Jelang Penghujung Tahun, Volume Pengiriman SBW Capai 917 Kilogram

Sabtu, 7 November 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sarang burung walet (SBW)

Sarang burung walet (SBW)

KENDARI, detikkota.com – Seakan tidak pernah menurun, sarang burung walet (SBW) masih menjadi salah satu primadona produk pertanian yang bernilai tinggi.

Karantina Pertanian Kendari mencatat frekuensi pengeluaran SBW dari Sulawesi Tenggara sepanjang tahun 2020 sebanyak 95 kali dengan volume mencapai 917 kg.

Nilai jualnya mencapai Rp 11 miliar rupiah. Jakarta menjadi kota tujuan favorit pengiriman SBW dari Kendari. Disusul oleh Batam, kemudian Samarinda.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pelaku usaha mengaku belum akan mengekspor langsung karena saat ini masih dalam tahap pengembangan rumah walet.

Setelah itu baru akan membuka rumah pemrosesan agar memenuhi persyaratan kualitas ekspor.

Pejabat Karantina Kendari menyertifikasi SBW tujuan Jakarta.

Pemeriksaan meliputi kesesuaian jenis dan jumlah media pembawa serta kelayakan kemasan.

“Sarang Burung Walet sebanyak 17 kg dengan kemasan plastik dalam keadaan kering. Tidak tercemar kontaminan, dan layak diberangkatkan ke Jakarta,” tutur Akbar pejabat Karantina Pertanian Kendari, Sabtu (7/11).

Dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, pengiriman SBW keluar Kendari mengalami kenaikan.

Frekuensi pengiriman mengalami kenaikan hingga 30% dan kenaikan volume mencapai 13%. Hal ini menjadi perhatian Karantina Pertanian Kendari untuk mendukung pelaku usaha dalam persiapan untuk meningkatkan kualitas produksi SBW agar dapat bersaing di pasar internasional. (Dw.A/Red)

Berita Terkait

Kapolres Sumenep Terima Penghargaan Presiden RI atas Dukungan Swasembada Pangan Nasional
Jalan Rusak Parah, Warga Montorna Terpaksa Gotong Royong Pikulkan Orang Sakit ke Puskesmas
Insentif Guru Non ASN Dipersoalkan, Komisi IV DPRD Sumenep Buka Ruang Aduan
Akhiri 2025, Baznas Sumenep Dorong Kemandirian UMKM lewat Bantuan Rombong
Disdik Tegaskan Tak Ada Potongan Dana Insentif Guru Non K2 Non ASN, Tantang Sebut Oknum
Insentif Guru Non K2 di Sumenep Diduga Dipangkas hingga Ratusan Ribu Rupiah
Fiskal Tertekan, AFED Nilai Kebijakan APBD Sumenep Tak Sejalan dengan Visi Kepala Daerah
Aksi Solidaritas di Polres Sumenep Desak Keadilan bagi Korban Pencabulan Anak

Berita Terkait

Rabu, 7 Januari 2026 - 15:58 WIB

Kapolres Sumenep Terima Penghargaan Presiden RI atas Dukungan Swasembada Pangan Nasional

Sabtu, 3 Januari 2026 - 07:15 WIB

Jalan Rusak Parah, Warga Montorna Terpaksa Gotong Royong Pikulkan Orang Sakit ke Puskesmas

Jumat, 2 Januari 2026 - 11:11 WIB

Insentif Guru Non ASN Dipersoalkan, Komisi IV DPRD Sumenep Buka Ruang Aduan

Kamis, 1 Januari 2026 - 15:06 WIB

Akhiri 2025, Baznas Sumenep Dorong Kemandirian UMKM lewat Bantuan Rombong

Rabu, 31 Desember 2025 - 12:41 WIB

Disdik Tegaskan Tak Ada Potongan Dana Insentif Guru Non K2 Non ASN, Tantang Sebut Oknum

Berita Terbaru