Pusaka Demo Disbudporapar Sumenep, Soroti Kalender Even dan Santri Entreprenuer

Massa aksi Pusaka melakukan demonstrasi di Kantor Dinas Kebudayaan Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Sumenep.
Banner

SUMENEP, detikkota.com – Puluhan pemuda dan mahasiswa yang tergabung dalam Pusat Atensi Kebijakan (Pusaka) melakukan aksi demonstrasi ke Dinas Kebudayaan Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur menuntut agar Kalender Event Sumenep 2024 ditiadakan karena dinilai hanya ajang hura-hura.

Aksi yang dilakukan tepat di hari H berdirinya Kabupaten Sumenep, yakni 31 Oktober itu menegaskan bahwa sejumlah kegiatan dalam Kalender Event Sumenep 2023 tidak berdampak apapun pada kesejahteraan masyarakat.

Banner

“Lihat saja selama pelaksanaan event-event selama awal tahun 2023, tidak lebih dari acara seremonial dan hura-hura. Tidak ada dampak positif apapun. Bisa dikatakan, Kalender Event selama 2023 gagal,” tandas Korlap Aksi, Noris Sabit, Selasa (31/10/2023).

Pelaksanaan Kalender Event 2023 yang diklaim dapat meningkatkan perekonomian warga hanya menyentuh masyarakat perkotaan. Sementara masyarakat di pedesaan tidak terkena dampaknya sama sekali.

“Kabupaten Sumenep ini luas. Kenapa yang dilibatkan hanya yang dekat-dekat saja. Masyarakat di desa tidak diikutsertakan,” tuntut Noris.

Tuntutan lain, Pusaka juga menilai Santri Entrepreneur sebagai program siluman. Indikatornya, dana yang dikucurkan miliaran, tetapi pesertanya hanya 40 orang dan tidak jelas hasilnya.

“Sangat tidak sebanding antara anggaran dengan hasilnya. Sangat tidak masuk akal dengan anggaran sebesar itu, pesertanya hanya 40 orang. Lebih miris lagi, tidak ada hasil yang jelas dari program itu,” tegas Noris.

Apabila anggaran puluhan miliar itu habis untuk membeli peralatan, pihaknya meminta agar ada transparansi, alat berupa apa dan senilai berapa?

“Tolong sampaikan, alat berupa apa. Itu kan bisa dilacak. Tapi ini kami melihat tidak ada apa-apa,” teriak Noris dalam orasinya.

Sementara itu, Kepala Disbudporapar Kabupaten Sumenep, Mohammad Iksan mengatakan, selama tahun 2023 ada 68 even yang digelar, mulai even seni, budaya, olah raga dan sebagainya. Pelaksananya adalah paguyuban dan komunitas.

“Kalau membuka ‘google form’, ada 118 even yang diajukan oleh paguyuban maupun komunitas agar masuk ke kalender even Sumenep. Mereka juga menginginkan agar 2024 tetap ada even serupa. Ini artinya apa? Even-even itu tetap diminati,” dalihnya.

Sedangkan terkait program Santri Entrepreneur, Iksan mengatakan bahwa pelaksananya adalah pondok pesantren. Pihaknya sebatas pendampingan, monitoring dan evaluasi.

Iksan membantah jika program tersebut dianggap siluman, karena sudah menghasilkan beberapa santri yang mulai bisa mencetak usaha dan mendapatkan pasar tersendiri.

“Waktu kita kedatangan turis asing, sudah ada santri alumni program Santri Entrepreneur yang memamerkan hasil karyanya, dan itu diminati para turis manca negara,” ucap Iksan meyakinkan.

Karena itu, lanjut Iksan, tidak benar apabila dikatakan program tersebut siluman. Meski tidak berhasil 100%, tetapi pihaknya mengklaim bahwa sudah ada santri alumni program tersebut yang berhasil.

“Saya secara ‘gentle’ mengakui bahwa program Santri Entrepreneur tidak 100 persen berhasil. Tapi ini bukan program siluman. Sudah ada buktinya, santri-santri yang berhasil dengan usahanya,” pungkas Iksan.

title="banner"