Puluhan Pasang Sapi Ikuti Lomba Kerapan Sapi Piala Bupati Sumenep 2025

Minggu, 22 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo saat di lokasi Lomba Kerapan Sapi di Stadion Giling.

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo saat di lokasi Lomba Kerapan Sapi di Stadion Giling.

SUMENEP, detikkota.com – Puluhan pasang sapi dari empat Kabupaten di Madura dan luar daerah mengikuti Lomba Kerapan Sapi memperebutkan Piala Bupati Sumenep 2025. Lomba ini digelar di Stadion Giling dan dibuka oleh Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo.

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menyatakan bahwa Kerapan Sapi bukan sekadar perlombaan adu cepat pasangan sapi, tetapi memiliki makna budaya yang perlu terjaga eksistensinya.

“Kerapan sapi adalah budaya warisan leluhur yang tidak ternilai harganya, sehingga generasi saat ini, berkewajiban melestarikan, mempertahankan sekaligus mengembangkan budaya dan tradisi ini,” kata Bupati, Minggu (22/06).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemerintah daerah berkomitmen untuk menjaga warisan budaya Kerapan Sapi dengan menggelar secara rutin kegiatannya setiap tahun. Selain melestarikan warisan, kegiatan ini juga sebagai media meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kabupaten Sumenep.

Panitia penyelenggara Miskun Legiyono menyatakan bahwa peserta Lomba Kerapan Sapi Piala Bupati Sumenep 2025 sebanyak 64 pasang sapi kerap yang berasal dari empat Kabupaten di Madura dan dua Kabupaten luar daerah, yakni Lumajang dan Probolinggo. Mereka akan memperebutkan hadiah utama berupa tiga unit mobil dan enam unit motor.

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mengapresiasi para peternak, joki, dan masyarakat yang masih setia melestarikan tradisi ini dari generasi ke generasi. Ia juga berharap bahwa kegiatan ini dapat menjadi daya tarik wisata budaya yang berskala nasional bahkan internasional.

“Masyarakat harus menjaga warisan leluhur Madura khususnya Kabupaten Sumenep, karena kerapan sapi bukan hanya sebagai hiburan rakyat, tetapi sebagai kekayaan budaya yang bisa dikenalkan ke dunia,” ujar Bupati.

Berita Terkait

Bupati Purwakarta Tegur Keras Disperkim, Papan Kegiatan Proyek Dipasang di Pagar Jadi Sorotan
Krisis Air Bersih Empat Bulan, Warga Langsar Sumenep Dapat Bantuan
Cuaca Sumenep Berubah Cepat, BMKG Ingatkan Warga dan Nelayan Waspada
Kades Nuryadi “Abah Haji” Buktikan Pembangunan Lumbung Desa, Petani Kini Punya Tempat Penyimpanan Hasil Panen
Tiga Bulan Masuk DPO, Keberadaan Guru ASN di Sumenep Belum Terungkap
ATEP HERU TIADA, BELPUR BERDUKA
GPN Jatim dan DLH Sumenep Investigasi Dugaan Limbah Tambak Udang di Pesisir Ambunten
Wali Kota Eri Datangi Penyalur ART di Gunung Anyar, Pekerja Terjerat Denda Rp3,5 Juta Dipulangkan

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:58 WIB

Bupati Purwakarta Tegur Keras Disperkim, Papan Kegiatan Proyek Dipasang di Pagar Jadi Sorotan

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:21 WIB

Krisis Air Bersih Empat Bulan, Warga Langsar Sumenep Dapat Bantuan

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:58 WIB

Cuaca Sumenep Berubah Cepat, BMKG Ingatkan Warga dan Nelayan Waspada

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:24 WIB

Kades Nuryadi “Abah Haji” Buktikan Pembangunan Lumbung Desa, Petani Kini Punya Tempat Penyimpanan Hasil Panen

Minggu, 4 Oktober 2026 - 22:57 WIB

Tiga Bulan Masuk DPO, Keberadaan Guru ASN di Sumenep Belum Terungkap

Berita Terbaru