Pemkot Surabaya Gencarkan Sosialisasi Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis Anak Sekolah Mulai Juli 2025

Selasa, 8 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Nanik Sukristina, memaparkan pelaksanaan Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) untuk anak sekolah yang akan dimulai pada akhir Juli 2025.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Nanik Sukristina, memaparkan pelaksanaan Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) untuk anak sekolah yang akan dimulai pada akhir Juli 2025.

SURABAYA, detikkota.com – Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) terus menggencarkan sosialisasi terkait Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) untuk anak sekolah yang akan diluncurkan secara nasional oleh Kementerian Kesehatan RI pada akhir Juli 2025. Program ini menyasar anak usia 7 hingga 17 tahun dan akan dilaksanakan rutin setahun sekali di satuan pendidikan.

Kepala Dinkes Surabaya, Nanik Sukristina, menyampaikan bahwa PKG merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui deteksi dini penyakit pada anak sekolah. “Tujuan utama program ini adalah mendeteksi dini faktor risiko, kondisi pra-penyakit, serta penyakit agar bisa segera ditangani,” ujar Nanik, Senin (7/7/2025).

Sasaran dari program ini mencakup siswa SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA/SMK, serta santri pesantren dan sederajat. Anak usia 7-17 tahun yang tidak mengakses pendidikan juga bisa mengikuti pemeriksaan di Puskesmas. Pelaksanaan PKG dijadwalkan antara Juli–Desember 2025 atau bisa dilanjutkan Januari–Juni 2026 jika dibutuhkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jenis pemeriksaan yang dilakukan disesuaikan dengan jenjang usia dan mencakup berbagai aspek seperti status gizi, tekanan darah, gula darah, kesehatan telinga, mata, gigi, serta kesehatan jiwa dan reproduksi. Pemeriksaan juga meliputi skrining penyakit menular seperti tuberkulosis, hepatitis, talasemia, dan anemia, termasuk imunisasi tertentu.

Untuk mendukung pelaksanaan, Dinkes akan bekerja sama dengan tenaga kesehatan dari Puskesmas dan pihak sekolah, termasuk dalam pengisian kuesioner oleh orang tua atau wali murid yang akan diverifikasi dua hari sebelum pemeriksaan berlangsung.

“Kami harap melalui program ini kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan anak semakin meningkat, sekaligus mendorong terciptanya generasi muda yang sehat dan tangguh dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045,” pungkas Nanik.

Berita Terkait

Disdukcapil Sumenep Matangkan Penerapan Pemblokiran Layanan Publik bagi Mantan Suami yang Abaikan Nafkah
Bulan Bung Karno, Bupati Sumenep Ajak ASN dan Karyawan BUMD Kenakan Peci Nasional Selama Juni
Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Bupati Fauzi Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Nilai Kebangsaan
Pemkab Sumenep Kembali Raih Opini WTP untuk Kesembilan Kalinya
Sumenep Siap Terapkan Penundaan Layanan Adminduk bagi Mantan Suami yang Abaikan Nafkah
Kadis PUTR Sumenep Tekankan Pentingnya RTRW dalam Pembangunan Daerah
Indeks Reformasi Birokrasi Sumenep Naik, Pemkab Raih Predikat A-
Semangat Hardiknas dan Harkitnas 2026, Wabup Sumenep Tekankan SDM Unggul dan Kemandirian Desa

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 16:03 WIB

Disdukcapil Sumenep Matangkan Penerapan Pemblokiran Layanan Publik bagi Mantan Suami yang Abaikan Nafkah

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:03 WIB

Bulan Bung Karno, Bupati Sumenep Ajak ASN dan Karyawan BUMD Kenakan Peci Nasional Selama Juni

Selasa, 2 Juni 2026 - 11:12 WIB

Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Bupati Fauzi Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Nilai Kebangsaan

Selasa, 26 Mei 2026 - 19:05 WIB

Pemkab Sumenep Kembali Raih Opini WTP untuk Kesembilan Kalinya

Selasa, 26 Mei 2026 - 17:30 WIB

Sumenep Siap Terapkan Penundaan Layanan Adminduk bagi Mantan Suami yang Abaikan Nafkah

Berita Terbaru