Sego Lemeng dan Kopi Uthek Meriahkan Festival “Janda Reni” di Banyuwangi

Minggu, 19 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga saat sajikan Sego Lemeng dan Kopi Uthek dalam Festival “Janda Reni” di Desa Banjar, Kecamatan Licin, Banyuwangi.

Warga saat sajikan Sego Lemeng dan Kopi Uthek dalam Festival “Janda Reni” di Desa Banjar, Kecamatan Licin, Banyuwangi.

BANYUWANGI, detikkota.com – Kuliner tradisional Sego Lemeng dan Kopi Uthek menjadi daya tarik utama dalam Festival “Janda Reni” yang digelar di Desa Banjar, Kecamatan Licin, Banyuwangi, Sabtu (18/4/2026) malam. Kegiatan ini merupakan bagian dari kalender Banyuwangi Attraction 2026.

Festival tersebut disambut antusias oleh masyarakat dan wisatawan yang memadati kawasan desa untuk menikmati hidangan khas suku Osing. Sepanjang jalan desa, warga menyajikan sego lemeng dan kopi uthek sebagai bentuk pelestarian warisan kuliner lokal.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan bahwa kuliner tradisional menjadi bagian penting dari identitas budaya daerah yang perlu terus dijaga dan dikembangkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Masyarakat Banyuwangi memiliki tradisi yang kuat, termasuk dalam kuliner. Pemerintah daerah berkomitmen melestarikannya melalui event yang menarik sekaligus menjadi daya tarik wisata,” ujarnya, Minggu (19/4/2026).

Tokoh adat Desa Banjar, Lukman Hakim, menjelaskan bahwa istilah “Janda Reni” atau “Rondo Reni” memiliki makna filosofis yang berkaitan dengan proses pemisahan bunga aren dalam aktivitas pertanian masyarakat setempat.

Sementara itu, Kepala Desa Banjar Sunandi menuturkan bahwa Sego Lemeng dan Kopi Uthek tidak sekadar makanan, tetapi juga sarat makna kehidupan. Kopi uthek melambangkan pahit dan manisnya kehidupan, sedangkan sego lemeng mencerminkan kebutuhan dasar manusia untuk bertahan hidup.

Sego lemeng sendiri diolah dengan cara tradisional, yakni nasi berbumbu yang dicampur daging ayam atau ikan, dibungkus daun pisang, lalu dimasukkan ke dalam bambu muda dan dibakar selama beberapa jam hingga matang sempurna.

Adapun kopi uthek disajikan dengan cara unik, yakni diminum setelah menggigit gula aren, yang menimbulkan bunyi “uthek” saat dikunyah.

Salah satu wisatawan asal Sidoarjo, Edy, mengaku terkesan dengan perpaduan rasa kedua sajian tersebut.

“Rasanya khas, gurih dan ada sensasi pahit-manis yang unik. Sangat cocok dinikmati bersama,” katanya.

Festival “Janda Reni” diharapkan terus menjadi agenda tahunan yang mampu memperkuat pelestarian budaya sekaligus meningkatkan kunjungan wisata ke Banyuwangi.

Penulis : Bi

Editor : M/Red

Berita Terkait

Gema Sholawat di Stadion A. Yani: Ribuan Warga Sumenep Larut dalam Ketakziman Madura Bersholawat 2026
Enam Grup Terbaik Festival Hadrah Klasik Sumenep 2026 Resmi Diumumkan
Maulid Nabi 1448 H, Kapolresta Sumenep Tekankan Keteladanan Akhlak Rasulullah
Pawai Lampion Semarakkan Malam Banyuwangi, Budaya Blambangan Jadi Sorotan
Pemkot Surabaya Dorong Peserta MICE Perpanjang Masa Tinggal lewat Paket Wisata
Pawai Budaya Pakistaji Meriah, Angkat Kesenian Tradisional dan UMKM Lokal
Iringan Kebanggaan: Purwakarta Teguhkan Ajeg Budaya di Malam Festival Budaya
Khofifah: Banyuwangi Ethno Carnival Bukti Budaya Lokal Mampu Mendunia

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 22:31 WIB

Gema Sholawat di Stadion A. Yani: Ribuan Warga Sumenep Larut dalam Ketakziman Madura Bersholawat 2026

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:02 WIB

Enam Grup Terbaik Festival Hadrah Klasik Sumenep 2026 Resmi Diumumkan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 13:43 WIB

Maulid Nabi 1448 H, Kapolresta Sumenep Tekankan Keteladanan Akhlak Rasulullah

Jumat, 14 Agustus 2026 - 13:34 WIB

Pawai Lampion Semarakkan Malam Banyuwangi, Budaya Blambangan Jadi Sorotan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 13:41 WIB

Pemkot Surabaya Dorong Peserta MICE Perpanjang Masa Tinggal lewat Paket Wisata

Berita Terbaru

Presiden Prabowo Subianto menerima Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Danantara Rosan Roeslani, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, serta jajaran Danantara di kediamannya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, Jumat, 4 September 2026. Foto: BPMI Setpres/Istimewa

Pemerintahan

Prabowo Dorong Percepatan Hilirisasi dan Penataan BUMN

Sabtu, 5 Sep 2026 - 16:47 WIB