Komisi IV DPRD Sumenep Memanggil, RSUD Moh. Anwar Diminta Jujur Soal Dugaan Tertukarnya Bayi

Rabu, 18 November 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, detikkota.com – Kasus dugaan tertukarnya bayi di RSUD dr. Moh. Anwar Sumenep berbuntut panjang. Komisi IV DPRD Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, memanggil pihak RSUD untuk dimintai klarifikasi perihal informasi tertukarnya bayi tersebut.

Dikatakan Siti Hosna, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Sumenep, berdasarkan informasi yang berkembang, maka pihaknya melayangkan surat untuk melakukan klarifikasi perihal adanya dugaan tertukarnya bayi.

“Kami berkirim surat dan pihak rumah sakit langsung sigap hari ini untuk klarifikasi. Kenapa ada informasi bayi tertukar di RSUD Moh Anwar,” terang Siti Hosna usai klarifikasi dengan RSUD dr. Moh. Anwar, Rabu (18/11/2020).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Politisi dari Partai Amanat Nasional (PAN) itu juga menyampaikan bahwa kasus tersebut sudah ditangani oleh pihak Kepolisian dan sedang dalam proses. Dia juga menjelaskan bahwa pihak Kepolisian nantinya akan mengambil sidik jari dari bayi tersebut dan dilakukan test DNA agar dapat membuktikan kebenarannya.

“Hasil dari klarifikasi tadi bahwa kasus ini sudah dilimpahkan ke kepolisian, nanti akan mengambil sidik jari dan dilakukan test DNA untuk membuktikan dugaan adanya penukaran bayi di RSUD,” katanya.

Siti Hosna juga meminta dengan tegas kepada pihak RSUD dr. Moh. Anwar untuk jujur dalam kasus ini seperti apapun hasilnya. Menurutnya hal itu penting untuk dilakukan agar publik tidak memiliki pandangan buruk, dan tetap dapat memberikan pelayanan yang baik terhadap masyarakat.

“Apapun nanti hasilnya, saya minta kepada bu Dirut dan juga Kepolisian untuk berbicara jujur, mau itu baik atau buruk harus jujur. Saya tadi sampaikan kepada Dirut dan jajarannya untuk berkata jujur, jangan mereka takut nama tercoreng agar tidak buruk di mata masyarakat,” tandasnya.

Sementara itu, dr. Erliyati, Direktur RSUD dr. Moh. Anwar kepada awak media mengatakan, bahwa pihaknya sudah menjelaskan mengenai apa yang sudah terjadi termasuk dengan proses dan perkembangannya.

“Kami sudah menyampaikan tentang apa yang terjadi, perkembangan prosesnya,” jelas Erliyati.

Senada dengan yang disampaikan Komisi IV, Erli bilang kalau kasus ini sudah ditangani pihak Kepolisian dan masih dalam proses, tinggal menunggu hasil dari Kepolisian.

“Kasusnya sudah dilimpahkan ke Kepolisian jadi kami menunggu hasil dari Kepolisian,” pungkasnya. (Md)

Berita Terkait

Wabup Sumenep Pantau Tes CAT Rekrutmen BLUD RSUD, Pastikan Seleksi Transparan dan Bebas Intervensi
KPK Periksa 16 Saksi Kasus Dana Hibah Pokmas Jatim di Sumenep, Pengusaha MBG Ikut Dipanggil
Jadwal Puasa Sunah Zulhijah 1447 H Resmi Ditetapkan, Idul Adha Jatuh pada 27 Mei 2026
BMKG Prediksi 11 Daerah di Jatim Diguyur Hujan Lebat
Jamaah Haji Asal Probolinggo Meninggal Dunia di Tanah Suci
Menko Zulhas Pastikan Distribusi Pupuk Lancar dan Harga Gabah Stabil di Banyuwangi
Menko Pangan Siapkan Skema Penyerapan Ikan Nelayan Banyuwangi untuk Program MBG
KOPRI PMII Sumenep Sosialisasikan Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

Berita Terkait

Rabu, 20 Mei 2026 - 22:14 WIB

Wabup Sumenep Pantau Tes CAT Rekrutmen BLUD RSUD, Pastikan Seleksi Transparan dan Bebas Intervensi

Rabu, 20 Mei 2026 - 16:23 WIB

KPK Periksa 16 Saksi Kasus Dana Hibah Pokmas Jatim di Sumenep, Pengusaha MBG Ikut Dipanggil

Senin, 18 Mei 2026 - 07:10 WIB

Jadwal Puasa Sunah Zulhijah 1447 H Resmi Ditetapkan, Idul Adha Jatuh pada 27 Mei 2026

Minggu, 17 Mei 2026 - 01:43 WIB

BMKG Prediksi 11 Daerah di Jatim Diguyur Hujan Lebat

Kamis, 14 Mei 2026 - 19:10 WIB

Jamaah Haji Asal Probolinggo Meninggal Dunia di Tanah Suci

Berita Terbaru

Calon penerima Beasiswa Baznas Cendekia 2026 di Kantor Baznas Kabupaten Sumenep, Jalan KH Agus Salim, Selasa (19/05/2026).

Daerah

Ratusan Mahasiswa Ikuti Seleksi Beasiswa Baznas Sumenep

Selasa, 19 Mei 2026 - 22:23 WIB