Prabowo Copot Kepala BGN Dadan Hindayana, Pengamat Nilai Pergantian Pimpinan Belum Tentu Selesaikan Masalah MBG

Rabu, 3 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, resmi dicopot Presiden Prabowo Subianto dari jabatannya pada Selasa (2/6/2026).

Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, resmi dicopot Presiden Prabowo Subianto dari jabatannya pada Selasa (2/6/2026).

JAKARTA, detikkota.com – Presiden Prabowo Subianto resmi mencopot Dadan Hindayana dari jabatannya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Keputusan tersebut diumumkan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (2/6/2026).

Selain Dadan, Presiden juga memberhentikan dua Wakil Kepala BGN, yakni Brigjen Pol. Sony Sonjaya dan Mayjen TNI (Purn) Lodewyk Pusung. Sebagai penggantinya, Prabowo menunjuk Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN, didampingi Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai wakil kepala.

Kepala Divisi Advokasi Indonesian Corruption Watch (ICW), Egi Primayogha, menilai pencopotan Dadan merupakan sinyal bahwa pemerintah mengakui adanya persoalan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Egi, berbagai masalah dalam program tersebut telah muncul sejak tahap perencanaan hingga implementasi. Ia menilai pergantian pimpinan belum tentu menjadi solusi karena persoalan yang dihadapi bersifat struktural dan menyangkut tata kelola program secara keseluruhan.

Egi juga menyoroti aspek transparansi dan akuntabilitas penggunaan anggaran MBG yang dinilai masih lemah. Ia menyebut publik belum memperoleh informasi rinci mengenai penggunaan anggaran, sementara sejumlah pengadaan barang yang dilakukan BGN menuai sorotan karena dianggap tidak berkaitan langsung dengan pemenuhan gizi.

Selain itu, ICW menilai penanganan kasus keracunan yang diduga terkait program MBG belum menunjukkan langkah tindak lanjut yang memadai, khususnya dalam pemantauan terhadap para korban.

Sementara itu, pengamat kebijakan publik Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta, Achmad Nur Hidayat, menilai pencopotan Dadan memunculkan banyak pertanyaan karena dilakukan tanpa penjelasan rinci kepada publik.

Menurutnya, kritik terhadap tata kelola MBG telah berlangsung cukup lama, mulai dari pengadaan barang hingga pelaksanaan berbagai kegiatan yang dinilai kurang selektif. Ia juga menilai penggeledahan kantor BGN oleh Kejaksaan Agung semakin memperkuat dugaan adanya persoalan serius yang belum sepenuhnya diungkap ke masyarakat.

Achmad turut mempertanyakan kapasitas Nanik S. Deyang sebagai pengganti Dadan. Ia menilai latar belakang Nanik yang berasal dari dunia jurnalistik dan politik berbeda dengan kebutuhan teknis program yang berkaitan dengan bidang gizi dan pangan.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa pergantian satu figur pimpinan tidak akan memberikan perubahan signifikan apabila tidak disertai pembenahan sistem dan budaya kerja di lingkungan BGN.

Pemerintah menjelaskan bahwa pencopotan Dadan didasarkan pada hasil monitoring dan evaluasi selama sekitar satu setengah tahun. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyebut terdapat sejumlah catatan terkait kedisiplinan dalam menjalankan standar operasional prosedur (SOP), tata kelola kelembagaan, serta pengawasan kualitas makanan dalam program MBG.

Menanggapi pencopotannya, Dadan Hindayana menyatakan keputusan tersebut merupakan hak prerogatif Presiden. Ia menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan selama menjabat sebagai Kepala BGN dan berharap kepemimpinan baru dapat meningkatkan kualitas serta manfaat program MBG bagi masyarakat.

Dadan diketahui menjabat sebagai Kepala BGN sejak Agustus 2024. Sebelum memimpin lembaga tersebut, ia merupakan akademisi dan dosen di Institut Pertanian Bogor (IPB) dengan latar belakang keilmuan di bidang proteksi tanaman dan entomologi.

Penulis : Jack

Editor : Red/M

Sumber Berita: BBC

Berita Terkait

Temui Jaksa Agung, Kapolri Suyudi Perkuat Sinergi Penegakan Hukum
Karhutla Tanjung Puting Capai 513 Hektare, Prabowo Siapkan 200 Pompa dan Rp2 Miliar
Empat Posisi Strategis Polri Berganti, Siapa Saja Pejabat Barunya?
Presiden Prabowo ke Halmahera Tengah, Luncurkan Program Hilirisasi Rp180 Triliun
Prabowo Apresiasi Satgas PKH Selamatkan 6,2 Juta Hektare Hutan Senilai Hampir Rp400 Triliun
Temui Presiden FIFA, Prabowo Dorong Sepak Bola Jadi Instrumen Bangun Karakter Bangsa
Presiden Prabowo Minta Komunikasi Pemerintah Sederhana, Terbuka, dan Dialogis
BGN Buka Jalan Mitra MBG Ganti Yayasan yang Cuma Minta Setoran

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Temui Jaksa Agung, Kapolri Suyudi Perkuat Sinergi Penegakan Hukum

Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:01 WIB

Karhutla Tanjung Puting Capai 513 Hektare, Prabowo Siapkan 200 Pompa dan Rp2 Miliar

Selasa, 13 Oktober 2026 - 12:55 WIB

Empat Posisi Strategis Polri Berganti, Siapa Saja Pejabat Barunya?

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:56 WIB

Presiden Prabowo ke Halmahera Tengah, Luncurkan Program Hilirisasi Rp180 Triliun

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:24 WIB

Prabowo Apresiasi Satgas PKH Selamatkan 6,2 Juta Hektare Hutan Senilai Hampir Rp400 Triliun

Berita Terbaru

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo.

Pemerintahan

Bupati Sumenep Instruksikan ASN Baca Surat Al-Waqi’ah 111.111 Kali

Selasa, 20 Okt 2026 - 13:37 WIB

Pendidikan

665 Pelajar Ikuti Festival Anak Sholeh 2026 di Banyuwangi

Senin, 19 Okt 2026 - 12:06 WIB