Praktisi Sunat Tekankan Pentingnya STR dan SIPP dalam Layanan Medis

Jumat, 25 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Praktisi sunat sekaligus pemilik Praktik Mandiri Keperawatan, H. Nurun Naem.

Praktisi sunat sekaligus pemilik Praktik Mandiri Keperawatan, H. Nurun Naem.

PAMEKASAN, detikkota.com – Praktisi sunat dan pemilik Praktik Mandiri Keperawatan, H. Nurun Naem, S.Kep., Ns., menegaskan pentingnya legalitas dan standar layanan medis dalam prosedur sunat modern. Penegasan ini disampaikan menyusul kasus dugaan malpraktik sunat oleh mahasiswa magang di Kecamatan Kadur, Pamekasan.

Dalam siaran radio Karimata, Kamis (24/7/2025), Nurun Naem menjelaskan bahwa layanan sunat maupun perawatan luka tidak bisa dilakukan sembarangan. Setiap praktisi wajib memiliki Surat Tanda Registrasi (STR) dari Kementerian Kesehatan dan Surat Izin Praktik Perawat (SIPP) yang dikeluarkan setelah proses verifikasi ketat.

“Kami wajib punya STR dan SIPP. Tempat praktik juga harus sesuai standar, minimal ukuran 3×4 meter, tersedia air mengalir dan fasilitas medis, serta ada pelimpahan wewenang dari dokter. Di tempat saya sudah ada MoU dengan dokter penanggung jawab,” jelasnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menambahkan, proses perizinan diawali dengan inspeksi dari Dinas Kesehatan dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Pengecekan dilakukan terhadap fasilitas, pengelolaan limbah medis, serta penerapan standar operasional prosedur (SOP).

“Puskesmas rutin melakukan supervisi lewat program SUFAS. Ada evaluasi berkala yang harus kami tindak lanjuti. DLH juga memberi arahan terkait limbah medis,” ujarnya.

Nurun Naem turut menyayangkan jika terdapat praktik yang mempekerjakan tenaga tidak kompeten. Menurutnya, pelaksana sunat harus memiliki keahlian yang dibuktikan secara resmi melalui STR dan pelatihan dari Kemenkes.

“Tidak bisa sembarang orang ditunjuk hanya karena bisa memotong. Harus kompeten dan tersertifikasi. Kalau tidak, itu keliru dan tidak boleh terulang,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa sunat merupakan tindakan medis ringan yang tetap memerlukan pendekatan profesional, termasuk pemahaman proses penyembuhan oleh pasien.

“Sunat pasti ada rasa sakit, tapi bisa diminimalkan dengan teknik dan obat. Yang penting, pasien paham bahwa proses penyembuhan butuh waktu,” tutupnya.

Sebelumnya, kasus dugaan malpraktik oleh mahasiswa magang menjadi viral setelah seorang anak di Kecamatan Kadur mengalami luka serius usai disunat. Dinas Kesehatan Pamekasan telah mencabut izin Praktik Mandiri Perawat (PMP) milik Z, perawat asal Kadur, pada Rabu (23/07/2025).

Berita Terkait

Kapolres Sumenep Terima Penghargaan Presiden RI atas Dukungan Swasembada Pangan Nasional
Jalan Rusak Parah, Warga Montorna Terpaksa Gotong Royong Pikulkan Orang Sakit ke Puskesmas
Insentif Guru Non ASN Dipersoalkan, Komisi IV DPRD Sumenep Buka Ruang Aduan
Disdik Tegaskan Tak Ada Potongan Dana Insentif Guru Non K2 Non ASN, Tantang Sebut Oknum
Insentif Guru Non K2 di Sumenep Diduga Dipangkas hingga Ratusan Ribu Rupiah
Fiskal Tertekan, AFED Nilai Kebijakan APBD Sumenep Tak Sejalan dengan Visi Kepala Daerah
Aksi Solidaritas di Polres Sumenep Desak Keadilan bagi Korban Pencabulan Anak
Aksi PMII UNIBA Memanas, Kepala Disbudporapar Sumenep Walk Out dari Dialog

Berita Terkait

Rabu, 7 Januari 2026 - 15:58 WIB

Kapolres Sumenep Terima Penghargaan Presiden RI atas Dukungan Swasembada Pangan Nasional

Sabtu, 3 Januari 2026 - 07:15 WIB

Jalan Rusak Parah, Warga Montorna Terpaksa Gotong Royong Pikulkan Orang Sakit ke Puskesmas

Jumat, 2 Januari 2026 - 11:11 WIB

Insentif Guru Non ASN Dipersoalkan, Komisi IV DPRD Sumenep Buka Ruang Aduan

Rabu, 31 Desember 2025 - 12:41 WIB

Disdik Tegaskan Tak Ada Potongan Dana Insentif Guru Non K2 Non ASN, Tantang Sebut Oknum

Rabu, 31 Desember 2025 - 12:38 WIB

Insentif Guru Non K2 di Sumenep Diduga Dipangkas hingga Ratusan Ribu Rupiah

Berita Terbaru

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bangkalan, Zainal Alim, mewakili Sekda Bangkalan saat memberikan sambutan pada Musyawarah Wilayah VI RAPI Wilayah 1301 Bangkalan di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan, Minggu (11/1/2026).

Pemerintahan

Pemkab Bangkalan Perkuat Sinergi Informasi melalui Muswil VI RAPI

Minggu, 11 Jan 2026 - 11:30 WIB