BANYUWANGI, detikkota.com – Kuliner tradisional Sego Lemeng dan Kopi Uthek menjadi daya tarik utama dalam Festival “Janda Reni” yang digelar di Desa Banjar, Kecamatan Licin, Banyuwangi, Sabtu (18/4/2026) malam. Kegiatan ini merupakan bagian dari kalender Banyuwangi Attraction 2026.
Festival tersebut disambut antusias oleh masyarakat dan wisatawan yang memadati kawasan desa untuk menikmati hidangan khas suku Osing. Sepanjang jalan desa, warga menyajikan sego lemeng dan kopi uthek sebagai bentuk pelestarian warisan kuliner lokal.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan bahwa kuliner tradisional menjadi bagian penting dari identitas budaya daerah yang perlu terus dijaga dan dikembangkan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Masyarakat Banyuwangi memiliki tradisi yang kuat, termasuk dalam kuliner. Pemerintah daerah berkomitmen melestarikannya melalui event yang menarik sekaligus menjadi daya tarik wisata,” ujarnya, Minggu (19/4/2026).
Tokoh adat Desa Banjar, Lukman Hakim, menjelaskan bahwa istilah “Janda Reni” atau “Rondo Reni” memiliki makna filosofis yang berkaitan dengan proses pemisahan bunga aren dalam aktivitas pertanian masyarakat setempat.
Sementara itu, Kepala Desa Banjar Sunandi menuturkan bahwa Sego Lemeng dan Kopi Uthek tidak sekadar makanan, tetapi juga sarat makna kehidupan. Kopi uthek melambangkan pahit dan manisnya kehidupan, sedangkan sego lemeng mencerminkan kebutuhan dasar manusia untuk bertahan hidup.
Sego lemeng sendiri diolah dengan cara tradisional, yakni nasi berbumbu yang dicampur daging ayam atau ikan, dibungkus daun pisang, lalu dimasukkan ke dalam bambu muda dan dibakar selama beberapa jam hingga matang sempurna.
Adapun kopi uthek disajikan dengan cara unik, yakni diminum setelah menggigit gula aren, yang menimbulkan bunyi “uthek” saat dikunyah.
Salah satu wisatawan asal Sidoarjo, Edy, mengaku terkesan dengan perpaduan rasa kedua sajian tersebut.
“Rasanya khas, gurih dan ada sensasi pahit-manis yang unik. Sangat cocok dinikmati bersama,” katanya.
Festival “Janda Reni” diharapkan terus menjadi agenda tahunan yang mampu memperkuat pelestarian budaya sekaligus meningkatkan kunjungan wisata ke Banyuwangi.
Penulis : Bi
Editor : M/Red







