Ngaji Budaya dan Pameran Pusaka Nusantara 2026 Digelar di Kraksaan

Minggu, 15 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pameran keris dan pusaka Nusantara dalam kegiatan Ngaji Budaya yang digelar Rumah Budaya Roma Sondhuk di Kelurahan Sidomukti, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo.

Pameran keris dan pusaka Nusantara dalam kegiatan Ngaji Budaya yang digelar Rumah Budaya Roma Sondhuk di Kelurahan Sidomukti, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo.

PROBOLINGGO, detikkota.com – Rumah Budaya Roma Sondhuk menggelar kegiatan Ngaji Budaya dan Pameran Pusaka Nusantara 2026 di Kelurahan Sidomukti, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Sabtu hingga Minggu (14–15/3/2026).

Kegiatan tersebut menghadirkan pameran pusaka Nusantara, dialog budaya, serta pertunjukan seni tradisional sebagai upaya merawat warisan budaya di tengah perkembangan zaman yang semakin modern.

Founder Rumah Budaya Roma Sondhuk sekaligus penggagas kegiatan, Nur Syamsi Zakariya, mengatakan bahwa konsep Ngaji Budaya tahun ini dibuat berbeda dari pelaksanaan sebelumnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, jika pada tahun-tahun sebelumnya kegiatan hanya berupa diskusi kebudayaan, kali ini dipadukan dengan pameran berbagai pusaka Nusantara seperti keris, tombak, serta peninggalan leluhur yang memiliki nilai sejarah dan filosofi.

“Selain diskusi budaya, pengunjung juga bisa melihat langsung berbagai pusaka peninggalan leluhur seperti keris dan tombak yang menjadi bagian dari kebudayaan Nusantara,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut juga menghadirkan para praktisi budaya sekaligus mpu pembuat keris. Terdapat tiga mpu yang hadir, dua berasal dari daerah setempat dan satu mpu dari Sumenep, Madura, yakni Mpu Ikka Arista yang dikenal sebagai satu-satunya mpu perempuan di Indonesia.

Menurutnya, kegiatan tersebut bertujuan mengenalkan kepada generasi muda bahwa keris bukan sekadar senjata tradisional, melainkan bagian dari identitas dan warisan budaya bangsa.

Pada hari pertama, pengunjung disuguhi pameran pusaka Nusantara yang menarik perhatian para pecinta budaya. Pada malam harinya, kegiatan dilanjutkan dengan pertunjukan seni musik tradisional khas Probolinggo, Seronen.

Acara juga diisi dengan dialog budaya yang menghadirkan narasumber utama KH Jadul Maula, pengasuh Pondok Pesantren Sunan Kaliopak Yogyakarta, dengan tema “Menggali Akar Tradisi, Menggapai Pintu Langit (Keberkahan)”.

Dalam pemaparannya, KH Jadul Maula menyampaikan bahwa Indonesia memiliki kekuatan besar di bidang kebudayaan karena kaya akan tradisi, seni, kuliner, hingga artefak peninggalan leluhur.

Ia menilai tantangan terbesar saat ini adalah mulai tergesernya tradisi oleh berbagai produk modernitas yang kerap kehilangan nilai kebijaksanaan budaya.

Menurutnya, kegiatan Ngaji Budaya dapat menjadi momentum untuk membangkitkan kembali kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga dan memahami nilai-nilai luhur budaya Nusantara.

Kegiatan tersebut juga dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya anggota DPRD Kabupaten Probolinggo Deni Ilham, sejumlah ulama Nahdlatul Ulama, Kepala Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Probolinggo, serta komunitas budaya dari berbagai daerah.

Penulis : HT

Editor : Id

Berita Terkait

Krisis Air Bersih Empat Bulan, Warga Langsar Sumenep Dapat Bantuan
Cuaca Sumenep Berubah Cepat, BMKG Ingatkan Warga dan Nelayan Waspada
Kades Nuryadi “Abah Haji” Buktikan Pembangunan Lumbung Desa, Petani Kini Punya Tempat Penyimpanan Hasil Panen
Tiga Bulan Masuk DPO, Keberadaan Guru ASN di Sumenep Belum Terungkap
ATEP HERU TIADA, BELPUR BERDUKA
GPN Jatim dan DLH Sumenep Investigasi Dugaan Limbah Tambak Udang di Pesisir Ambunten
Wali Kota Eri Datangi Penyalur ART di Gunung Anyar, Pekerja Terjerat Denda Rp3,5 Juta Dipulangkan
Hari Tani Nasional 2026, Bupati Probolinggo Soroti Pupuk dan Harga Komoditas

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:21 WIB

Krisis Air Bersih Empat Bulan, Warga Langsar Sumenep Dapat Bantuan

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:24 WIB

Kades Nuryadi “Abah Haji” Buktikan Pembangunan Lumbung Desa, Petani Kini Punya Tempat Penyimpanan Hasil Panen

Minggu, 4 Oktober 2026 - 22:57 WIB

Tiga Bulan Masuk DPO, Keberadaan Guru ASN di Sumenep Belum Terungkap

Selasa, 29 September 2026 - 16:38 WIB

ATEP HERU TIADA, BELPUR BERDUKA

Selasa, 29 September 2026 - 16:35 WIB

GPN Jatim dan DLH Sumenep Investigasi Dugaan Limbah Tambak Udang di Pesisir Ambunten

Berita Terbaru