SPBE Banyuwangi Tertinggi Nasional, KemenPAN-RB Beri Nilai 4,87

Jumat, 9 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.

BANYUWANGI, detikkota.com – Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Pemerintah Kabupaten Banyuwangi kembali meraih capaian tertinggi secara nasional. Berdasarkan hasil pemantauan dan evaluasi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB), Banyuwangi mencatat indeks SPBE sebesar 4,87 dari skala maksimal 5.

Nilai tersebut menempatkan Banyuwangi sebagai pemerintah daerah dengan indeks SPBE tertinggi di Indonesia, sekaligus masuk dalam kategori “Memuaskan”. Capaian ini mengungguli pemerintah daerah lain, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

Berdasarkan hasil evaluasi KemenPAN-RB, lima instansi dengan nilai indeks SPBE tertinggi secara nasional yakni KemenPAN-RB dengan nilai 4,88, disusul Pemkab Banyuwangi 4,87, Pemerintah Provinsi Jawa Barat 4,80, Pemerintah Provinsi Jawa Timur 4,79, dan Pemerintah Kota Surabaya 4,78. Sementara itu, indeks SPBE nasional tercatat berada pada angka rata-rata 3,23.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Evaluasi SPBE 2025 dilakukan terhadap seluruh kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah di Indonesia. Penilaian mencakup 47 indikator yang terbagi dalam empat domain, yakni kebijakan internal, tata kelola SPBE, manajemen SPBE, serta layanan SPBE yang meliputi layanan administrasi pemerintahan dan layanan publik berbasis elektronik.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Menurutnya, hasil ini merupakan buah dari komitmen berkelanjutan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dalam mendorong transformasi digital di seluruh sektor pemerintahan.

“Capaian ini semakin memotivasi kami untuk terus berkomitmen melakukan kinerja terbaik dengan terus memaksimalkan sistem elektronik, baik pada administrasi pemerintahan maupun integrasi pelayanan publik, dengan terus memperbaiki tata kelola dan meningkatkan kapasitas aparatur,” ujar Ipuk, Kamis (8/1/2026).

Ipuk menambahkan, evaluasi SPBE yang dilaksanakan setiap dua tahun sekali menjadi tolok ukur penting dalam memastikan transformasi digital berjalan secara berkelanjutan dan selaras dengan kebijakan nasional.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas dukungan dan kepercayaan yang diberikan kepada Banyuwangi, termasuk penunjukan sebagai pilot project program transformasi digital nasional, khususnya digitalisasi penyaluran bantuan sosial.

“Ini adalah sebuah kepercayaan yang berharga, di mana Banyuwangi menjadi model ‘laboratorium hidup’ transformasi digital pemerintahan daerah untuk menciptakan sistem perlindungan sosial yang lebih baik secara nasional,” kata Ipuk.

Program digitalisasi bantuan sosial tersebut telah diuji coba sejak September 2025 melalui aplikasi Portal Perlinsos. Ke depan, program ini direncanakan akan diperluas ke sejumlah daerah lain di Indonesia setelah dinilai berhasil diterapkan di Banyuwangi.

Sebelumnya, Pemkab Banyuwangi juga telah mengembangkan sistem pelayanan publik digital terintegrasi melalui program Smart Kampung sejak 2016. Program ini bertujuan mendorong budaya digital hingga tingkat desa dan dimanfaatkan untuk layanan kependudukan, bantuan sosial, pendidikan, serta kesehatan.

Penulis : Bi

Editor : Red

Berita Terkait

Peringati Harkopnas ke-79, Bupati Sumenep Tegaskan Komitmen Koperasi Tangguh dan Gotong Royong
Disdukcapil Sumenep Matangkan Penerapan Pemblokiran Layanan Publik bagi Mantan Suami yang Abaikan Nafkah
Bulan Bung Karno, Bupati Sumenep Ajak ASN dan Karyawan BUMD Kenakan Peci Nasional Selama Juni
Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Bupati Fauzi Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Nilai Kebangsaan
Pemkab Sumenep Kembali Raih Opini WTP untuk Kesembilan Kalinya
Sumenep Siap Terapkan Penundaan Layanan Adminduk bagi Mantan Suami yang Abaikan Nafkah
Kadis PUTR Sumenep Tekankan Pentingnya RTRW dalam Pembangunan Daerah
Indeks Reformasi Birokrasi Sumenep Naik, Pemkab Raih Predikat A-

Berita Terkait

Minggu, 12 Juli 2026 - 12:47 WIB

Peringati Harkopnas ke-79, Bupati Sumenep Tegaskan Komitmen Koperasi Tangguh dan Gotong Royong

Kamis, 4 Juni 2026 - 16:03 WIB

Disdukcapil Sumenep Matangkan Penerapan Pemblokiran Layanan Publik bagi Mantan Suami yang Abaikan Nafkah

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:03 WIB

Bulan Bung Karno, Bupati Sumenep Ajak ASN dan Karyawan BUMD Kenakan Peci Nasional Selama Juni

Selasa, 2 Juni 2026 - 11:12 WIB

Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Bupati Fauzi Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Nilai Kebangsaan

Selasa, 26 Mei 2026 - 19:05 WIB

Pemkab Sumenep Kembali Raih Opini WTP untuk Kesembilan Kalinya

Berita Terbaru