Korban Penganiayaan di Kupang Krajan Akhirnya Meninggal Dunia

Rabu, 2 Juni 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TKP korban penganiayaan

TKP korban penganiayaan

SURABAYA, detikkota.com – Kabar menyedihkan datang dari Nelly, ibunda Jose Marvel (11) korban penganiayaan yang diduga dilakukan Wahyu Buana Morita Putra di tempat indekosnya daerah Kupang Krajan V, Rabu (26/5/2021).

Pasalnya, Nelly mengatakan putra kesayangannya tersebut meninggal dunia di RSUD dr Soetomo hari ini, Rabu (2/6/2021) sekitar pukul 10.26 WIB. Jose Marvel kata Nelly dirawat di IGD RSUD dr Soetomo sejak tanggal 26 Mei 2021.

Pelaku penganiayaan

“Penyebab meninggalnya pendarahan otak karena pukulan,” ujarnya. Nelly berjanji akan memberikan informasi lanjutan kapan dan dimana Jose Marvel akan dimakamkan. Ia berharap proses hukum tetap berjalan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Wahyu Buana Putra Morita harus ditangkap dan dipenjarakan. Karena berbahaya untuk masyarakat dan menganggu keamanan kita semua,” ucapnya sambil terisak menahan tangis.

Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Oki Ahadian, Selasa (2/6/2021) mengucapkan bela sungkawa atas meninggalnya Jose Marvel. Perwira menengah dengan dua melati di pundak ini menegaskan pihaknya terus memburu terduga pelaku Wahyu Buana Putra Morita.

Korban Penganiayaan

Jose Marvel diduga dianiaya Wahyu Buana Putra Morita dengan motif menguasai ponsel miliknya. Nelly menjelaskan terduga pelaku Wahyu Buana Putra Morita baru indekos di Kupang Krajan sekitar satu minggu. Setelah mendengar cerita dari pemilik dan tetangga kos, Nelly menduga pelaku memang orang bermasalah.

“Pelaku dan kedua anaknya hanya membawa satu kantong plastik saat mulai indekos di Kupang Krajan V,” ungkapnya.

Nelly menyebut identitas pelaku Wahyu Buana Putra Morita berusia 45 tahun dan berasal dari Kampung Cilanjung RT 002/RW 009, Desa/Kelurahan Cipareuan, Kecamatan Cibiuk, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat. Ia mengutarakan ciri fisik pelaku yakni, berkulit sawo matang, tinggi sekitar 170 cm, dan mempunyai tato di dada.

Kronologis kejadian penganiayaan terhadap Jose Marvel versi keluarga korban terjadi tanggal 26 Mei 2021 sekitar pukul 12.00 WIB. Jose Marvel dijemput 2 anak laki-laki berusia belasan tahun inisal BR dan BS untuk bermain ke tempat indekosnya yang ditempati bersama ayah mereka, Wahyu Buana Putra Morita.

Sesampainya disana, Jose Marvel dianiaya dipukul bagian kepala sampai berdarah, tengkorak retak dan tidak sadarkan diri. Terduga pelaku Wahyu Buana Putra Morita beserta dua anaknya itu kemudian melarikan diri dengan membawa ponsel milik Jose Marvel
(Redho)

Berita Terkait

Kapolres Sumenep Terima Penghargaan Presiden RI atas Dukungan Swasembada Pangan Nasional
Jalan Rusak Parah, Warga Montorna Terpaksa Gotong Royong Pikulkan Orang Sakit ke Puskesmas
Insentif Guru Non ASN Dipersoalkan, Komisi IV DPRD Sumenep Buka Ruang Aduan
Disdik Tegaskan Tak Ada Potongan Dana Insentif Guru Non K2 Non ASN, Tantang Sebut Oknum
Insentif Guru Non K2 di Sumenep Diduga Dipangkas hingga Ratusan Ribu Rupiah
Fiskal Tertekan, AFED Nilai Kebijakan APBD Sumenep Tak Sejalan dengan Visi Kepala Daerah
Aksi Solidaritas di Polres Sumenep Desak Keadilan bagi Korban Pencabulan Anak
Aksi PMII UNIBA Memanas, Kepala Disbudporapar Sumenep Walk Out dari Dialog

Berita Terkait

Rabu, 7 Januari 2026 - 15:58 WIB

Kapolres Sumenep Terima Penghargaan Presiden RI atas Dukungan Swasembada Pangan Nasional

Sabtu, 3 Januari 2026 - 07:15 WIB

Jalan Rusak Parah, Warga Montorna Terpaksa Gotong Royong Pikulkan Orang Sakit ke Puskesmas

Jumat, 2 Januari 2026 - 11:11 WIB

Insentif Guru Non ASN Dipersoalkan, Komisi IV DPRD Sumenep Buka Ruang Aduan

Rabu, 31 Desember 2025 - 12:41 WIB

Disdik Tegaskan Tak Ada Potongan Dana Insentif Guru Non K2 Non ASN, Tantang Sebut Oknum

Rabu, 31 Desember 2025 - 12:38 WIB

Insentif Guru Non K2 di Sumenep Diduga Dipangkas hingga Ratusan Ribu Rupiah

Berita Terbaru

Bupati Lumajang Indah Amperawati foto bersama saat menghadiri pengukuhan pengurus DPC PKDI Kabupaten Lumajang periode 2025–2030 di Pendopo Suhanto Agro, Kecamatan Sukodono, Rabu (7/1/2026).

Pemerintahan

Bunda Indah Ajak Kepala Desa Solid Bangun Lumajang Lewat PKDI

Rabu, 7 Jan 2026 - 16:24 WIB