Di PWI Talk, Owner Batik Canteng Koneng Beberkan Rahasia Ini

Sabtu, 25 Februari 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, detikkota.com – Sejak awal talk show dimulai, Owner Batik Canteng Koneng, Didik Haryanto menjelaskan secara filosofis nama yang dipakai untuk brand batiknya. Canteng berasal dari bahasa Madura yang berarti gayung. Sementara Koneng berarti kuning. Secara etimologis, Canteng Koneng berarti Gayung atau canting (alat membatik) berwarna kuning.

Menurutnya, gayung adalah wadah air, sebab tidak akan ada kehidupan di dunia tanpa air. Sedangkan warna kuning edentik dengan warna emas, benda berharga yang bernilai tinggi.

“Ini pertanyaan banyak orang, tapi saya tak pernah menjelaskannya. Baru sekarang di PWI Talk. Bahkan, saya juga tidak pernah mau diundang talk show, kecuali ini”, kata Didik Cako, panggilan karib Didik Haryanto, menjawab pertanyaan host, Gita Larasati, saat menjadi narasumber PWI Talk, Sabtu (25/2/2023).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tidak mudah memulai usaha batik Canteng Koneng, lanjut Didik. Saat merintis 2011, dirinya sudah punya usaha mapan di Bandung Jawa Barat. “Tapi karena satu hal, saya terpaksa pulang ke Sumenep dan mulai menekuni batik”, kenangnya.

Awalnya, design batik yang dibuat Canteng Koneng mendapat banyak penolakan karena sangat berbeda dengan motif batik pada umumnya. “Sebagian mereka malah mencibir, bahkan menghina. Dibilang itu bukan batik”, tutur Didik.

Namun saat ini, corak batik yang digagas Canteng Koneng menjadi “kiblat” batik di Sumenep. Didik juga tidak keberatan pembatik lain meniru pola motif batiknya, meski dirinya menyayangkan sikap itu. Sebab, bagi Didik berkarya itu dengan hati. Bukan hasil meniru karya orang lain.

“Kamu boleh meniru batik saya, tapi orang tetap akan menganggap itu KW. Sampai kapan kamu mau disebut pengrajin batik KW?”, tanyanya.

Owner media online detikkota.com itu juga menjelaskan bahwa, design batik Canteng Koneng memiliki ciri khas dengan menyuguhkan satu titik pandang yang tegas dan menarik pada kain batik. Orang yang mengenakan batik Canteng Koneng dipastikan semakin gagah. “Karakter batik Canteng Koneng sama seperti saya, tegas”, imbuhnya.

Untuk harga jual batik Canteng Koneng cukup variatif, mulai dari Rp 1 juta hingga Rp 4 juta. Tergantung motif, pewarnaan dan bahan kain yang digunakan. “Untuk harga di bawah satu juta, saya sudah tidak menyediakan. Biar pasar untuk kelas itu dilayani oleh pengrajin batik lain”, sebutnya.

Ditanya jumlah karyawan yang saat ini bekerja di Canteng Koneng, Didik menyebut sekitar 50 orang. Puluhan karyawan itu menyebar di sejumlah rumah produksi. Kantor pusat, berada di Jalan Kartini Gang II Nomor 1 Desa Pangarangan Kecamatan Kota Sumenep.

“Kalau soal besaran gaji, karyawan yang menentukan sendiri. Mereka tinggal nulis sudah mengerjakan apa saja dan menyelesaikan berapa potong. Yang penting kejujuran. Karena saya menerapkan manajemen taqwa, semua saya serahkan pada Allah”, jelas Didik.

Dirinya tidak khawatir batiknya tidak laku di pasaran karena membandrol harga tinggi. Dia yakin, batik Canteng Koneng mempunyai pasar tersendiri. “Jika barang yang Anda jual tidak laku, itu bukan karena harganya yang kemahalan, tapi salah Anda memasarkan barang pada orang yang tidak tepat”, tuturnya.

Didik mengimbau kepada para pelaku usaha agar tetap konsisten. Selebihnya, serahkan kepala Allah. “Dan yang terpenting, kita jangan pernah mengatur Allah dan jangan mau diatur orang lain”, tutup Didik di acara PWI Talk.(red)

Berita Terkait

Kapolres Sumenep Sosialisasikan DIPA 2026, Tekankan Pengelolaan Anggaran Akuntabel
Bupati Bangkalan Temui Massa Aksi HMI, Dengarkan Aspirasi Mahasiswa di Depan Kantor Pemkab
Ketua TP PKK Lumajang Dorong Dunia Modeling Jadi Sarana Promosi Budaya Lokal
Pengajuan Kerja Sama Publikasi Media di Diskominfo Purwakarta Dinilai Rumit dan Berbelit
Sumur Bor Keluarkan Gas Mudah Terbakar di Banyuates Sampang, Polisi Hentikan Pengeboran
Warga Kepulauan Tertahan Akibat Cuaca Ekstrem, Baznas Sumenep Langsung Salurkan Logistik
Polres Sumenep Gelar Sidang BP4R sebagai Bekal Anggota Jelang Pernikahan
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sumenep Terima Kunjungan FKMSA Universitas Wiraraja

Berita Terkait

Senin, 19 Januari 2026 - 18:43 WIB

Kapolres Sumenep Sosialisasikan DIPA 2026, Tekankan Pengelolaan Anggaran Akuntabel

Senin, 19 Januari 2026 - 15:49 WIB

Bupati Bangkalan Temui Massa Aksi HMI, Dengarkan Aspirasi Mahasiswa di Depan Kantor Pemkab

Minggu, 18 Januari 2026 - 18:15 WIB

Ketua TP PKK Lumajang Dorong Dunia Modeling Jadi Sarana Promosi Budaya Lokal

Jumat, 16 Januari 2026 - 17:42 WIB

Pengajuan Kerja Sama Publikasi Media di Diskominfo Purwakarta Dinilai Rumit dan Berbelit

Jumat, 16 Januari 2026 - 13:27 WIB

Sumur Bor Keluarkan Gas Mudah Terbakar di Banyuates Sampang, Polisi Hentikan Pengeboran

Berita Terbaru

Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto saat bersilaturahmi dengan Bupati Sumenep dan Ketua DPRD Kabupaten Sumenep.

Pemerintahan

Kapolres Sumenep Bangun Sinergi Awal dengan Bupati dan Ketua DPRD

Selasa, 20 Jan 2026 - 00:30 WIB