TKSK Bluto Berulah, KKS Milik KPM di Desa Kapedi Dikumpulkan

Kamis, 14 April 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

SUMENEP, detikkota.com – Pada Senin sampai Rabu kemarin, TKSK Bluto diduga mengumpulkan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) milik Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Desa Kapedi.

Berdasarkan informasi yang diterima media ini TKSK bernama Muhlize mengumpulkan KKS di dua Dusun, diantaranya Dusun Biyan dan Dusun Nyamplong, Desa Kapedi, Kecamatan Bluto. Dia datang ke rumah KPM meminta KKS lengkap dengan PIN/Password nya.

Belum diketahui pasti apa alasan TKSK tersebut melakukan hal itu, namun fakta di lapangan menyebutkan, bahwa Muhlize mempunyai agen sendiri yang diatasnamakan orang tuanya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal itu yang kemudian menimbulkan pertanyaan dari beberapa warga, salah satunya warga yang tidak mau namanya disebutkan. Ia menyebut bahwa itu melanggar.

“TKSK kan harusnya ada di bidang lain. Kenapa melakukan hal ini. Kan perlu dicurigai,” ujar dia kepada media ini, Kamis (13/04/2022).

Di aturannya, tertuang dalam Pasal 8 ayat 1 huruf f. menyimpan KKS milik KPM baik sebelum maupun setelah pencairan. Ayat 2 E-warong yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikenakan sanksi administratif berupa penonaktifan sebagai e-warong penyalur Program Sembako.

“Apalagi yang bersangkutan bukan e-warong atau agen. Nanti e-warong nya juga kenak kalau misal kerjasama sama si pelaku ini,” tandasnya.

Hal itu dibenarkan oleh salah satu KPM di Dusun Nyamplong. Dia mejelaskan TKSK datang ke rumah-rumah KPM meminta KKS milik KPM dengan pin/password nya. Kejadian itu pada hari Selasa dan Rabu. Kejadian pengumpulan KKS oleh TKSK bukan hanya terjadi kali ini saja. Setiap kali menjelang penyaluran KKS KPM selalu dikumpulkan oleh TKSK untuk digesek di salah 1 e warong yag di atas namakan mertuanya.

“Anehnya ketika KKS selesai digesek khususnya KPM yang dari Dusun Nyamplong KKS nya tidak dikembalikan kepada KPM bersangkutan. Ketika KPM meminta KKS nya tidak diberikan oleh TKSK tersebut entah dengan alasan dan maksud apa dia menahan KKS KPM,” ungkap salah satu KPM yang minta nama tidak disebutkan.

Salah satu KPM ini juga membenarkan hal tersebut, bahkan ia mengaku kaget saat KKS miliknya diminta. Tak hanya dia beberapa warga juga demikian.

“Saya kaget karena tiba-tiba meminta atm (KKS), padahal yang lainnya waktu survei gak minta atm, akhirnya saya hubungi pendamping PKH pak Hadi bertanya gimana pak saya gak pasrah yang mau ngumpulin gitu,” terangnya.

Sementara itu, Muhlize selaku TKSK Bluto saat dikonfirmasi melalui sambungan seluler terdengar nada menolak tidak dapat menerima panggilan.

Saat dikonfirmasi melalui pesat singkat WhatsApp, yang bersangkutan membantah. Ia berdalih bahwa hal itu bukan ia minta, tetapi KPM yang meminta tolong kepadanya.

“Kalo KPM yang berasnya gak keluar emang di berikan ke saya karena orangnya minta tolong, karena sudah 1 tahun tidak keluar,” kata dia memberikan klarifikasi. (M/Red)

Berita Terkait

PMII Sumenep Demo Pemkab, Desak Revisi Perda Tembakau
Buron ke Cirebon, Pelaku Asusila Anak Asal Lenteng Akhirnya Ditangkap
Mantan Karyawan Toko di Pamanukan Ditangkap Usai Curi Uang Rp50 Juta
Oknum PNS Kesbangpol Subang Terlibat Penipuan Proyek Fiktif Nasi Kotak, Kerugian Capai Rp15 Juta
Bibit Siklon 92W Bergerak Menguat, Hujan Lebat Ancam Sejumlah Daerah
BMKG Peringatkan Potensi Awan Cumulonimbus di Sejumlah Wilayah 5–11 Mei 2026
Polres Sumenep Ungkap Kasus Curanmor di Tiga TKP
Polda Jatim Musnahkan 22,226 Kg Kokain

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 12:58 WIB

PMII Sumenep Demo Pemkab, Desak Revisi Perda Tembakau

Kamis, 7 Mei 2026 - 11:23 WIB

Buron ke Cirebon, Pelaku Asusila Anak Asal Lenteng Akhirnya Ditangkap

Kamis, 7 Mei 2026 - 03:15 WIB

Mantan Karyawan Toko di Pamanukan Ditangkap Usai Curi Uang Rp50 Juta

Kamis, 7 Mei 2026 - 03:12 WIB

Oknum PNS Kesbangpol Subang Terlibat Penipuan Proyek Fiktif Nasi Kotak, Kerugian Capai Rp15 Juta

Rabu, 6 Mei 2026 - 11:07 WIB

Bibit Siklon 92W Bergerak Menguat, Hujan Lebat Ancam Sejumlah Daerah

Berita Terbaru

Ilustrasi

Ekonomi

Rupiah Masih Tertekan Meski Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:31 WIB