Polda Jatim Imbau Warga Tidak Gelar Sound Horeg, MUI Jatim Terbitkan Fatwa Haram

Sabtu, 19 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kombes Pol Jules Abraham Kabid Humas Polda Jatim.

Kombes Pol Jules Abraham Kabid Humas Polda Jatim.

SURABAYA, detikkota.com – Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) mengimbau masyarakat untuk tidak menggelar kegiatan sound horeg. Imbauan ini disampaikan melalui unggahan akun Instagram resmi Humas Polda Jatim pada Kamis, 17 Juli 2025, sebagai respons atas meningkatnya keluhan publik terhadap kebisingan dan dampak negatif kegiatan tersebut.

“Diimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak mengadakan maupun menyelenggarakan kegiatan sound horeg atau sejenisnya,” demikian bunyi imbauan tersebut.

Polda Jatim menegaskan bahwa larangan ini bertujuan menjaga ketertiban umum dan kenyamanan lingkungan, menyusul banyaknya laporan warga mengenai gangguan suara keras hingga potensi kerusakan infrastruktur.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast, menyebut bahwa sejauh ini belum ada payung hukum berupa undang-undang yang secara khusus melarang kegiatan sound horeg. Meski demikian, pihaknya tetap mengeluarkan imbauan tegas demi mencegah dampak yang lebih luas.

“Belum ada Undang-Undang (yang melarang), tapi kalau imbauan jelas. Bisa saja menyebabkan kecelakaan, sound jatuh, rumah rusak, kaca pecah,” ujarnya saat dikonfirmasi pada Jumat, 18 Juli 2025.

Sementara itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur telah mengeluarkan fatwa haram terhadap kegiatan sound horeg. Fatwa tersebut tertuang dalam Fatwa MUI Jatim Nomor 1 Tahun 2025, tertanggal 13 Juli 2025.

Dalam fatwanya, MUI menyoroti potensi mudarat dari sound horeg, seperti gangguan kesehatan, kerusakan fasilitas umum, hingga dampak sosial. MUI juga menegaskan bahwa penggunaan sound system diperbolehkan dalam batas wajar untuk kegiatan positif, tanpa menimbulkan kebisingan ekstrem yang membahayakan saraf pendengaran dan kenyamanan masyarakat.

Berita Terkait

70 Desa di Sumenep Terdampak Kekeringan, Pemprov Jatim Targetkan Pembangunan Sumur Bor pada 2027
Bupati Bangkalan Ajak Pelajar dan Masyarakat Budayakan Hidup Bersih Lewat Bangkalan Berse Onggu
Kapolresta Sumenep Ngopi Bareng Warga, Buka Ruang Aspirasi dan Perkuat Komunikasi
Proyek Jembatan Sukamukti Rp31,77 Miliar Disorot, Mutu Kwalitas Pekerjaan dan Pengawasan Dipertanyakan
BELA PURWAKARTA APRESIASI BENNI IRWAN, ABADI DALAM SILATURAHMI
PD-MIOI Purwakarta Sampaikan Selamat kepada Drs. H. Benni Irwan, M.Si., MA atas Penunjukan sebagai Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi dan Pembangunan
Satpol PP Surabaya Segel Tiga Toko Miras, Puluhan Botol Diamankan
Pemkab Banyuwangi Peringati Hari Jadi Jawa Timur, Pertumbuhan Ekonomi Capai 5,65 Persen

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:38 WIB

70 Desa di Sumenep Terdampak Kekeringan, Pemprov Jatim Targetkan Pembangunan Sumur Bor pada 2027

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:32 WIB

Bupati Bangkalan Ajak Pelajar dan Masyarakat Budayakan Hidup Bersih Lewat Bangkalan Berse Onggu

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:32 WIB

Proyek Jembatan Sukamukti Rp31,77 Miliar Disorot, Mutu Kwalitas Pekerjaan dan Pengawasan Dipertanyakan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:47 WIB

BELA PURWAKARTA APRESIASI BENNI IRWAN, ABADI DALAM SILATURAHMI

Rabu, 14 Oktober 2026 - 11:31 WIB

PD-MIOI Purwakarta Sampaikan Selamat kepada Drs. H. Benni Irwan, M.Si., MA atas Penunjukan sebagai Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi dan Pembangunan

Berita Terbaru