Inspektorat Subang Akan Tinjau Jembatan Sukahurip yang Diduga Gagal Konstruksi, Warga Desak Perbaikan Segera

Minggu, 6 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUBANG, detikkota.com – Inspektorat Daerah Kabupaten Subang menyatakan akan segera turun tangan untuk meninjau kondisi jembatan di Desa Sukahurip yang diduga mengalami kegagalan konstruksi. Langkah ini diambil setelah maraknya pemberitaan di berbagai media yang menyoroti kondisi jembatan tersebut.

Jembatan yang dikerjakan oleh CV Restu Indah pada tahun 2024 lalu dengan menggunakan dana APBD Kabupaten Subang senilai Rp996.190.000, menuai sorotan publik lantaran kondisi fisiknya yang memprihatinkan. Berdasarkan pantauan warga, permukaan cor beton sudah mulai mengelupas dan berlubang meskipun belum lama selesai dibangun. Selain itu, jembatan terlihat miring ke bawah sehingga menimbulkan kekhawatiran akan potensi keruntuhan.

Menanggapi hal tersebut, Deden selaku Irban 2 Inspektorat Daerah menyampaikan bahwa pihaknya segera mengambil langkah investigasi langsung ke lokasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami mengucapkan terima kasih kepada insan pers yang telah menyuarakan keresahan masyarakat. Kami belum melakukan audit terhadap proyek jembatan tersebut, namun dengan adanya informasi dari media, kami akan segera meninjau langsung ke lapangan,” ujarnya.

Salah seorang warga Sukahurip yang enggan disebutkan namanya mengaku resah dengan kondisi jembatan tersebut. Ia menuturkan bahwa masyarakat secara swadaya menutup lubang yang muncul menggunakan material seadanya karena khawatir akan membahayakan pengguna jalan, terutama kendaraan bermuatan berat.

“Kami khawatir kalau tidak segera diperbaiki bisa membahayakan pengguna jalan. Apalagi jembatannya makin miring ke bawah. Kami mohon pemerintah segera bertindak,” ungkapnya.

Warga pun mendesak agar kontraktor pelaksana dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) bertanggung jawab atas kondisi tersebut, serta meminta pemerintah daerah melakukan perbaikan secepatnya guna menghindari risiko yang lebih besar.

Berita Terkait

Tradisi Kitiran Sewu di Pasuruan Kembali Digelar, Warga Putar Seribu Kincir Angin Saat Ramadan
Sepekan Dibuka, Posko Pengaduan THR di Pamekasan Belum Terima Laporan
Jembatan Gantung Seneporejo Diresmikan, Mobilitas Warga dan Pelajar Makin Lancar
Babinsa dan Warga Guworejo Gotong Royong Uruk Bahu Jalan Rusak
BMKG Sumenep: Bibit Badai Menjauh, Warga Diminta Waspadai Cuaca Pancaroba
Cak Eri Pimpin Cipta Kondisi Asuhan Rembulan, Evaluasi Parkir Non Tunai di Surabaya
Ramadan Penuh Kebersamaan, LBH Achmad Madani Putra dan Rekan-Rekan Gelar Doa Bersama dan Buka Puasa
Pemkab Banyuwangi Peringati Nuzulul Quran, Bupati Ipuk Ajak Perkuat Solidaritas

Berita Terkait

Selasa, 10 Maret 2026 - 11:58 WIB

Tradisi Kitiran Sewu di Pasuruan Kembali Digelar, Warga Putar Seribu Kincir Angin Saat Ramadan

Selasa, 10 Maret 2026 - 09:55 WIB

Sepekan Dibuka, Posko Pengaduan THR di Pamekasan Belum Terima Laporan

Senin, 9 Maret 2026 - 17:26 WIB

Jembatan Gantung Seneporejo Diresmikan, Mobilitas Warga dan Pelajar Makin Lancar

Senin, 9 Maret 2026 - 16:29 WIB

Babinsa dan Warga Guworejo Gotong Royong Uruk Bahu Jalan Rusak

Senin, 9 Maret 2026 - 14:44 WIB

BMKG Sumenep: Bibit Badai Menjauh, Warga Diminta Waspadai Cuaca Pancaroba

Berita Terbaru