Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Indonesia Perkuat Multilateralisme dan Kerja Sama Negara Berkembang di KTT BRICS 2025

Senin, 7 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto menghadiri sesi pleno Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2025 di Museum of Modern Art (MAM), Rio de Janeiro, Brasil, pada Minggu, 6 Juli 2025. Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr

Presiden Prabowo Subianto menghadiri sesi pleno Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2025 di Museum of Modern Art (MAM), Rio de Janeiro, Brasil, pada Minggu, 6 Juli 2025. Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr

RIO DE JANEIRO, detikkota.com — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan kembali komitmen Indonesia dalam memperkuat sistem multilateral dan kerja sama ekonomi antarnegara berkembang pada sesi kedua Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2025 yang digelar di Rio de Janeiro, Brasil, Minggu (6/7/2025).

Sesi tersebut mengangkat tema “Strengthening Multilateralism, Economic-Financial Affairs, and Artificial Intelligence.” Dalam pertemuan itu, Presiden Prabowo mendorong penguatan multilateralisme sebagai respons terhadap dinamika global yang semakin multipolar.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan bahwa Presiden Prabowo menekankan pentingnya kemitraan ekonomi negara-negara berkembang (global south) serta memperluas pemanfaatan New Development Bank (NDB).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Presiden mendorong agar pemanfaatan NDB ditingkatkan karena ini merupakan instrumen penting bagi negara berkembang untuk mendukung pembiayaan pembangunan berkelanjutan,” ujar Airlangga.

Lebih lanjut, Airlangga mengungkapkan bahwa Indonesia telah menyatakan kesiapan untuk berpartisipasi aktif dalam NDB. Langkah ini bertujuan agar Indonesia dapat mengakses pendanaan proyek-proyek strategis yang mendukung transisi energi bersih dan pembangunan hijau.

“Saat ini NDB tengah menangani sekitar 120 proyek dengan nilai total mencapai 39 miliar dolar AS, termasuk proyek energi bersih, infrastruktur, dan keberlanjutan,” ungkapnya.

Di sisi lain, Wakil Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir (Tata) mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo juga mengusulkan inisiatif baru bertajuk “South-South Economic Compact.”

Menurutnya, inisiatif tersebut diharapkan dapat mendorong negara-negara anggota BRICS menjadi penggerak dalam memberikan akses perdagangan yang lebih luas serta memperkuat integrasi ekonomi negara-negara global south ke dalam rantai pasok global.

“Tujuannya adalah agar negara-negara BRICS menjadi motor penggerak integrasi ekonomi negara-negara berkembang dalam sistem perdagangan dan supply chain global,” kata Arrmanatha.

Berita Terkait

Di KTT BRICS 2026, Prabowo Bawa Tiga Pesan Indonesia untuk Dunia
Bertemu di Vladivostok, Prabowo-Putin Tegaskan Pentingnya Hubungan Strategis Indonesia-Rusia
Mahasiswa Indonesia Sambut Hangat Kedatangan Prabowo di Vladivostok
Bank Sentral Dunia Jual 30 Ton Emas, Tekan Harga Logam Mulia Global
Presiden Prabowo Tiba di Paris, Lanjutkan Diplomasi Strategis Usai Bertemu Putin
Kunjungan Presiden Prabowo ke Jepang dan Korea Selatan Hasilkan Komitmen Investasi Rp575 Triliun
Mahasiswa Indonesia di PEA Antusias Sambut Kunjungan Presiden Prabowo
Perpanjangan Kontrak Migas dan Tambang, Pemerintah Tingkatkan Kepemilikan dan Penerimaan Negara

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 13:04 WIB

Di KTT BRICS 2026, Prabowo Bawa Tiga Pesan Indonesia untuk Dunia

Kamis, 3 September 2026 - 15:15 WIB

Bertemu di Vladivostok, Prabowo-Putin Tegaskan Pentingnya Hubungan Strategis Indonesia-Rusia

Rabu, 2 September 2026 - 13:56 WIB

Mahasiswa Indonesia Sambut Hangat Kedatangan Prabowo di Vladivostok

Jumat, 8 Mei 2026 - 12:27 WIB

Bank Sentral Dunia Jual 30 Ton Emas, Tekan Harga Logam Mulia Global

Selasa, 14 April 2026 - 07:55 WIB

Presiden Prabowo Tiba di Paris, Lanjutkan Diplomasi Strategis Usai Bertemu Putin

Berita Terbaru