Ratusan Eks LDII Kabupaten Banyuwangi Angkat Bicara

Senin, 14 Juni 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANYUWANGI, detikkota.com – Ratusan Eks (mantan) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Banyuwangi buka suara terkait ajaran keagamaan yang diikutinya sebelumnya.

Mereka keluar dari LDII bukan tanpa sebab. Karena mereka menilai paham yang diajarkan di lembaga tersebut diduga menyimpang dari ajaran Islam.

Seperti yang dikatakan Ketua Eks LDII Kabupaten Banyuwangi, Hamim Abdullah. Menurutnya, penyimpangan utama yang diajarkan di lembaga tersebut soal akidah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kata dia, butir kesesatannya adalah karena di antara paham yang dikembangkan oleh LDII yakni menganggap semua orang Islam yang tidak bergabung ke dalam barisannya sebagai orang kafir.

“Diantara penyimpangan aqidah Contohnya pakai dalil yang dipelintir yakni ‘La Islama Illa Bil Jamaah’. Artinya Islam itu tidak sah kalau tidak punya jamaah. Jamaah itu tidak sah kalau tidak punya amir (imam),” kata Hamim, Sabtu (12/6/2021).

“Islam yang diluar LDIIu tidak sah. Dalam artian Islam selain LDII tidak sah Islamnya, jahiliah atau kafir. Jadi penyimpangannya disitu,” ungkapnya.

Selain itu, lanjut Hamim, penyimpangan yang lain misalnya jika anak tidak mengikuti orang tuanya di aliran LDII, maka diputus sebagai anak.

“Kemudian sholat tidak mau di imami oleh orang di luar LDII. Dan Masih banyak sekali yang lainnya,” sebutnya

Menurut pandangannya, sebagai Eks LDII, melihat penyimpangan-penyimpangan yang dianut aliran keagamaan LDII layak dikatakan aliran sesat.

“Sangat layak dikatakan aliran sesat. Tolak ukurnya dari MUI (Majelis Ulama Indonesia). Ada 10 kriteria dari MUI, jika ada salah satu saja yang masuk 10 kriteria itu, sudah bisa dikatakan aliran sesat. LDII sendiri ada 4-5 poin yang masuk dalam kriteria itu,” bebernya.

Sebagaimana diketahui, MUI telah menetapkan sepuluh kriteria suatu aliran, organisasi, maupun paham yang dianggap sesat. Namun, tidak setiap orang bisa memberikan penilaian suatu aliran dinyatakan keluar dari Islam, dan suatu paham dapat dinyatakan sesat apabila memenuhi salah satu dari kriteria di bawah ini.

Adapun sepuluh kriteria aliran sesat tersebut diantaranya mengingkari rukun iman dan rukun Islam, meyakini dan atau mengikuti akidah yang tidak sesuai dalil syar’i (al-Qur’an dan as-Sunnah), meyakini turunnya wahyu setelah al-Qur’an, mengingkari otentisitas dan atau kebenaran isi al-Qur’an, melakukan penafsiran al-Qur’an yang tidak berdasarkan kaidah tafsir.

Selanjutnya, mengingkari kedudukan Hadits Nabi sebagai sumber ajaran Islam, melecehkan dan atau merendahkan para Nabi dan Rasul, mengingkari Nabi Muhammad saw sebagai Nabi dan Rasul terakhir, mengubah pokok-pokok ibadah yang telah ditetapkan syariah, serta yang terakhir mengkafirkan kaum muslim tanpa dalil syar’i.

Pihaknya pun telah mencatat ada sekitar 189 orang di Banyuwangi yang telah keluar dari lembaga keagamaan LDII.

“Eks LDII di Banyuwangi yang sekarang keluar dari LDII sekitar 47 KK. Kalau Jiwanya kami hitung 189. Kita ada by name by addressnya,” ungkapnya.

Untuk diketahui, perwakilan mantan atau Eks LDII Banyuwangi ini telah melakukan pertemuan yang dilangsungkan di Hotel Ikhtiar Surya pada Rabu (9/6/2021) kemarin. Mereka menggelar silaturahmi muhajirin yang mengundang hadirkan MUI, PCNU, PBNU,POLRES,BUPATI,DANDIM sejumlah LSM dan Wartawan
(Redho)

Berita Terkait

PTP Nonpetikemas dan UNIBA Madura Dorong Industrialisasi serta Penguatan SDM
Prabowo Ganti Menkeu, Suahasil Nazara Resmi Jadi Bendahara Negara
Serentak di Sekolah, Polresta Sumenep Gencarkan Edukasi Kamtibmas untuk Pelajar
Pemkot Surabaya Buka 2.150 Lowongan Kerja, Pendaftaran Mulai 16 September
BREAKING NEWS: Dua Warga Madura Selamat dari Tragedi KM Virgo, Satu dari Sumenep
BREAKING NEWS: KM Virgo Transport 8 Terbalik di Laut Jawa, 243 Orang di Atas Kapal
Presiden Prabowo Instruksikan TNI AL Cari Rombongan Jurnalis yang Hilang Kontak, 11 Kapal Dikerahkan
Atlet Indonesia Matangkan Persiapan Jelang Asian Games XX Aichi-Nagoya 2026

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 13:07 WIB

PTP Nonpetikemas dan UNIBA Madura Dorong Industrialisasi serta Penguatan SDM

Senin, 14 September 2026 - 16:55 WIB

Prabowo Ganti Menkeu, Suahasil Nazara Resmi Jadi Bendahara Negara

Senin, 14 September 2026 - 14:20 WIB

Serentak di Sekolah, Polresta Sumenep Gencarkan Edukasi Kamtibmas untuk Pelajar

Senin, 14 September 2026 - 12:59 WIB

Pemkot Surabaya Buka 2.150 Lowongan Kerja, Pendaftaran Mulai 16 September

Minggu, 13 September 2026 - 14:31 WIB

BREAKING NEWS: Dua Warga Madura Selamat dari Tragedi KM Virgo, Satu dari Sumenep

Berita Terbaru