Update Dampak Gempa: 132 Rumah Rusak, 6 Korban Luka di Sumenep

Rabu, 1 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, detikkota.com – Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Call Center 112 Kominfo melaporkan perkembangan sementara dampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,0 yang mengguncang Sumenep dan Pulau Sapudi, Selasa (30/9/2025) malam. Hingga Rabu (1/10/2025), tercatat 132 rumah rusak dan enam warga mengalami luka sehingga harus dirawat di Puskesmas Gayam.

Responder Call Center 112 Kominfo Sumenep, Arief Santoso, menyebut Kecamatan Gayam menjadi wilayah paling terdampak dengan 114 rumah rusak, enam masjid, satu musholla, satu sekolah dasar, serta lantai dua Puskesmas Gayam yang mengalami kerusakan ringan.

“Untuk Kecamatan Nonggunong, ada 16 rumah, dua masjid, satu musholla, dan satu sekolah yang terdampak. Sementara di Kecamatan Talango tercatat satu rumah rusak,” jelas Arief.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di Nonggunong, kerusakan bangunan tersebar di beberapa desa. Antara lain, Desa Sonok (satu rumah dan dua musholla rusak), Desa Tanah Merah, Sokarame Timur, dan Sok Pas masing-masing satu rumah rusak. Sedangkan Desa Talaga, Rosong, Nonggunong, dan Somber dilaporkan aman tanpa kerusakan.

Sebelumnya, gempa tektonik dengan magnitudo 6,0 terjadi pada pukul 23.49 WIB dengan pusat gempa di laut, 58 kilometer tenggara Sumenep, pada kedalaman 12 kilometer. Meski guncangan dirasakan cukup kuat, BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

Kepala BMKG Pasuruan, Suwardi, menjelaskan gempa itu merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas sesar aktif bawah laut dengan mekanisme pergerakan naik atau thrust fault.

“Guncangan terkuat dirasakan di Pulau Sapudi dengan intensitas V–VI MMI, sehingga seluruh warga merasakan getaran dan menimbulkan kerusakan ringan,” terang Suwardi.

Penulis : Red

Editor : Red

Sumber Berita: Karimata

Berita Terkait

Mobilitas Tinggi, Jalan Dr. Cipto Masuk Zona Prioritas Kebersihan DLH Sumenep
Lima Hari Tak Keluar Kamar, Warga Sumenep Ditemukan Meninggal Dunia
Khofifah Indar Parawansa Salurkan Bansos Rp16 Miliar Lebih di Kabupaten Probolinggo
Khofifah Indar Parawansa Tinjau Banjir di Probolinggo, Mohammad Haris Pastikan Penanganan dan Rekonstruksi Dipercepat
Waspada Cuaca Ekstrem, BMKG Prediksi Hujan Petir di Madura
Hari Kedua Pencarian, Bocah 8 Tahun Tenggelam di Camplong Ditemukan Meninggal
Bupati Probolinggo Pimpin Langsung Penanganan Banjir di Kraksaan, Tegaskan Evaluasi Total
Menteri Kehutanan Serahkan SK TORA 160,735 Hektare untuk 26 Desa di Banyuwangi

Berita Terkait

Selasa, 24 Februari 2026 - 14:54 WIB

Mobilitas Tinggi, Jalan Dr. Cipto Masuk Zona Prioritas Kebersihan DLH Sumenep

Selasa, 24 Februari 2026 - 13:41 WIB

Lima Hari Tak Keluar Kamar, Warga Sumenep Ditemukan Meninggal Dunia

Senin, 23 Februari 2026 - 16:40 WIB

Khofifah Indar Parawansa Salurkan Bansos Rp16 Miliar Lebih di Kabupaten Probolinggo

Senin, 23 Februari 2026 - 16:38 WIB

Khofifah Indar Parawansa Tinjau Banjir di Probolinggo, Mohammad Haris Pastikan Penanganan dan Rekonstruksi Dipercepat

Senin, 23 Februari 2026 - 10:57 WIB

Waspada Cuaca Ekstrem, BMKG Prediksi Hujan Petir di Madura

Berita Terbaru

Pasuruan Siapkan 240 Kursi, Mudik Gratis 2026 Layani 6 Rute Tujuan

Pemerintahan

Pasuruan Siapkan 240 Kursi, Mudik Gratis 2026 Layani 6 Rute Tujuan

Selasa, 24 Feb 2026 - 09:32 WIB