Kang Rey Tampil di Zona Inspirasi Kompas TV, Tegaskan Kepemimpinan Berbasis Integritas dan Aksi Nyata

Kamis, 17 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Subang Reynaldy Putra Andita Budi Raemi atau Kang Rey menjadi narasumber dalam program Zona Inspirasi Kompas TV yang tayang langsung pada Kamis, 17 Juli 2025.

Bupati Subang Reynaldy Putra Andita Budi Raemi atau Kang Rey menjadi narasumber dalam program Zona Inspirasi Kompas TV yang tayang langsung pada Kamis, 17 Juli 2025.

SUBANG, detikkota.com – Bupati Subang Reynaldy Putra Andita Budi Raemi atau Kang Rey menjadi narasumber dalam program Zona Inspirasi Kompas TV yang tayang langsung pada Kamis, 17 Juli 2025. Dalam acara yang dipandu Amanda Hajj tersebut, Kang Rey memaparkan berbagai transformasi pelayanan publik serta pendekatan kepemimpinannya yang mengedepankan integritas dan aksi nyata.

Dalam kesempatan itu, Kang Rey mengenang awal perjalanannya di dunia politik yang berangkat dari idealisme sebagai aktivis mahasiswa. Ia menyampaikan keyakinannya bahwa perubahan hanya bisa dilakukan dari dalam sistem. “Membersihkan sungai tidak bisa hanya dengan teriak dari luar. Kita harus turun langsung,” ungkapnya.

Menjadi Bupati di usia 28 tahun, Kang Rey menyadari banyak pihak yang meragukan kemampuannya. Namun ia menegaskan bahwa kritik-kritik tersebut ia jawab dengan kerja nyata. “Saya jawab dengan tindakan, bukan kata-kata,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu langkah konkret yang diambil adalah pengalihan anggaran hibah ke infrastruktur. “Anggaran infrastruktur jalan yang sebelumnya hanya Rp50 miliar, saya tingkatkan menjadi Rp250 miliar,” jelasnya. Ia menekankan bahwa semua kebijakan dijalankan sesuai aturan, tanpa mengedepankan kepentingan pribadi.

Di bidang pelayanan publik, Kang Rey mengimplementasikan sistem pengaduan masyarakat berbasis media sosial yang terintegrasi dengan kerja OPD. “Setiap jam 7 malam, semua kepala OPD standby HP untuk menerima laporan. Besoknya langsung ditindak. OPD terbaik dan terburuk diumumkan dua minggu sekali sebagai bentuk reward and punishment,” katanya.

Ia juga menegaskan komitmennya terhadap integritas. Untuk menjaga hal itu, ia memilih mundur dari jabatan nyaman di DPRD Provinsi demi mengabdi sebagai Bupati. “Saya tidak bisa didekati dengan kepentingan pribadi. Sejak awal saya tegaskan, tidak boleh ada yang mengatasnamakan saya untuk kepentingan apa pun,” ujarnya.

Langkah besar lain adalah reformasi birokrasi, termasuk memindahkan layanan adminduk dari Disdukcapil ke kecamatan guna mempermudah akses masyarakat. Ia bahkan mencopot pejabat yang terbukti melakukan pungli terkait pembuatan KTP.

Dalam penjelasannya mengenai pembangunan daerah, Kang Rey menyoroti potensi strategis Subang yang memiliki sektor pertanian, industri, dan pariwisata. Ia berkomitmen membagi wilayah secara terstruktur agar ketiganya bisa saling mendukung. Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan warga lokal dalam pembangunan kawasan ekonomi khusus yang ada di Subang.

Salah satu program sosial yang diangkat dalam acara tersebut adalah Ngabret Nyaah Ka Indung, yang mengajak ASN Subang menjadi pendamping lansia. “Setiap ASN memiliki satu orang lansia binaan. Saya sendiri membina 12 orang. Ini soal empati, bukan hanya uang,” ujarnya.

Di bidang pendidikan dan kesehatan, Kang Rey menyebut seragam untuk siswa baru SD dan SMP sudah digratiskan. Ia menargetkan program ini mencakup seluruh jenjang pada tahun depan. Penguatan layanan puskesmas juga tengah dilakukan agar layanan kesehatan dasar bisa diakses lebih dekat oleh masyarakat.

Menutup sesi, ketika ditanya bagaimana ingin dikenang sebagai pemimpin, Kang Rey menyampaikan dengan lugas, “Saya ingin dikenang sebagai Bupati yang memberi perubahan dan dampak positif, bukan untuk diri sendiri, tapi untuk masyarakat,” pungkasnya.

Berita Terkait

Kapolres Sumenep Terima Penghargaan Presiden RI atas Dukungan Swasembada Pangan Nasional
Jalan Rusak Parah, Warga Montorna Terpaksa Gotong Royong Pikulkan Orang Sakit ke Puskesmas
Insentif Guru Non ASN Dipersoalkan, Komisi IV DPRD Sumenep Buka Ruang Aduan
Disdik Tegaskan Tak Ada Potongan Dana Insentif Guru Non K2 Non ASN, Tantang Sebut Oknum
Insentif Guru Non K2 di Sumenep Diduga Dipangkas hingga Ratusan Ribu Rupiah
Fiskal Tertekan, AFED Nilai Kebijakan APBD Sumenep Tak Sejalan dengan Visi Kepala Daerah
Aksi Solidaritas di Polres Sumenep Desak Keadilan bagi Korban Pencabulan Anak
Aksi PMII UNIBA Memanas, Kepala Disbudporapar Sumenep Walk Out dari Dialog

Berita Terkait

Rabu, 7 Januari 2026 - 15:58 WIB

Kapolres Sumenep Terima Penghargaan Presiden RI atas Dukungan Swasembada Pangan Nasional

Sabtu, 3 Januari 2026 - 07:15 WIB

Jalan Rusak Parah, Warga Montorna Terpaksa Gotong Royong Pikulkan Orang Sakit ke Puskesmas

Jumat, 2 Januari 2026 - 11:11 WIB

Insentif Guru Non ASN Dipersoalkan, Komisi IV DPRD Sumenep Buka Ruang Aduan

Rabu, 31 Desember 2025 - 12:41 WIB

Disdik Tegaskan Tak Ada Potongan Dana Insentif Guru Non K2 Non ASN, Tantang Sebut Oknum

Rabu, 31 Desember 2025 - 12:38 WIB

Insentif Guru Non K2 di Sumenep Diduga Dipangkas hingga Ratusan Ribu Rupiah

Berita Terbaru