Pemkot Surabaya Lanjutkan Normalisasi Sungai Kalianak, Tandai 54 Bangunan untuk Ditertibkan

Kamis, 7 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Memasuki tahap kedua, sebanyak 54 bangunan terdampak mulai diberi tanda untuk dilakukan penertiban.

Memasuki tahap kedua, sebanyak 54 bangunan terdampak mulai diberi tanda untuk dilakukan penertiban.

SURABAYA, detikkota.com – Pemerintah Kota Surabaya melanjutkan program normalisasi Sungai Kalianak sebagai upaya penanggulangan banjir di wilayah Kecamatan Asemrowo dan Krembangan. Memasuki tahap kedua, sebanyak 54 bangunan terdampak mulai diberi tanda untuk dilakukan penertiban.

Penandaan dimulai pada Rabu, 6 Agustus 2025, oleh tim gabungan dari Pemkot Surabaya. Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari sosialisasi yang telah dilaksanakan sebelumnya kepada warga.

Camat Krembangan, Harun Ismail, mengatakan bahwa proses penandaan dilakukan dengan metode yang sama seperti pada tahap awal. Penandaan menyasar dua wilayah, yaitu RW 07 dan RW 06, dan ditargetkan selesai dalam dua hari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Hari ini kami lakukan penandaan di RW 07, besok dilanjutkan di RW 06. Ini tindak lanjut dari sosialisasi dan pengukuran sebelumnya,” ujar Harun.

Proses pengukuran dilakukan menggunakan perangkat GPS Geodetic oleh Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman serta Pertanahan (Disperkim), sementara tanda silang pada bangunan dilakukan oleh Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya.

Setelah penandaan, warga diberikan kesempatan untuk memindahkan barang-barang secara mandiri. Jika diperlukan, proses pemindahan juga dapat dibantu oleh Satpol PP, DSDABM, dan Disperkim sebelum pembongkaran dilaksanakan.

Harun mengimbau masyarakat untuk tetap kooperatif dalam mendukung kelancaran program penanggulangan banjir ini.

“Kami berharap proses ini berjalan lancar, termasuk nanti untuk kawasan di sisi Asemrowo,” pungkasnya.

Berita Terkait

Krisis Air Bersih Empat Bulan, Warga Langsar Sumenep Dapat Bantuan
Cuaca Sumenep Berubah Cepat, BMKG Ingatkan Warga dan Nelayan Waspada
Kades Nuryadi “Abah Haji” Buktikan Pembangunan Lumbung Desa, Petani Kini Punya Tempat Penyimpanan Hasil Panen
Tiga Bulan Masuk DPO, Keberadaan Guru ASN di Sumenep Belum Terungkap
ATEP HERU TIADA, BELPUR BERDUKA
GPN Jatim dan DLH Sumenep Investigasi Dugaan Limbah Tambak Udang di Pesisir Ambunten
Wali Kota Eri Datangi Penyalur ART di Gunung Anyar, Pekerja Terjerat Denda Rp3,5 Juta Dipulangkan
Hari Tani Nasional 2026, Bupati Probolinggo Soroti Pupuk dan Harga Komoditas

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:21 WIB

Krisis Air Bersih Empat Bulan, Warga Langsar Sumenep Dapat Bantuan

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:58 WIB

Cuaca Sumenep Berubah Cepat, BMKG Ingatkan Warga dan Nelayan Waspada

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:24 WIB

Kades Nuryadi “Abah Haji” Buktikan Pembangunan Lumbung Desa, Petani Kini Punya Tempat Penyimpanan Hasil Panen

Selasa, 29 September 2026 - 16:38 WIB

ATEP HERU TIADA, BELPUR BERDUKA

Selasa, 29 September 2026 - 16:35 WIB

GPN Jatim dan DLH Sumenep Investigasi Dugaan Limbah Tambak Udang di Pesisir Ambunten

Berita Terbaru