Terkait Perusakan Cagar Budaya Habib Ali : Tidak Benar, Saya Taat Hukum

Rabu, 1 Juni 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA, detikkota.com – Terkait pelaporan, Habib Ali Al Habsyi angkat bicara terkait dugaan perusakan barang milik Cagar Budaya Makam Sunan Agung Sentono Botoputih di Jalan Pegirian Surabaya yang telah dilaporkan ke Polrestabes Surabaya oleh R. Aryanto Suseno, dengan tanda bukti laporan Nomor: LP/B/336/II/2022/SPKT/Polrestabes Surabaya/Polda Jawa Timur.

Atas laporan tersebut, Habib Ali mengaku akan kooperatif dan menyerahkan persoalan tersebut kepada pihak kepolisian.

“Kami ataupun saya, adalah orang yang taat hukum, kapanpun pihak kepolisian memanggil saya, saya siap. Dan saya pasrahkan sepenuhnya pada pihak yang berwajib,” katanya saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (31/05/2022).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Laporan polisi tersebut, kata Habib Ali, didasarkan atas asumsi yang tidak sesuai dengan fakta hukum, karena barang-barang yang dituduhkan telah dirusak olehnya bukan milik cagar budaya melainkan milik tukang parkir.

“Barang tersebut adalah dua buah kursi dan satu buah televisi. Punya Pak Munir yang dibeli oleh Pak Yanto, jadi tidak benar kalau saya diopinikan merusak cagar budaya,” jelasnya tambah.

Fakta hukum yang tidak berdasarkan fakta hukum lainnya, lanjut Habib Ali, terkait tempus delicty (waktu kejadian). Dimana dalam laporan yang dilayangkan, peristiwa pengerusakan tersebut terjadi pada tanggal 26 Februari 2022, pukul 18.00 WIB.

“Saat itu saya berada di Polsek Simokerto melaporkan dugaan penganiayaan. Jadi jelas sekali laporan yang dituduhkan ke saya didasarkan asumsi bukan lagi proses berdasarkan hukum,” ujarnya.

Habib Ali menduga, kasus tersebut ditunggangi oleh oknum yang diduga akan mengambilalih pengelolaan Cagar Budaya Makam Sunan Agung Sentono.

“Memang ada indikasi yang kami telusuri untuk pengambilalihan pengelolaan,” katanya.

Berbagai dugaan upaya pengambilalihan pengelolaan Cagar Budaya Makam Sunan Agung Sentono ini pun diakui Habib Ali sudah dirasakan sebelum dirinya dilaporkan ke Polisi.

“Bahkan, kami dibenturkan dengan warga dan disebut Majelis FPI. Alhamdulillah itu tidak terbukti, dan warga juga tidak ada masalah dengan kami,” bebernya.

Kegagalan pembentukan opini itulah, menurut Habib Ali, diduga ada oknum yang menunggangi agar muncul peristiwa hukum yang dialaminya saat ini.

Dalam pelaporan itu, patut diduga ada penunggang penunggang yang memang menunggangi persoalan ini. “Awalnya ini persoalan murni hukum pengeroyokan terhadap diri saya tapi kemudian dikembangkan kemana mana,” pungkasnya. [Redho]

Berita Terkait

Sempat Masuk DPO, Tersangka Penipuan Rp200 Juta Ditangkap Polresta Sumenep
Tiga Bulan Masuk DPO, Keberadaan Guru ASN di Sumenep Belum Terungkap
Program Gentengisasi Merah Putih Direalisasikan, 500 Ribu Genteng dari Plered Dikirim Menggunakan 125 Truk
Nakhoda KM Virgo Transport 8 Jadi Tersangka, Ditpolair Korpolairud Lakukan Penahanan
Satpol PP Surabaya Segel Toko Mihol di Wonokromo, 10 Botol Diamankan
Triwulan III 2026, Polda Jatim Ungkap 1.870 Kasus Narkoba
Tol Prosiwangi Gending–Paiton Dibuka Gratis Mulai 30 September, Berlaku 14 Hari
Buruh KASBI Demo di DPRD Jatim, Desak UU Perlindungan Ketenagakerjaan Segera Disahkan

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 06:29 WIB

Sempat Masuk DPO, Tersangka Penipuan Rp200 Juta Ditangkap Polresta Sumenep

Minggu, 4 Oktober 2026 - 22:57 WIB

Tiga Bulan Masuk DPO, Keberadaan Guru ASN di Sumenep Belum Terungkap

Jumat, 2 Oktober 2026 - 15:25 WIB

Program Gentengisasi Merah Putih Direalisasikan, 500 Ribu Genteng dari Plered Dikirim Menggunakan 125 Truk

Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:52 WIB

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Jadi Tersangka, Ditpolair Korpolairud Lakukan Penahanan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:37 WIB

Satpol PP Surabaya Segel Toko Mihol di Wonokromo, 10 Botol Diamankan

Berita Terbaru