Tanpa Dukungan BUMDes, Petani Desa Saur Saebus Berhasil Panen Jagung

Senin, 2 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Salah satu lahan pertanian jagung di desa saur Saebus kecamatan Sapeken

Salah satu lahan pertanian jagung di desa saur Saebus kecamatan Sapeken

SUMENEP, detikkota.com – Petani Desa Saur Saebus, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, berhasil memanen jagung meski tanpa dukungan modal maupun sarana dari Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Panen tersebut dilakukan dengan memanfaatkan lahan kosong dan menggunakan alat pertanian tradisional.

Salah seorang petani setempat, Pudding, mengatakan bahwa seluruh proses pertanian dilakukan secara mandiri dengan biaya pribadi. Ia menegaskan tidak pernah menerima bantuan modal ketahanan pangan dari BUMDes Desa Saur Saebus.

“Kalau kami bersama warga lainnya menggunakan biaya sendiri, tanpa bantuan dari BUMDes,” ujarnya kepada media ini, Senin (2/2/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meski minim dukungan, Pudding mengaku tetap optimistis dan bersemangat menggeluti sektor pertanian sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan. Ia menyebut pernah mendengar adanya dana ketahanan pangan yang dikelola BUMDes dengan nilai lebih dari Rp200 juta, namun tidak mengetahui pemanfaatannya.

“Kami dengar ada bantuan modal petani yang dikelola BUMDes Saur Saebus lebih dari Rp200 juta, tapi kami tidak tahu uang itu digunakan untuk apa dan untuk siapa,” tegasnya.

Menurut Pudding, dana sebesar itu sebenarnya cukup apabila benar-benar dialokasikan untuk mendukung pertanian warga. Ia menilai bantuan pupuk sudah sangat membantu petani dibandingkan program lain yang bersifat berlebihan.

“Tidak perlu muluk-muluk, kalau mau bantu cukup dari segi pupuk saja, karena pertanian sangat membutuhkan pupuk dan selama ini kami beli sendiri,” jelasnya.

Lebih lanjut, Pudding mengungkapkan bahwa dirinya bersama petani lain masih mengandalkan metode tradisional dalam mengolah lahan, seperti membajak sawah dan kebun menggunakan tenaga sapi.

“Kami masih pakai sapi untuk bajak kebun dan sawah, karena memang tidak ada dukungan hand traktor dari BUMDes,” pungkasnya.

Penulis : M/Red

Editor : M/Red

Berita Terkait

Karya Bakti TNI AD Skala Besar Siap Digelar di Madura, Libatkan Ribuan Prajurit dan Perwira Tinggi
Kapolres Sumenep Ajak Masyarakat Jaga Kelestarian Laut pada Hari Laut Sedunia 2026
Rupiah Berpotensi Melemah ke Rp18.250 per Dolar AS, Sentimen Global dan Domestik Jadi Pemicu
Diduga Lalai Pasang Rambu, Jalan Bekas Proyek Drainase di Sumenep Sebabkan Korban Luka Berat
MIO Indonesia Ucapkan Selamat, FORKABI Kembali Dipimpin H. Abdul Ghoni
Rembug Lansia Banyuwangi Jadi Wadah Serap Aspirasi untuk Tingkatkan Kesejahteraan
PSHT Cabang Sumenep Perkuat Silaturahmi dengan Yon TP 931/Ksatria Jokotole
Doa untuk Sang Proklamator Digelar Serentak di Sumenep, Bupati Ajak Generasi Muda Teladani Pemikiran Bung Karno

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 23:53 WIB

Karya Bakti TNI AD Skala Besar Siap Digelar di Madura, Libatkan Ribuan Prajurit dan Perwira Tinggi

Senin, 8 Juni 2026 - 11:41 WIB

Kapolres Sumenep Ajak Masyarakat Jaga Kelestarian Laut pada Hari Laut Sedunia 2026

Minggu, 7 Juni 2026 - 16:47 WIB

Diduga Lalai Pasang Rambu, Jalan Bekas Proyek Drainase di Sumenep Sebabkan Korban Luka Berat

Minggu, 7 Juni 2026 - 11:01 WIB

MIO Indonesia Ucapkan Selamat, FORKABI Kembali Dipimpin H. Abdul Ghoni

Jumat, 5 Juni 2026 - 12:37 WIB

Rembug Lansia Banyuwangi Jadi Wadah Serap Aspirasi untuk Tingkatkan Kesejahteraan

Berita Terbaru