Terungkap, Ada 20 Hektar Laut yang Ber-SPPT Atas Nama Kades Mohab

Rabu, 31 Mei 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Penanaman Modal Perijinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dan Tenaga Kerja (Naker) Abd Rahman Riadi.

Kepala Dinas Penanaman Modal Perijinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dan Tenaga Kerja (Naker) Abd Rahman Riadi.

SUMENEP, detikkota.com – Polemik pembangunan tambak garam dengan mereklamasi laut di kawasan Pantai Desa Gersik Putih, Kecamatan Gapura, Kabupaten Sumenep menemui jalan buntu.

Dalam rapat koordinasi yang diinisiasi Dinas Penanaman Modal Perijinan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSP dan Naker) yang dihadiri perwakilan warga yang menolak pembangunan tambak udang dan Pemerintah Desa Gersik Putih menemukan titik temu.

Sebaliknya, dalam rapat tersebut malah terungkap fakta baru, terkait luas reklamasi kawasan laut di Desa Gersik Putih yang akan digarap tambak garam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Fakta mencengangkan, ada seluas 20 hektar laut yang telah terbit Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT) dengan wajib pajak atas nama Mohab, Kepala Desa Gersik Putih.

”Dari 41 hektar yang akan digarap, 21 sudah dikuasi perorangan dengan dasar SHM (sertifikat hak milik). Sementara 20 hektar lainnya sudah keluar SPPT, belum bersertifikat (SHM). Saat ini diusahakan agar dikelola bersama atas nama Kades Mohab,” kata Abd. Rahman Riadi,

Kepala DPMPTSP dan Naker, Selasa (30/5/2021).

Menurutnya, dalam rapat tersebut, Kades Mohab mengaku laut yang di SPPT atas nama dirinya nantinya akan diserahkan ke pemerintah desa untuk dikelola bersama demi kesejahteraan masyarakat.

”Alasan Pak Kades Mohab, tidak mungkin diatasnamakan warga satu per satu. Makanya diatasnamakan dirinya, nanti akan diserahkan ke masyarakat,” imbuh Abd. Rahman menirukan penjelasan Kades Mohab.

Mantan Kepala BPBD Sumenep itu mengaku belum ada kesepakatan antara kedua belah pihak, baik warga yang menolak maupun penggarap serta Pemdes Gersik Putuh. Termasuk, pemilik SHM.

Untuk itu, pihaknya akan mendorong pemerintah desa melakukan komunikasi ulang dengan warga untuk menjelaskan program pembangunan tambak garam di wilayahnya.

”Jadi perlu komunikasi lagi dengan masyarakat supaya kondusif. Apalagi, tadi Kades bersedia untuk menyerahkan lahan yang ber-SPPT itu kepada masyarakat,” kata Rahman.

Sementara itu, perwakilan Pemerintah Desa Gersik Putih, Masdawi mengaku jika 21 hektar dari 41 hektar yang akan digarap dikuasai persorangan atas dasar SHM. Sedangkan, sisanya seluas 20 hektar masih berupa tanah negara.

”Tapi, bukan semua SPPT atas nama Kades. Yang atas nama Kades hanya 6 hektar,” bantahnya.

Masdawi menjelaskan, dari 20 hektar tanah negara, termasuk yang telah ber-SPPT atas nama Kades Mohab akan dibagi dengan pihak penggarap dan masyarakat. Total lahan yang akan diberikan seluas 10 hektar dalam bentuk lahan jadi (telah dibangun tambak.

Pada kesempatan yang sama, Koordinator Gerakan Masyarakat Tolak Reklamasi (Gema Aksi), Amirul Mukminin mengaku heran dengan terbitnya SPPT atas objek lahan di kawasan laut, terlebih SPPT tersebut atas nama Mohab yang tak lain adalah Kepala Desa Gersik Putih.

”Ini fakta baru yang kami terima. Artinya, di luar lahan yang telah ber-SHM atas nama Mohab, masih ada lahan lain yang juga akan diproses untuk ber-SHM  atas nama Mohab,” ujarnya penuh heran.

Pihaknya mempertanyakan mekanisme penerbitan SPPT atas objek lahan di kawasan laut tersebut. Dalam waktu dekat, pihaknya juga akan mendatangi Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) untuk meminta penjelasan mengenai dasar terbitnya SPPT tersebut.

”Kami menduga ada konspirasi banyak pihak dalam kasus ini. Tidak hanya BPN dan Desa, tapi juga ada pihak lain, termasuk Dinas teknis di Pemkab Sumenep untuk melegalkan kepemilihan lahan yang awalnya laut menjadi milik perorangan,” pungkasnya.

Berita Terkait

Rutan Sumenep Sembelih Lima Kambing Kurban pada Idul Adha 1447 H
Pemkab Sumenep Buka Seleksi Komisaris Utama PT BPRS Bhakti Sumekar
Pemkab Sumenep Kembali Raih Opini WTP untuk Kesembilan Kalinya
Sumenep Siap Terapkan Penundaan Layanan Adminduk bagi Mantan Suami yang Abaikan Nafkah
Kadis PUTR Sumenep Tekankan Pentingnya RTRW dalam Pembangunan Daerah
Pemkab Sumenep Dukung Pelatihan Paralegal, Bantuan Hukum Ditarget Menjangkau Desa
LBH Achmad Madani Putra Komitmen Hadirkan Layanan Hukum hingga Desa Terpencil
Indeks Reformasi Birokrasi Sumenep Naik, Pemkab Raih Predikat A-

Berita Terkait

Rabu, 27 Mei 2026 - 11:26 WIB

Rutan Sumenep Sembelih Lima Kambing Kurban pada Idul Adha 1447 H

Rabu, 27 Mei 2026 - 11:15 WIB

Pemkab Sumenep Buka Seleksi Komisaris Utama PT BPRS Bhakti Sumekar

Selasa, 26 Mei 2026 - 19:05 WIB

Pemkab Sumenep Kembali Raih Opini WTP untuk Kesembilan Kalinya

Selasa, 26 Mei 2026 - 17:30 WIB

Sumenep Siap Terapkan Penundaan Layanan Adminduk bagi Mantan Suami yang Abaikan Nafkah

Senin, 25 Mei 2026 - 11:45 WIB

Kadis PUTR Sumenep Tekankan Pentingnya RTRW dalam Pembangunan Daerah

Berita Terbaru

Foto bersama Pemkab Sumenep usai menerima Laporan Hasil Pemeriksaan BPK RI atas LKPD Tahun Anggaran 2025 di Kantor BPK RI Perwakilan Jawa Timur, Selasa (26/05/2026).

Pemerintahan

Pemkab Sumenep Kembali Raih Opini WTP untuk Kesembilan Kalinya

Selasa, 26 Mei 2026 - 19:05 WIB