Lewat Empat Program Utama, Komitmen Pertamina Menjaga Layanan Konsumen

Senin, 2 November 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, detikkota.com – Konsumen memiliki posisi penting di mata PT Pertamina (Persero). Sebagai BUMN energi yang sudah berusia 75 tahun, perusahaan terus memperkuat layanan bagi masyarakat.

Pengembangan inovasi layanan melalui empat program utama. Rinciannya, program Layanan Pesan Antar, yakni Pertamina Delivery Service (PDS) dan Pertamina Lubricant Home Service (PLHS).

Kemudian, program Pertamina Shop (Pertashop), program BBM Satu Harga dan program digitalisasi SPBU.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mengemban amanah untuk menyediakan energi ke seluruh negeri, Pertamina tidak kenal lelah meningkatkan layanan konsumen.

Upaya ini dengan mengedepankan inovasi model bisnis yang berkelanjutan.

Dari empat program yang menjadi fokus perseroan, ada dua program penugasan untuk menjangkau masyarakat pedesaan dan wilayah 3T (terdepan, terluar dan tertinggal).

Selanjutnya, dua program lain bertujuan memperkuat dan memudahkan layanan bagi pelanggan.

Saat pandemi Covid-19, Pertamina memperkuat layanan pesan antar (PDS) yang sudah melayani penjualan bahan bakar minyak (BBM) dari 234 SPBU dan Bright Gas di 576 agen LPG.

Layanan itu pun menjangkau 5.930 kecamatan.

“Layanan PDS meningkat tajam sejak kebijakan pembatasan di berbagai wilayah.

Kami ingin memberikan layanan terbaik dengan mengantarkan kebutuhan BBM dan Bright Gas langsung ke rumah pelanggan.

Serta, layanan antar khusus pelumas yang bekerja sama dengan bengkel,” jelas Fajriyah Usman Vice President Corporate Communication Pertamina.

Untuk mendekatkan akses layanan produk ke pelanggan, perseroan juga menambah jumlah outlet BBM, LPG dan pelumas melalui Program Pertashop.

Hingga akhir Oktober 2020, jumlah Pertashop dengan status siap dan beroperasi mencapai 786 outlet. Itu tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

“Pembangunan Pertashop terus berlanjut sampai kecamatan yang belum memiliki lembaga penyalur BBM dan LPG. Pertamina memprioritaskan lembaga desa dan UMKM yang memenuhi kriteria mitra sebagai pengelola Pertashop. Sejalan dengan program Pertamina One Village One Outlet,” imbuhnya.

Selain itu, Pertamina tetap melanjutkan program BBM Satu Harga. Sepanjang 2020, perseroan telah mengoperasikan BBM Satu Harga di 21 titik.

Puluhan titik tersebar di Sulawesi Tengah (2 titik), Sulawesi Selatan (2 titik), Kalimantan Barat (1 titik), Maluku & Maluku Utara (3 titik), Kalimantan Selatan (2 titik), Sumatera Utara (1 titik), Sumatera Selatan (3 titik), Lampung (3 titik) NTB (1 titik) dan Papua (3 titik). Saat ini, 62 titik BBM Satu Harga dalam proses pembangunan.

“Di tengah kondisi pandemi, ada beberapa kendala dan keterbatasan dalam proses pembangunan. Namun, kami optimis akan menuntaskan pembangunan BBM Satu Harga. Sehingga target 2020 sebanyak 83 titik dapat tercapai,” pungkas Fajriyah.

Berdasarkan peta jalan, perseroan menargetkan pembangunan BBM Satu Harga hingga 500 titik pada 2024. Upaya ini merupakan komitmen Pertamina untuk mewujudkan energi berkeadilan. Serta, memperluas jangkauan distribusi BBM hingga wilayah 3T.

Fajriyah menyebut Pertamina terus mengupayakan program digitalisasi SPBU.

Langkah ini bagian dari tugas menyalurkan BBM bersubsidi dan penugasan. Saat ini, 100% atau 5.518 SPBU telah memasuki proses integrasi.

“Data yang sudah masuk dalam sistem dashboard SPBU mencapai 5.179 SPBU atau sebesar 95%. Sudah mulai dimonitor. Kami optimis seluruh SPBU sudah terdigitalisasi pada akhir tahun ini,” tutupnya. (Dw.A/Red)

Berita Terkait

Polres Sumenep dan UPT PPD Perluas Layanan Pajak hingga Pulau Raas
Pesawat Presiden Prabowo Dikawal Jet Tempur TNI AU Saat Kunjungan ke Magelang
Ratusan Casis Polri 2026 di Polres Sumenep Lolos Rikmin Awal
Penumpang Bandara Banyuwangi Naik 5 Persen Selama Libur Lebaran 2026
BMKG Ungkap Ciri Pancaroba, Waspadai Hujan Lebat dan Awan Cumulonimbus
Pemerintah Refocusing Anggaran hingga Rp130 Triliun, Fokus pada Belanja Produktif
Polres Sumenep Tegaskan Seleksi Polri 2026 Harus Bersih dan Transparan
Darurat BBM di Kepulauan Sumenep, Harga Melonjak hingga Rp30 Ribu dan Stok Nihil, Sekolah Lumpuh Nelayan Tak Melaut

Berita Terkait

Jumat, 10 April 2026 - 12:22 WIB

Polres Sumenep dan UPT PPD Perluas Layanan Pajak hingga Pulau Raas

Kamis, 9 April 2026 - 22:19 WIB

Pesawat Presiden Prabowo Dikawal Jet Tempur TNI AU Saat Kunjungan ke Magelang

Selasa, 7 April 2026 - 11:03 WIB

Ratusan Casis Polri 2026 di Polres Sumenep Lolos Rikmin Awal

Sabtu, 4 April 2026 - 13:18 WIB

Penumpang Bandara Banyuwangi Naik 5 Persen Selama Libur Lebaran 2026

Kamis, 2 April 2026 - 12:29 WIB

BMKG Ungkap Ciri Pancaroba, Waspadai Hujan Lebat dan Awan Cumulonimbus

Berita Terbaru