Sya







