BHR Pamekasan Amati Gerhana Bulan Total di Sampang, Tegaskan Fenomena Ilmiah

Senin, 8 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Santri dan masyarakat Pondok Pesantren Al-Mubarok, Sampang, menyaksikan gerhana bulan total bersama Badan Hisab dan Rukyat (BHR) Kabupaten Pamekasan, Senin malam (8/9/2025).

Santri dan masyarakat Pondok Pesantren Al-Mubarok, Sampang, menyaksikan gerhana bulan total bersama Badan Hisab dan Rukyat (BHR) Kabupaten Pamekasan, Senin malam (8/9/2025).

SAMPANG, detikkota.com – Badan Hisab dan Rukyat (BHR) Kabupaten Pamekasan melaksanakan pengamatan Gerhana Bulan Total (GBT) di Pondok Pesantren Al-Mubarok, Desa Baturasang, Tambelangan, Kabupaten Sampang, Senin malam (8/9/2025). Fenomena gerhana berlangsung mulai pukul 23.27 hingga 02.56 WIB, disaksikan para santri dan masyarakat sekitar.

Selain pengamatan, pada siang harinya juga digelar pelatihan perhitungan GBT menggunakan Microsoft Excel dengan metode Kitab Addurrul Aniq, sebagai upaya penguatan literasi falak berbasis teknologi.

Ketua BHR Pamekasan menyampaikan, hasil pengamatan sesuai dengan prediksi yang telah dilakukan. “Prediksi sebelumnya ini sesuai dengan fakta di lapangan, meskipun terdapat perbedaan hitungan dalam skala detik,” ujarnya melalui siaran di Radio Karimata.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menegaskan, gerhana bulan adalah peristiwa alamiah, bukan kejadian mistis. “Kalau ada mitos, itu hanya tradisi masyarakat. Pada hakikatnya, gerhana bulan ini murni fenomena alam,” tegasnya.

BHR bersama masyarakat juga melaksanakan shalat gerhana sesuai tuntunan agama. “Dalam agama disunahkan shalat gerhana lalu berdoa, dan alhamdulillah tadi malam sudah kita laksanakan,” imbuhnya.

Berita Terkait

Bupati Purwakarta Tegur Keras Disperkim, Papan Kegiatan Proyek Dipasang di Pagar Jadi Sorotan
Krisis Air Bersih Empat Bulan, Warga Langsar Sumenep Dapat Bantuan
Cuaca Sumenep Berubah Cepat, BMKG Ingatkan Warga dan Nelayan Waspada
Kades Nuryadi “Abah Haji” Buktikan Pembangunan Lumbung Desa, Petani Kini Punya Tempat Penyimpanan Hasil Panen
Tiga Bulan Masuk DPO, Keberadaan Guru ASN di Sumenep Belum Terungkap
ATEP HERU TIADA, BELPUR BERDUKA
GPN Jatim dan DLH Sumenep Investigasi Dugaan Limbah Tambak Udang di Pesisir Ambunten
Wali Kota Eri Datangi Penyalur ART di Gunung Anyar, Pekerja Terjerat Denda Rp3,5 Juta Dipulangkan

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:58 WIB

Bupati Purwakarta Tegur Keras Disperkim, Papan Kegiatan Proyek Dipasang di Pagar Jadi Sorotan

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:21 WIB

Krisis Air Bersih Empat Bulan, Warga Langsar Sumenep Dapat Bantuan

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:58 WIB

Cuaca Sumenep Berubah Cepat, BMKG Ingatkan Warga dan Nelayan Waspada

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:24 WIB

Kades Nuryadi “Abah Haji” Buktikan Pembangunan Lumbung Desa, Petani Kini Punya Tempat Penyimpanan Hasil Panen

Minggu, 4 Oktober 2026 - 22:57 WIB

Tiga Bulan Masuk DPO, Keberadaan Guru ASN di Sumenep Belum Terungkap

Berita Terbaru