300 Lebih Warga Binaan Lapas Banyuwangi Dapatkan Remisi Khusus Idul Fitri

Senin, 2 Mei 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANYUWANGI, detikkota.com – Momen Hari Raya Idul Fitri 1443 H mendatangkan kebahagiaan tersendiri kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Banyuwangi. Pasalnya, sebanyak 399 orang WBP Lapas Banyuwangi mendapatkan Remisi Khusus Idul Fitri.

Hal itu disampaikan oleh Kalapas Banyuwangi Wahyu Indarto usai penyerahan Surat Keputusan secara simbolis kepada perwakilan warga binaan yang dilaksanakan setelah pelaksanaan sholat Idul Fitri di Lapangan Tenis Lapas Banyuwangi, Senin (02/05/2022).

“Kami telah menerima Surat Keputusan Kolektif dari Ditjen Pemasyarakatan. Dalam SK tersebut, sebanyak 399 warga binaan kami mendapatkan remisi,” terang Wahyu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Remisi tersebut diberikan kepada narapidana yang telah memenuhi syarat administratif maupun substantif. Diantaranya telah menjalani masa pidana lebih dari 6 bulan, tidak terdaftar dalam register F (catatan pelanggaran disiplin) dan aktif dalam kegiatan pembinaan.

“Untuk narapidana dengan tindak pidana korupsi ada syarat tambahan yaitu telah membayar lunas uang denda dan uang pengganti, sedangkan untuk narapidana dengan tindak pidana terorisme harus melakukan ikrar setia kepada NKRI,” bebernya.

Wahyu menyebutkan bahwa jumlah warga binaan yang mendapatkan remisi sesuai dengan yang telah diusulkan pada tahap pertama.

“Jadi nanti akan ada beberapa tambahan usulan terhadap warga binaan yang memenuhi syarat untuk mendapatkan remisi. Usulan lanjutan tersebut dikarenakan ada beberapa warga binaan yang baru memenuhi syarat setelah usulan tahap pertama dilakukan,” ujarnya.

Karena bersifat khusus, lanjut Wahyu, remisi yang diberikan pada peringatan Hari Raya Idul Fitri 1443 H itu hanya diberikan kepada warga binaan yang beragama Islam. “Untuk warga binaan dengan agama lain juga diusulkan pada momen perayaan hari raya masing-masing,” imbuhnya.

Jika digolongkan menurut tindak pidananya, sekitar 305 warga binaan tergolong tindak pidana khusus. Sedangkan sisanya merupakan pelaku tindak pidana umum.

Besaran remisi atau potongan masa tahanan yang diterima oleh warga binaan pun beragam, mulai dari 15 hari hingga 2 bulan. “Dominan dari mereka mendapatkan potongan masa tahanan selama 1 bulan,” ucapnya.

Wahyu pun menegaskan pemberian remisi tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan di Lapas Banyuwangi berjalan dengan baik. Karena untuk mendapatkan remisi, warga binaan harus memenuhi beberapa kriteria, seperti berkelakuan baik dan aktif dalam kegiatan pembinaan.

“Serta tidak pernah melakukan tindakan yang melanggar tata tertib didalam Lapas,” pungkasnya. (her/noo)

Berita Terkait

Banyuwangi Kembali Jadi Pilot Project Nasional Pengentasan Kemiskinan
Ribuan Anak Probolinggo Tampilkan Budaya Nusantara di HUT RI
Operasi Gabungan Gagalkan Penyelundupan 2,6 Ton Sabu Cair dan 1,57 Juta Rokok Ilegal di Kepri
Semarak HUT ke-81 RI, Pemkot Probolinggo Gelar Lomba Antar-OPD
Curanmor di Lenteng Terungkap, Pelaku Ditangkap Kurang dari 24 Jam
Menko Pangan Tampung Keluhan Petani Banyuwangi, Janji Kawal Perbaikan Irigasi
Dari Kampus ke Garda Demokrasi, Mahasiswa Uniba Madura Tuntaskan Magang di Bawaslu Sumenep
Polresta Sumenep Edukasi 140 Pelajar MAN Sumenep soal Pemanfaatan AI

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 16:44 WIB

Banyuwangi Kembali Jadi Pilot Project Nasional Pengentasan Kemiskinan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 16:41 WIB

Ribuan Anak Probolinggo Tampilkan Budaya Nusantara di HUT RI

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 02:59 WIB

Operasi Gabungan Gagalkan Penyelundupan 2,6 Ton Sabu Cair dan 1,57 Juta Rokok Ilegal di Kepri

Jumat, 21 Agustus 2026 - 12:57 WIB

Semarak HUT ke-81 RI, Pemkot Probolinggo Gelar Lomba Antar-OPD

Jumat, 21 Agustus 2026 - 11:04 WIB

Curanmor di Lenteng Terungkap, Pelaku Ditangkap Kurang dari 24 Jam

Berita Terbaru