Puluhan Mahasiswa Semester Akhir Demo Kampus Unija Menolak Bayar Wisuda

Kamis, 19 November 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Puluhan Mahasiswa Semester Akhir Demo Kampus Unija

Puluhan Mahasiswa Semester Akhir Demo Kampus Unija

SUMENEP, detikkota.com – Puluhan calon wisudawan-wisudawati mahasiswa semester akhir di Kampus Universitas Wiraraja (Unija) Sumenep, Madura, Jawa Timur, melakukan aksi demonstrasi di kampusnya, Kamis (19/11/2020).

Demo mahasiswa semester akhir yang akan di wisuda ini menyatakan akan mogok bayar pada Wisuda yang akan dilaksanakan pada 30 November ini secara daring dengan biaya cukup besar yang sangat tidak masuk akal.

Pasalnya, pembiayaan wisuda sebesar 750 ribu dinilai sangat memberatkan orang tua para wisudawan-wisudawati, sebab dimasa pandemi Covid-19 merasa kusulitan ekonomi, bahkan rata-rata orang tua mereka dikalangan kelas menengah kebawah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami rata-rata dari anak petani pak, mohon pikirkan orang tua kami. Wisuda jangan dijadikan ladang bisnis,” tegas Muhammad Sholeh, salah satu orator aksi, Kamis (19/11).

Tidak lama berorasi, akhirnya massa aksi di persilahakan masuk kedepan gedung rektor dan berdiskusi panjang, ditemui oleh Pembantu Rektor I dan Pembantu Rektor III.

“Rektor tidak bijaksana dalam mengeluarkan kebijakan di masa pandemi Covid-19,” kata Muhammad Sholeh.

Massa aksi menuntut, kepada Rektor Unija, agar biaya wisuda daring diturunkan menjadi 500 ribu, apabila pihak kampus bersikukuh biaya tetap 750 ribu maka massa aksi siap wisuda dengan catatan wisuda secara luring.

Dengan itu, massa aksi mempersilahkan Pembantu Rektor I dan Pembantu Rektor III dengan seluruh pimpinan kampus untuk bermusyawarah, memutuskan tuntutan massa aksi. Sementara itu massa aski melakukan ngaji bersama sambil lalu menunggu hasilnya.

Setelah itu, Mujib Hannan, Pembantu Rektor I menyampaikan, bahwa pihaknya besikukuh dan tetap menyesuaikan dengan surat edaran Rektor Unija pada tahun 2020.

“Calon wisudawan-wisudawati, jika tidak mau mengikuti wisuda ini, diperbolehkan untuk ikut wisuda pada tahun berikutnya,” jelasnya.

Sementara itu, Junaidi, kordinator aksi, pihakanya tetap menolak dengan keputusan pimpinan rektor. Bahkan mereka akan mogok bayar dan mengancam akan melakukan wisuda luring di depan kampus Unija.

“Karena pihak kampus tidak bisa melihat kondisi orang tua kami, kami akan mogok bayar. Dan kami akan wisuda dengan luring di depan kampus,” paparnya.

Sebagai bentuk kekecewaan kepada Rektor Unija, mereka membakar toga wisuda serta melakukan penyegelan gedung rektor. (Md)

Berita Terkait

MIO Indonesia Sumenep Gelar Aksi Sosial Ramadan, Bagi Takjil dan Santunan Anak Yatim
Pemkab Probolinggo Perketat Pengawasan Program MBG Lewat Monitoring SPPG
Polres Pasuruan Dirikan 7 Pos Pengamanan Selama Operasi Ketupat Semeru 2026
Pemkab Banyuwangi Sediakan 10 Pos Kesehatan di Jalur Mudik Lebaran 2026
Cegah Fenomena Fatherless, Sumenep Gaungkan Gerakan Ayah Teladan Indonesia
FKPS Matangkan Persiapan Lomba Kabupaten/Kota Sehat Kategori Lingkar di Probolinggo
Pengasuh Ponpes Tanwirul Hija Cangkreng Apresiasi Kekompakan Pemuda Pocang Timur
Orang Tua Murid Protes Kualitas MBG di SMAN 1 Darangdan, Diduga Tak Layak

Berita Terkait

Senin, 16 Maret 2026 - 18:03 WIB

MIO Indonesia Sumenep Gelar Aksi Sosial Ramadan, Bagi Takjil dan Santunan Anak Yatim

Senin, 16 Maret 2026 - 17:31 WIB

Pemkab Probolinggo Perketat Pengawasan Program MBG Lewat Monitoring SPPG

Senin, 16 Maret 2026 - 17:19 WIB

Polres Pasuruan Dirikan 7 Pos Pengamanan Selama Operasi Ketupat Semeru 2026

Senin, 16 Maret 2026 - 17:07 WIB

Cegah Fenomena Fatherless, Sumenep Gaungkan Gerakan Ayah Teladan Indonesia

Senin, 16 Maret 2026 - 12:19 WIB

FKPS Matangkan Persiapan Lomba Kabupaten/Kota Sehat Kategori Lingkar di Probolinggo

Berita Terbaru