5 Hari Pencarian Korban Tenggelam KMP Yunicee 1 Jenazah di Temukan Mengapung

Sabtu, 3 Juli 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BALI, detikkota.com – 5 Hari pencarian korban tenggelamnya KMP Yunicee yang melibatkan TNI – AL ,KRI Rigel 933, KRI Saputan 923, KRI Singa 651, KN SAR Permadi, KMP ASDP Indonesia Ferry, RIB SAR 01 Gilimanuk, RIB SAR 04 Buleleng, RIB SAR 01 Banyuwangi, KNP 5209 KSOP Tanjung Wangi, Speed Boad Ditpolairud Polda Bali, Speed Boat Polair Polres Jembrana, Speed Boat KPLP Gilimanuk, Rubber Boat Polair Polres Jembrana, Rubber Boat Pos TNI AL Gilimanuk dan Rubber Boat KSOP Tanjung Wangi hari ini menemukan 1 jenazah mengapung.

Berdasarkan Informasi yang di terima dari Relawan Ambulance RAPI 02 Wilayah kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur yang sampai saat ini masih Standby di Posko sementara di Pelabuhan Penyebrangan Ketapang, Satu Jenazah kembali ditemukan oleh Tim SAR Gabungan di Perairan Selatan Gilimanuk dengan Kordinat 08°11′ 25″S -115°26’3″E pada hari Sabtu (03/07/2021), sekitar Pukul 08.42 WITA dengan Kondisi Mengapung

Kepala Kantor Basarnas Bali, sekaligus SAR Mission Coordinator (SMC), Gede Darmada, menyampaikan, ‘Bahwa Penyisiran yang dilakukan oleh Tim SAR Gabungan dengan menggunakan Speed Boat Polair telah menemukan Jenazah dalam Kondisi mengapung dengan ciri-ciri: 1. Jenis Kelamin Laki – Laki, 2. Memakai Kemeja Hitam, 3. Mengenakan Celana Pendek Coklat 4. Memakai Sepatu Warna Biru, dan saat ini Jenazah telah dievakuasi ke RSUD Negara Bali dengan menggunakan Ambulance Potensi SAR Radio 115,” Ungkap Gede Darmada.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saat di temukan tiem gabungan, posisi jenazah dalam keadaan mengapung telungkup,dan jenazah di larikan ke RSUD Negara, dari Hasil Identifikasi Sidik Jari oleh Tim Inafis Polda Bali dan Tim Inafis Polres Jembrana, Jenazah diketahui bernama Miftahul Arifin, kelahiran Sumenep,30 Januari 1977, asal Kabupaten Sumenep, Jawa Timur,” ucapnya

Lebih lanjut Gede Darmada menyampaikan,” Kondisi Jenazah sudah tidak bisa dikenali secara Visual, namun Sidik Jari masih bisa terbaca oleh Mobile Automated Multi Biometric Identification System (MAMPIS),” Tambahnya

“Berdasarkan Data Ante Morten dan Pos Morten yang diterima Posko SAR Gabungan Pencari Korban KMP Yunice di Gilimanuk terdapat kecocokan fisik dan keterangan dari Keluarga Korban yang menyatakan saat kejadian Korban mengenakan Celana Pendek, dan Korban termasuk dalam data yang ada di dalam Manifest KMP Yunice,” pungkas Gede Darmada. (tiem)

Berita Terkait

Presiden Prabowo: Olahraga Cerminan Kekuatan dan Kebangkitan Bangsa
Kapolres Sumenep Terima Penghargaan Presiden RI atas Dukungan Swasembada Pangan Nasional
Pemerintah Bentuk Satgas Percepatan Pemulihan Pascabencana Aceh, Sumut, dan Sumbar
Jalan Rusak Parah, Warga Montorna Terpaksa Gotong Royong Pikulkan Orang Sakit ke Puskesmas
Insentif Guru Non ASN Dipersoalkan, Komisi IV DPRD Sumenep Buka Ruang Aduan
Disdik Tegaskan Tak Ada Potongan Dana Insentif Guru Non K2 Non ASN, Tantang Sebut Oknum
Insentif Guru Non K2 di Sumenep Diduga Dipangkas hingga Ratusan Ribu Rupiah
Fiskal Tertekan, AFED Nilai Kebijakan APBD Sumenep Tak Sejalan dengan Visi Kepala Daerah

Berita Terkait

Jumat, 9 Januari 2026 - 14:12 WIB

Presiden Prabowo: Olahraga Cerminan Kekuatan dan Kebangkitan Bangsa

Rabu, 7 Januari 2026 - 15:58 WIB

Kapolres Sumenep Terima Penghargaan Presiden RI atas Dukungan Swasembada Pangan Nasional

Rabu, 7 Januari 2026 - 13:07 WIB

Pemerintah Bentuk Satgas Percepatan Pemulihan Pascabencana Aceh, Sumut, dan Sumbar

Sabtu, 3 Januari 2026 - 07:15 WIB

Jalan Rusak Parah, Warga Montorna Terpaksa Gotong Royong Pikulkan Orang Sakit ke Puskesmas

Jumat, 2 Januari 2026 - 11:11 WIB

Insentif Guru Non ASN Dipersoalkan, Komisi IV DPRD Sumenep Buka Ruang Aduan

Berita Terbaru

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.

Pemerintahan

SPBE Banyuwangi Tertinggi Nasional, KemenPAN-RB Beri Nilai 4,87

Jumat, 9 Jan 2026 - 14:06 WIB