Polres Sumenep Akan Panggil Saksi Lain dalam Kasus Penyerobotan Tanah di Desa Matanair

Sabtu, 23 Januari 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, detikkota.com – Polisi akan segera panggil saksi-saksi pelapor terkait kasus dugaan penyerobotan tanah milik Warga Desa Matanair, Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Diketahui Maswati (43), asal Desa Matanair, Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep, melaporkan CV Karya Kembar yang beralamat Jl Raya Manding, Desa Lalangon, Kecamatan Manding, Kabupaten Sumenep.

Berdasarkan laporan Nomor: TBL-B/285/XI/RES.1.2 124./2020/RESKRIM/SPKT Polres Sumenep tertuang dalam laporan polisi nomor: LP-B/285/XI/RES.1.2 124./2020/RESKRIM/SPKT Polres Sumenep tertanggal 18 Desember 2020.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

AKP Dhany Rahadian Basuki, Kasat Reskrim Polres Sumenep mengatakan, kasus dugaan penyerobotan tanah yang di lakukan oleh pekerjaan proyek pelebaran jalan yang ada di Desa Matanair saat ini masih menunggu proses pemanggilan saksi dari pihak pelapor terkait keberadaan tanahnya.

“Pemanggilan saksi satu tidak cukup, saksi lain termasuk Camat dan Kadesnya,” kata Dhany, saat ditemui diruang kerjanya, Sabtu (23/1/2021).

Sedangkan untuk pemanggilan terlapor, Kasat Reskrim masih menunggu proses pemanggilan saksi pemilik tanah yang diserobot oleh proyek tersebut, sehingga pihaknya masih menunggu hasil dari penyidiknya.

“Terlapor (CV Karya Kembar, red) masih belum, untuk lebih jelasnya tanyakan ke penyidiknya,” imbuhnya.

Sementara itu, Ghazali Kepala Desa Matanair, dikonfirmasi terpisah waktu lalu menuturkan, proyek pelebaran jalan tersebut sudah disosialisasikan sejak tahun 2018-2019, oleh Camat Rubaru, tapi selama dua tahun pengerjaannya gagal dan baru tahun 2020 ini terlaksana.

“Dua tahun gagal, bahkan masyarakat ada yang bilang pak camat bohong cuma sosialisasi terus, tapi tidak ada buktinya, bagitu kata mereka,” terang Ghazali.

Selain itu, dia menjelaskan, sosialisasi sudah berkali-kali, mungkin yang punya CV tidak ada etika atau komonikasi yang baik dengan pemilik tanah, selain itu juga ada tanaman yang ditebang tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.

“Meraka merasa kecewa, itulah salah satu faktor yang berbuntut panjang, kira-kira begitu menurut saya,” jelasnya.

Ditanya terkait warganya yang melaporkan kejadian ini ke Polres Sumenep, dia mengatakan, bahwa warganya itu tidak ada koordinasi dengan pihak Desa.

“Maaf saya tidak mau ikut urusan orang lain, yang bersangkutan gak ada koordinasi sama saya juga,” tukasnya. (Md)

Berita Terkait

Ketua Media Independen Online Sukabumi Kutuk Keras Dugaan Penyimpangan Revitalisasi Sekolah
DitresSiber Polda Jatim Buka Hotline Pengaduan Penipuan Online Jaringan Internasional
Liliane Foundation Belanda Dukung Banyuwangi Perkuat Program Inklusi Disabilitas
Job Fair Sumenep 2026 Sediakan 3.141 Lowongan, Pemkab Dorong Serapan Tenaga Kerja Lokal
KNPI Sumenep dan Kapolresta Bahas Galian C hingga Rokok Ilegal
HUT PMI ke-81, PMR SMKN 1 Kalianget Gelar Donor Darah dan Kumpulkan 26 Kantong
IAWP 2026 Bahas Perdagangan Orang, Polwan Indonesia Perkuat Jejaring Internasional
Kapolresta Ariek Turun Langsung Salurkan Bantuan Air Bersih ke Warga Batuputih

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 11:21 WIB

Ketua Media Independen Online Sukabumi Kutuk Keras Dugaan Penyimpangan Revitalisasi Sekolah

Jumat, 25 September 2026 - 11:12 WIB

DitresSiber Polda Jatim Buka Hotline Pengaduan Penipuan Online Jaringan Internasional

Rabu, 23 September 2026 - 23:38 WIB

Liliane Foundation Belanda Dukung Banyuwangi Perkuat Program Inklusi Disabilitas

Selasa, 22 September 2026 - 18:21 WIB

KNPI Sumenep dan Kapolresta Bahas Galian C hingga Rokok Ilegal

Selasa, 22 September 2026 - 12:56 WIB

HUT PMI ke-81, PMR SMKN 1 Kalianget Gelar Donor Darah dan Kumpulkan 26 Kantong

Berita Terbaru