Polresta Banyuwangi Membeli 1.000 Bendera Merah Putih Dari Para Pedagang Musiman

Sabtu, 14 Agustus 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANYUWANGI, detikkota.com – Para pedagang musiman bendera Merah Putih di Kabupaten Banyuwangi mengaku dagangannya sepi pembeli, hal tersebut di picu bersamaan dengan covid – 19 menjelang HUT peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia pada tahun ini.

Hal tersebut di benarkan oleh kABAGSUMDA POLRESTA Banyuwangi saat mendatangi para pedagang yang mangkal di beberapa tempat kota Banyuwangi.

“Akibat pandemi Covid-19 di Banyuwangi, omzet pedagang bendera sangat turun. Banyak masyarakat tidak membeli bendera,” kata Kabagsumda Polresta Banyuwangi, Kompol Idham Kholid, pada Jumat (13/8/2021)

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Melihat kondisi itu, kata Kompol Idham, pihaknya pun membantu pedagang dengan membeli sebanyak 1.000 lembar bendera Merah Putih, secara merata bendera tersebut dibeli dari berbagai pedagang yang tersebar di Kota Banyuwangi.

Usai dibeli, polisi Polresta Banyuwangi membagikan bendera kepada Bhabinkamtibmas jajaran untuk dikibarkan oleh masyarakat desanya masing-masing sebagai bentuk gebyar Sangsaka merah putih.

Kompol Idham mengimbau masyarakat untuk memasang bendera di rumah dan kendaraan bermotor, sebagai wujud nasionalisme dan kecintaan kepada negara.

“Selain itu dengan membelinya, dapat membantu pedagang bendera yang susah di masa pandemi Covid-19 ini.” ungkapnya. (Her)

Berita Terkait

Presiden Prabowo: Olahraga Cerminan Kekuatan dan Kebangkitan Bangsa
Kapolres Sumenep Terima Penghargaan Presiden RI atas Dukungan Swasembada Pangan Nasional
Pemerintah Bentuk Satgas Percepatan Pemulihan Pascabencana Aceh, Sumut, dan Sumbar
Jalan Rusak Parah, Warga Montorna Terpaksa Gotong Royong Pikulkan Orang Sakit ke Puskesmas
Insentif Guru Non ASN Dipersoalkan, Komisi IV DPRD Sumenep Buka Ruang Aduan
Disdik Tegaskan Tak Ada Potongan Dana Insentif Guru Non K2 Non ASN, Tantang Sebut Oknum
Insentif Guru Non K2 di Sumenep Diduga Dipangkas hingga Ratusan Ribu Rupiah
Fiskal Tertekan, AFED Nilai Kebijakan APBD Sumenep Tak Sejalan dengan Visi Kepala Daerah

Berita Terkait

Jumat, 9 Januari 2026 - 14:12 WIB

Presiden Prabowo: Olahraga Cerminan Kekuatan dan Kebangkitan Bangsa

Rabu, 7 Januari 2026 - 15:58 WIB

Kapolres Sumenep Terima Penghargaan Presiden RI atas Dukungan Swasembada Pangan Nasional

Rabu, 7 Januari 2026 - 13:07 WIB

Pemerintah Bentuk Satgas Percepatan Pemulihan Pascabencana Aceh, Sumut, dan Sumbar

Sabtu, 3 Januari 2026 - 07:15 WIB

Jalan Rusak Parah, Warga Montorna Terpaksa Gotong Royong Pikulkan Orang Sakit ke Puskesmas

Jumat, 2 Januari 2026 - 11:11 WIB

Insentif Guru Non ASN Dipersoalkan, Komisi IV DPRD Sumenep Buka Ruang Aduan

Berita Terbaru

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bangkalan, Zainal Alim, mewakili Sekda Bangkalan saat memberikan sambutan pada Musyawarah Wilayah VI RAPI Wilayah 1301 Bangkalan di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan, Minggu (11/1/2026).

Pemerintahan

Pemkab Bangkalan Perkuat Sinergi Informasi melalui Muswil VI RAPI

Minggu, 11 Jan 2026 - 11:30 WIB