Status Gunung Semeru Turun ke Level III, Warga Diminta Tetap Waspada

Minggu, 30 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LUMAJANG, detikkota.com – Status Gunung Semeru resmi diturunkan dari Level IV (Awas) menjadi Level III (Siaga) mulai Jumat (29/11/2025) pukul 09.00 WIB. Badan Geologi Kementerian ESDM menyatakan telah terjadi penurunan signifikan pada aktivitas vulkanik setelah dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap berbagai parameter pemantauan.

Keputusan ini didasarkan pada data visual, kegempaan, deformasi, serta instrumen pemantauan lainnya. Pascaerupsi besar pada 19 November 2025 yang mengirimkan awan panas hingga 13,8 kilometer ke sektor Besuk Kobokan, aktivitas gunung menunjukkan tren stabil dan melemah.

Plt. Kepala Badan Geologi, Lana Saria, mengatakan suplai magma baru dari kedalaman tidak terindikasi. “Aktivitas Semeru saat ini didominasi letusan kecil–menengah, guguran lava, dan pelepasan gas dangkal. Data kegempaan juga tidak menunjukkan peningkatan tekanan magmatik,” ujarnya, Sabtu (29/11/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemantauan seismik memperlihatkan rendahnya aktivitas dalam, diikuti stabilnya variasi kecepatan seismik (dv/v). Instrumen tiltmeter dan GPS juga tidak menunjukkan adanya pergerakan magma baru. Kondisi tersebut menjadi dasar ilmiah penurunan tingkat aktivitas Semeru.

Meski status turun, Badan Geologi mengingatkan bahwa potensi awan panas guguran dan aliran lahar masih tinggi, terutama memasuki puncak musim hujan. Material vulkanik yang menumpuk di sejumlah alur sungai dapat terbawa arus saat terjadi hujan deras.

Masyarakat diminta mematuhi sejumlah rekomendasi, di antaranya:

Tidak memasuki zona tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak.

Menghindari aktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai yang berpotensi terdampak hingga 17 kilometer.

Menjauhi radius 5 kilometer dari Kawah Jonggring Seloko terkait risiko lontaran batu pijar.

Pemerintah Kabupaten Lumajang memastikan unsur BPBD, TNI, Polri, relawan hingga pos pengamatan tetap siaga memantau perkembangan aktivitas Semeru serta memperkuat mitigasi di wilayah rawan.

Penurunan status ini diharapkan memberi ketenangan bagi masyarakat, sekaligus menegaskan pentingnya kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi aktivitas gunung api di wilayah Lumajang.

Penulis : An

Editor : An

Berita Terkait

Retreat GP Ansor Lenteng, Satukan Perspektif dan Perkuat Solidaritas
Banyuwangi Sambut Tim Asesor UNESCO untuk Revalidasi Geopark Ijen
Menpar Widiyanti Apresiasi Bandara Banyuwangi sebagai Pelopor Green Airport dan Pariwisata Berkelanjutan
Ketua MIO Indonesia DKI Jakarta Jalani Pemeriksaan di Polda Metro Jaya Terkait Laporan terhadap Hotman Paris
Hotman Paris Mundur dari Tim Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Fokus Jalani Pengobatan
Ratusan Jurnalis MIO Dijadwalkan Datangi Polda Metro Jaya, Beri Dukungan kepada Ketum yang Jalani Pemeriksaan
Libatkan Nelayan dan Masyarakat Pesisir, Banyuwangi Jadi Contoh Penerapan Ekonomi Biru ASEAN
Kepala BGN Nanik S. Deyang Mundur, Pilih Fokus Jalani Pengobatan Jantung

Berita Terkait

Minggu, 9 Agustus 2026 - 16:47 WIB

Retreat GP Ansor Lenteng, Satukan Perspektif dan Perkuat Solidaritas

Senin, 3 Agustus 2026 - 12:54 WIB

Banyuwangi Sambut Tim Asesor UNESCO untuk Revalidasi Geopark Ijen

Minggu, 26 Juli 2026 - 12:29 WIB

Menpar Widiyanti Apresiasi Bandara Banyuwangi sebagai Pelopor Green Airport dan Pariwisata Berkelanjutan

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:34 WIB

Ketua MIO Indonesia DKI Jakarta Jalani Pemeriksaan di Polda Metro Jaya Terkait Laporan terhadap Hotman Paris

Jumat, 24 Juli 2026 - 07:46 WIB

Hotman Paris Mundur dari Tim Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Fokus Jalani Pengobatan

Berita Terbaru

Pemerintahan

Semarak HUT RI ke-81, Dispangtan Purwakarta Gelar Berbagai Kegiatan

Jumat, 21 Agu 2026 - 11:01 WIB