Teatrikal Perobekan Bendera Surabaya Meriahkan Peringatan Sejarah di Hotel Majapahit

Senin, 22 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama seniman dan Arek-arek Suroboyo membawakan teatrikal perobekan bendera di Hotel Majapahit, Minggu (21/9/2025).

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama seniman dan Arek-arek Suroboyo membawakan teatrikal perobekan bendera di Hotel Majapahit, Minggu (21/9/2025).

SURABAYA, detikkota.com – Pertunjukan teatrikal kolosal perobekan bendera “Surabaya Merah Putih” digelar meriah di kawasan Hotel Majapahit, Jalan Tunjungan, Minggu (21/9/2025). Ribuan masyarakat, tamu undangan, hingga wisatawan tampak antusias menyaksikan rangkaian teatrikal yang menggambarkan peristiwa bersejarah 19 September 1945.

Pentas yang melibatkan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, seniman, serta Arek-arek Surabaya itu menampilkan perpaduan teater, tari, musik keroncong, puisi, parade sepeda kuno, hingga seni instalasi. Atmosfer khas Surabaya tempo dulu berhasil dihidupkan, membuat penonton seakan berada langsung dalam suasana perlawanan pasca proklamasi.

Teatrikal diawali dengan pembacaan Proklamasi Daerah Surabaya oleh Residen Soedirman yang diperankan Wali Kota Eri. Adegan dilanjutkan dengan ketegangan antara Residen Soedirman dan Mr. Ploegman terkait pengibaran bendera Belanda di Hotel Yamato. Peristiwa itu kemudian berujung pada perobekan bendera menjadi Merah Putih.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Wali Kota Eri menyampaikan, pementasan ini menjadi pengingat pengorbanan Arek-arek Surabaya dalam mempertahankan kemerdekaan. Ia berharap semangat gotong royong dan persatuan terus hidup di masyarakat.

“Mengibarkan Merah Putih bukan hanya fisik, tapi juga di hati, agar Surabaya semakin sejahtera,” ujarnya.

Usai teatrikal, seluruh hadirin menyanyikan Indonesia Raya. Ketua TP PKK Kota Surabaya, Rini Indriyani, turut membacakan puisi berjudul Gugur.

Kepala Disbudporapar Kota Surabaya, Hidayat Syah, menjelaskan pementasan berdurasi 90 menit ini melibatkan 1.000 pemain dari seniman dan pelajar. Selain itu, hadir jajaran DPRD Surabaya, Forkopimda, LVRI, hingga elemen masyarakat lainnya.

“Ini bukan sekadar rekonstruksi sejarah, tapi juga panggung edukasi yang menyentuh emosi generasi muda,” katanya.

Penulis : Sur

Editor : Red

Berita Terkait

Polres Sumenep Gelar Sidang BP4R sebagai Bekal Anggota Jelang Pernikahan
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sumenep Terima Kunjungan FKMSA Universitas Wiraraja
Haji Rudi Tegaskan Isu Pemotongan Anggaran Koperasi Desa Merah Putih di Sumenep Tidak Benar
Dandim 0827/Sumenep Pimpin Tradisi Pelepasan Personel Purnatugas
Kapolres Sumenep Terima Penghargaan Presiden RI atas Dukungan Swasembada Pangan Nasional
Jalan Rusak Parah, Warga Montorna Terpaksa Gotong Royong Pikulkan Orang Sakit ke Puskesmas
Insentif Guru Non ASN Dipersoalkan, Komisi IV DPRD Sumenep Buka Ruang Aduan
Disdik Tegaskan Tak Ada Potongan Dana Insentif Guru Non K2 Non ASN, Tantang Sebut Oknum

Berita Terkait

Kamis, 15 Januari 2026 - 14:30 WIB

Polres Sumenep Gelar Sidang BP4R sebagai Bekal Anggota Jelang Pernikahan

Selasa, 13 Januari 2026 - 11:37 WIB

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sumenep Terima Kunjungan FKMSA Universitas Wiraraja

Selasa, 13 Januari 2026 - 00:38 WIB

Haji Rudi Tegaskan Isu Pemotongan Anggaran Koperasi Desa Merah Putih di Sumenep Tidak Benar

Senin, 12 Januari 2026 - 11:47 WIB

Dandim 0827/Sumenep Pimpin Tradisi Pelepasan Personel Purnatugas

Rabu, 7 Januari 2026 - 15:58 WIB

Kapolres Sumenep Terima Penghargaan Presiden RI atas Dukungan Swasembada Pangan Nasional

Berita Terbaru

Bupati Bangkalan Lukman Hakim saat meresmikan program Bus Sekolah Gratis di Pendopo Agung Bangkalan, Kamis (15/01/2026).

Pemerintahan

Pemkab Bangkalan Resmi Luncurkan Bus Sekolah Gratis Tahun 2026

Kamis, 15 Jan 2026 - 11:34 WIB