250 Pedagang Ramaikan Pasar Takjil Ngerandu Buko di Pantai Marina Boom Banyuwangi

Jumat, 20 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana Pasar Takjil Ramadan “Ngerandu Buko” di Pantai Marina Boom yang dipadati warga saat ngabuburit hari pertama puasa.

Suasana Pasar Takjil Ramadan “Ngerandu Buko” di Pantai Marina Boom yang dipadati warga saat ngabuburit hari pertama puasa.

BANYUWANGI, detikkota.com – Sebanyak 250 pedagang meramaikan Pasar Takjil Ramadan “Ngerandu Buko” yang digelar di kawasan wisata Pantai Marina Boom, Kamis (18/02/2026). Kegiatan tersebut menjadi salah satu pusat keramaian warga pada hari pertama puasa Ramadan.

Sejak sore hari, masyarakat memadati lokasi untuk ngabuburit sekaligus membeli aneka menu berbuka puasa. Beragam kuliner khas Banyuwangi dijajakan, mulai dari petula (patula), berbagai jenis bubur dan kolak, precet olahan pisang, darplok, hingga makanan berat seperti nasi tempong serta minuman segar.

Salah satu pengunjung, Dela, mengaku sengaja datang bersama rekannya untuk berbuka puasa di lokasi tersebut. Menurutnya, suasana senja di tepi marina menjadi daya tarik tersendiri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ini salah satu spot berbuka puasa terbaik di Banyuwangi. Bisa membatalkan puasa sambil menikmati senja di pinggir marina,” ujarnya.

Bupati Ipuk Fiestiandani mengatakan, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi terus mendorong pelaksanaan pasar takjil Ramadan di berbagai wilayah sebagai upaya menggerakkan ekonomi masyarakat.

“Dengan adanya pasar takjil ini ribuan warga dan pelaku UMKM terlibat. Momentum Ramadan kita manfaatkan untuk menumbuhkan dan menggerakkan ekonomi rakyat,” kata Ipuk saat membuka kegiatan tersebut.

Pasar takjil tersebut tidak hanya dikunjungi warga lokal, tetapi juga wisatawan mancanegara. Salah satunya Glenn, turis asal Amerika Serikat, yang mengaku terkesan dengan suasana Ramadan di Banyuwangi.

“Pasar Ramadan ini sangat menarik. Saya tidak menyangka seramai ini perayaan Ramadan di Banyuwangi. Suasananya berbeda dengan Bali maupun Lombok,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Ipuk juga mengingatkan pentingnya pengelolaan sampah selama kegiatan berlangsung. Ia mengimbau pedagang dan pembeli membawa kantong belanja sendiri untuk mengurangi penggunaan plastik, sebagai bagian dari komitmen program Banyuwangi ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah).

Selain itu, Pemkab Banyuwangi melalui Dinas Kesehatan akan melakukan pengawasan terhadap higienitas makanan. Petugas laboratorium akan berkeliling secara rutin untuk memastikan makanan yang dijual layak konsumsi.

Penulis : Bi

Editor : Bi

Berita Terkait

Krisis Air Bersih Empat Bulan, Warga Langsar Sumenep Dapat Bantuan
Cuaca Sumenep Berubah Cepat, BMKG Ingatkan Warga dan Nelayan Waspada
Kades Nuryadi “Abah Haji” Buktikan Pembangunan Lumbung Desa, Petani Kini Punya Tempat Penyimpanan Hasil Panen
Tiga Bulan Masuk DPO, Keberadaan Guru ASN di Sumenep Belum Terungkap
ATEP HERU TIADA, BELPUR BERDUKA
GPN Jatim dan DLH Sumenep Investigasi Dugaan Limbah Tambak Udang di Pesisir Ambunten
Wali Kota Eri Datangi Penyalur ART di Gunung Anyar, Pekerja Terjerat Denda Rp3,5 Juta Dipulangkan
Hari Tani Nasional 2026, Bupati Probolinggo Soroti Pupuk dan Harga Komoditas

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:21 WIB

Krisis Air Bersih Empat Bulan, Warga Langsar Sumenep Dapat Bantuan

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:24 WIB

Kades Nuryadi “Abah Haji” Buktikan Pembangunan Lumbung Desa, Petani Kini Punya Tempat Penyimpanan Hasil Panen

Minggu, 4 Oktober 2026 - 22:57 WIB

Tiga Bulan Masuk DPO, Keberadaan Guru ASN di Sumenep Belum Terungkap

Selasa, 29 September 2026 - 16:38 WIB

ATEP HERU TIADA, BELPUR BERDUKA

Selasa, 29 September 2026 - 16:35 WIB

GPN Jatim dan DLH Sumenep Investigasi Dugaan Limbah Tambak Udang di Pesisir Ambunten

Berita Terbaru