TIUPPS se-Jatim Tertarik Meneliti Batik Canteng Koneng Sumenep, Ini Alasannya

Senin, 26 Juni 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kunjungan peserta TIUPPS saat berkunjung ke Rumah Batik Canteng Koneng, di Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep.

Kunjungan peserta TIUPPS saat berkunjung ke Rumah Batik Canteng Koneng, di Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep.

SUMENEP, detikkota.com – Batik Canteng Koneng (Cako) menjadi salah satu produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), dari Kabupaten Sumenep yang tersohor dan banyak dikenal oleh masyarakat, baik lokal maupun luar daerah.

Sejumlah tokoh ternama tampil elegan dengan menggunakan kain dengan ukiran khas dari Kota Keris itu, termasuk salah satunya Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.

Berangkat dari hal tersebut, sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Penalaran dan Penelitian se-Jawa Timur melakukan kunjungan ke Rumah Produksi Batik Canteng Koneng di Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep, Senin (26/6/2023).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kunjungan itu merupakan rangkaian kegiatan Temu Ilmiah UKM Penalaran dan Penelitian Mahasiswa (TIUPPS) se-Jawa Timur, dengan tuan rumah Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Sumenep.

Penyelenggara TIUPPS 2023, Noris Sabid menjelaskan, pihaknya memilih Batik Canteng Koneng sebagai salah satu lokasi penelitian yang dilakukan karena penasaran dengan sejarah, pembuatan, manajemen hingga pemasaran karya asli putra daerah tersebut.

Pihaknya menilai, Batik Canteng Koneng memiliki suatu ciri khas pada motifnya yang konsisten dan senantiasa berusaha menonjolkan kekayaan dan potensi Kabupaten Sumenep.

“Ada ciri khasnya. Itu yang ingin kami teliti, kenapa batik di sini bisa terkenal dan sampai dipakai oleh Pak Jokowi,” jelasnya, saat dikonfirmasi oleh sejumlah media.

Noris menyebut, banyak informasi yang didapatkan dari kunjungannya ke Rumah Produksi Batik Cako. Kata dia, hal itu nantinya akan menjadi bahan penelitian yang ditulis dalam jurnal ilmiah oleh timnya.

“Kesempatan ini merupakan hal yang luar biasa, dari sini nanti kita lakukan penelitian dan menulis jurnal ilmiah tentang Batik Cako,” imbuhnya.

Sementara itu, Owner Batik Canteng Koneng Didik Haryanto membeberkan, design megah nan menawan produknya terlahir dari imajinasi yang tulus penuh dengan rasa berserah diri atau bertaqwa kepada Allah SWT.

Tak hanya itu, dirinya bersama tim selalu berusaha untuk bekerja dengan hati yang hidup, demi memberikan produk dan hasil terbaik kepada masyarakat.

“Resepnya ada pada design yang betul-betul lahir dari imajinasi yang tulus, penuh dengan rasa berserah diri (taqwa) kepada Allah SWT,” jelasnya.

Tak hanya itu, menurutnya terdapat satu hal lain yang menjadi kunci utama dari keberlangsungan usahanya tersebut, yakni memantapkan niat dan fokus pada proses yang sedang dijalani, tanpa mengizinkan rasa iri dan dengki masuk dalam hati.

“Satu yang tidak kalah penting, bersihkan hati dan jangan biarkan hati ini ada hasut, iri, dan dengki dengan usaha orang lain,” tutupnya.

Sekedar diketahui, rombongan TIUPPS kali ini diikuti oleh UKM Penalaran dan Penelitian STKIP PGRI Sumenep, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA), Universitas Airlangga (UNAIR), Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Politeknik Negeri Malang (Polinema), Institut Teknologi Surabaya (ITS) dan sejumlah kampus bergensi lainnya.

Berita Terkait

Khofifah Indar Parawansa Salurkan Bansos Rp16 Miliar Lebih di Kabupaten Probolinggo
Khofifah Indar Parawansa Tinjau Banjir di Probolinggo, Mohammad Haris Pastikan Penanganan dan Rekonstruksi Dipercepat
Waspada Cuaca Ekstrem, BMKG Prediksi Hujan Petir di Madura
Patroli Skala Besar Ramadhan, Aparat Gabungan Jaga Kondusifitas Wilayah Sumenep
Kapolres Sumenep Sidak Penjual Kembang Api di Hari Pertama Ramadan 2026
BM Satlantas Polres Purwakarta Gelar Jumat Berbagi, Bagikan Nasi Kotak ke Warga
Bunda PAUD Kota Probolinggo Monitoring Program MBG di TK Tunas Harapan
Penyesuaian Data PBI BPJS di Lumajang Berdampak pada 52.773 Peserta

Berita Terkait

Senin, 23 Februari 2026 - 16:40 WIB

Khofifah Indar Parawansa Salurkan Bansos Rp16 Miliar Lebih di Kabupaten Probolinggo

Senin, 23 Februari 2026 - 16:38 WIB

Khofifah Indar Parawansa Tinjau Banjir di Probolinggo, Mohammad Haris Pastikan Penanganan dan Rekonstruksi Dipercepat

Senin, 23 Februari 2026 - 10:57 WIB

Waspada Cuaca Ekstrem, BMKG Prediksi Hujan Petir di Madura

Jumat, 20 Februari 2026 - 04:43 WIB

Patroli Skala Besar Ramadhan, Aparat Gabungan Jaga Kondusifitas Wilayah Sumenep

Kamis, 19 Februari 2026 - 10:01 WIB

Kapolres Sumenep Sidak Penjual Kembang Api di Hari Pertama Ramadan 2026

Berita Terbaru