PURWAKARTA, detikkota.com – Marwah Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) belakangan ini menjadi sorotan publik. Hal ini dipicu oleh beredarnya sebuah video yang memperlihatkan seorang anak yang dikenal dengan panggilan Egi memberikan pernyataan atau teguran yang dinilai kurang relevan terhadap institusi pemerintah. Selasa (21/4/2026).
Situasi tersebut memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai kapasitas dan kewenangan sosok tersebut. Pasalnya, hingga saat ini belum diketahui secara jelas posisi maupun peran resmi Egi dalam struktur pemerintahan.
Kondisi ini dinilai kurang pantas, mengingat teguran atau arahan terhadap institusi pemerintah seharusnya dilakukan oleh pihak yang memiliki kewenangan atau jabatan yang jelas.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebagian masyarakat menilai kejadian ini mencerminkan lemahnya wibawa atau marwah institusi, khususnya Satpol PP, apabila tidak ada sikap tegas terhadap pihak yang tidak memiliki kapasitas namun berani memberikan pernyataan seolah memiliki otoritas.
Di sisi lain, memberikan nasihat atau masukan tentu merupakan hal yang baik. Namun, penyampaiannya harus mempertimbangkan etika, kapasitas, serta posisi yang sesuai agar tidak menimbulkan kesan merendahkan institusi pemerintah di hadapan publik.
Peristiwa ini diharapkan menjadi perhatian bagi pimpinan daerah, khususnya Bupati Purwakarta, agar dilakukan evaluasi secara menyeluruh. Terlebih jika kejadian tersebut telah beredar luas di media sosial seperti TikTok dan platform lainnya, yang dapat memengaruhi citra pemerintah daerah di mata masyarakat.
Masyarakat berharap agar setiap institusi tetap menjaga marwah dan profesionalisme, serta memastikan bahwa setiap bentuk komunikasi publik dilakukan secara tepat dan sesuai dengan aturan yang berlaku.
Penulis : Nal
Editor : Nal







