Baru 1 Tahun Menjabat, Kades Pancor Siap Membongkar Pungli Tanah Kas Desa

Selasa, 19 April 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, detikkota.com – Baru-baru ini Kepala Desa Pancor Hainur Rahman S.sos., menunjukkan taringnya dalam menjalankan tugas di desanya. Satu tahun mengemban tugas di desanya itu, dia siap membongkar modus kotor salah satu mantan Kepala Dusun (Kadus).

Itu, berawal dari semrawutnya tatanan adminstrasi pengelolaan Tanah Kas Desa (TKD) dari kepemimpinan mantan Kades sebelumnya, sehingga membuat Rahman mencurigai dan geram dengan praktek pungli serta pengelolaannya yang melanggar dan menyimpang dari Peraturan Desa (Perdes).

Ia menyebutkan, dalam Perdes sudah di atur para penyewa TKD adalah warga Desa Pancor dan bukan dari kalangan perangkat desa, dengan masa waktu dua tahun. Lebih mirisnya lagi Panitia Pengelola TKD di hendel oleh oknum mantan Kadus yang dicurigai melakukan aksi-aksi pungli tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Berawal dari resah dan kegelisahan masyarakat penyewa tanah yang di pungut uang sewa TKD sejak masa kepemimpinan mantan Kades sebelumnya telah di mintai sejumlah uang untuk sewa tanah tersebut, sampai akhir jabatan mantan Kepala Desa Pancor, padahal itu jelas menabrak aturan-aturan tentang TKD yang tertuang dalam Perdes itu sendiri,” ungkap Kades Pancor Kecamatan Gayam Kabupaten Sumenep, Senin (18/04/2022).

Alhasil, Kades Rahman menemukan bukti-bukti di lapangan seperti kwitansi-kwitansi pembayaran yang di bikin sendiri oleh oknum untuk melancarkan modus aksinya yang bervariatif masa waktu sewa tanah serta cara pembayaran yang tidak dilakukan di balai desa.

“Seperti pengakuan salah satu penyewa sawah TKD yaitu Pak Syakur yang dipungut uang sejumlah,” terangnya.

“Maka harus bertanggung jawab secara hukum karena itu adalah termasuk PAD Desa dari periode ke periode,” begitu imbuh Rahman Kades Pancor, menyikapi tentang perbuatan mantan Kadusnya tersebut.

“Bayangkan penyewa tanah kas desa sebanyak 137 orang pertahunnya berkisar Rp 140 juta pertahun dikalikan 5 tahun, itu jumlah uang sangat banyak sekali, lalu kemana uang tersebut sementara saudara Azam selaku Bendahara Desa tidak pernah menerima uang tersebut,” pungkas Rahman.

Saat ini Kades Pancor tengah membenahi dan memperbaiki administrasi terkait TKD dengan melakukan kordinasi dengan tokoh-tokoh masyarakat dan BPD untuk kemajuan desanya. (M/Red)

Berita Terkait

Direktur BPRS Bhakti Sumekar: Hardiknas 2026 Momentum Perkuat Literasi dan Inklusi Keuangan Generasi Muda
Hardiknas 2026, Dinkes P2KB Sumenep Tegaskan Pendidikan Berkualitas Butuh Gerakan Bersama
Direktur RSUD dr H Moh Anwar Sumenep: Hardiknas 2026 Momentum Cetak Generasi Sehat dan Cerdas
Polres Sumenep Gelar Apel Siaga dan Patroli Besar, Antisipasi Kerawanan May Day
Polres Sumenep Gelar Rikkes Berkala 2026, Pastikan Kesehatan Personel Tetap Prima
Koordinator SPPG Sumenep Pastikan Laporan MBG Kalianget dan Pragaan Segera Dikirim ke KPPG Surabaya
Kuasa Hukum Soroti Dugaan Jaringan dalam Kasus Kredit BRI Sumenep
Bunga Desa Jadi Solusi Layanan Dekat bagi Warga Tiga Desa di Banyuwangi

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 14:34 WIB

Direktur BPRS Bhakti Sumekar: Hardiknas 2026 Momentum Perkuat Literasi dan Inklusi Keuangan Generasi Muda

Sabtu, 2 Mei 2026 - 11:01 WIB

Hardiknas 2026, Dinkes P2KB Sumenep Tegaskan Pendidikan Berkualitas Butuh Gerakan Bersama

Sabtu, 2 Mei 2026 - 10:58 WIB

Direktur RSUD dr H Moh Anwar Sumenep: Hardiknas 2026 Momentum Cetak Generasi Sehat dan Cerdas

Jumat, 1 Mei 2026 - 10:04 WIB

Polres Sumenep Gelar Apel Siaga dan Patroli Besar, Antisipasi Kerawanan May Day

Kamis, 30 April 2026 - 12:07 WIB

Polres Sumenep Gelar Rikkes Berkala 2026, Pastikan Kesehatan Personel Tetap Prima

Berita Terbaru