PMII Unija Gelar Demonstrasi, Bertajuk Evaluasi Kinerja Fauzi-Eva

Senin, 1 November 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PMII Komisariat Universitas Wiraraja Sumenep, saat menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Pemkab Sumenep

PMII Komisariat Universitas Wiraraja Sumenep, saat menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Pemkab Sumenep

SUMENEP, detikkota.com – Dalam rentang waktu seminggu terakhir eskalasi protes mahasiwa dari berbagai entitas gerakan terhadap, satu tahun pertama kepemimpinan Bupati Achmad Fauzi dan Wakil Bupati Nyai Hj Dewi Khalifah terus meningkat

Protes mahasiswa ini masih berkutata pada seputar evaluasi kinerja Fauzi-Eva yang hampir satu tahun memegang tampuk kepemimpinan tertinggi di Kabupaten Sumenep. Pada pembuka awal bulan November 2021 ini, mahasiwa kembali menggelar demonstrasi bertajuk evaluasi kinerja Fauzi-Eva

Kali ini aksi dilakukan oleh puluhan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Universitas Wiraraja (Unija) Senin (1/11/2021). Mahasiswa menilai dibawah nahkoda Fauzi-Eva, masih banyak persoalan fundamental rakyat yang belum terselesaikan. Mulai dari masih tingginya kemiskinan hingga masih banyaknya pengangguran

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Faktanya kemiskinan masih belum teratasi, terbukti 8,25 ribu jiwa penduduk Sumenep masih miskin, sementara garis kemiskinan sebesar Rp. 382.491 perkapita per bulan. Hal ini jelas menandakan ketidakmampuan pemerintah mengatasinya,” ujar Korlap aksi Safid Ahmadi

Padahal, penentasan kemiskinan dan mengurangi angka pengangguran merupakan janji politik Fauzi-Eva saat kampanye. Selain itu, mahasiswa yang juga sekaligus Ketua Komisariat PMII Unija ini juga menyinggung terkait maraknya investor asing yang diduga hanya menjadi biang kerok terjadinya banjir di Kota Sumenep.

“Banyak investor nakal yang bangun perhotelan dengan bebasnya masuk ke Sumenep. Hal ini menandakan pemerintah tidak memperhatikan masyarakat Sumenep dan persoalan yang sangat krusial yakni masalah banjir,” ungkapnya lagi.

Untuk itu, mahasiswa menuntut Pemkab Sumenep untuk menolak investor nakal yang mulai mengeksploitasi kekayaan alam Sumenep. Dan tangani banjir dengan serius dengan memperhatikan infrastruktur dan tata ruang.

Aksi yang disambut dengan kawat berduri melintang disepanjang kantor Bupati Sumenep dan dijaga ketat oleh aparat kepolisian, mereka tetap meneriakkan tuntutannya meski tak ditemui orang nomor satu di Kabupaten Sumenep itu.

Bahkan mereka meneriakkan agar hukum ditegakkan seadil-adilnya, tangkap tiga tersangka kasus Dinkes dan keempat tuntaskan kemiskinan dan pengangguran.

“Salah satunya yaitu kasus korupsi gedung dinkes yang hingga hari ini belum ada kejelasan dan membiarkan 3 tersangka tetap berkeliaran,” pungkasnya. (TH)

Berita Terkait

Penerimaan Polri 2026 Resmi Dibuka, Kesempatan Jadi Bhayangkara Hingga 30 Maret
SMA NU Sumenep Gelar Tahsinul Qira’ah Metode Tartila bil Qolam dalam Program Pondok Ramadan
Stok BBM dan LPG di Lumajang Dipastikan Aman, Warga Diimbau Tidak Panic Buying
Wakapolres Sumenep Cek Senpi Anggota untuk Tingkatkan Pengawasan dan Disiplin
Menko Pangan Tanggapi Keluhan Petani Garam, Pemerintah Siapkan Stabilitas Harga
Polres Sumenep Umumkan Pencarian Orang Hilang, Yadan Nabila Dilaporkan Tak Diketahui Keberadaannya
Menko Pangan Zulkifli Hasan Tinjau Produksi Garam di Sampang, Dorong Indonesia Bebas Impor
Bupati Pasuruan dan Kapolda Jatim Ikuti Penanaman Jagung Serentak Dukung Swasembada Pangan

Berita Terkait

Selasa, 10 Maret 2026 - 15:38 WIB

Penerimaan Polri 2026 Resmi Dibuka, Kesempatan Jadi Bhayangkara Hingga 30 Maret

Selasa, 10 Maret 2026 - 09:47 WIB

SMA NU Sumenep Gelar Tahsinul Qira’ah Metode Tartila bil Qolam dalam Program Pondok Ramadan

Senin, 9 Maret 2026 - 16:41 WIB

Stok BBM dan LPG di Lumajang Dipastikan Aman, Warga Diimbau Tidak Panic Buying

Senin, 9 Maret 2026 - 10:03 WIB

Wakapolres Sumenep Cek Senpi Anggota untuk Tingkatkan Pengawasan dan Disiplin

Minggu, 8 Maret 2026 - 22:40 WIB

Menko Pangan Tanggapi Keluhan Petani Garam, Pemerintah Siapkan Stabilitas Harga

Berita Terbaru