Pemkot Surabaya Terima Tim Verifikator Kota Sehat Tingkat Nasional 2025

Jumat, 26 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, bersama Tim Verifikator KKS Pusat saat kunjungan validasi lapangan di Balai Kota Surabaya.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, bersama Tim Verifikator KKS Pusat saat kunjungan validasi lapangan di Balai Kota Surabaya.

SURABAYA, detikkota.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menerima kunjungan Tim Verifikator Kabupaten/Kota Sehat (KKS) Tingkat Pusat di Ruang Sidang Wali Kota, Kamis (25/9/2025). Kunjungan tersebut dilakukan untuk validasi lapangan sebagai bagian dari penilaian Kota Sehat Tingkat Nasional 2025.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan predikat kota sehat merupakan kewajiban pemerintah daerah, bukan sekadar slogan. Ia menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak dalam mewujudkan kota sehat dan sejahtera.

“Untuk itu, kami akan terus bergerak bersama demi mewujudkan Kota Pahlawan yang sehat,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Eri menyampaikan sejumlah program prioritas, di antaranya perbaikan sanitasi dan pengelolaan sampah. Ia menyebut Pemkot telah mencapai 100 persen kepemilikan jamban sejak awal masa kepemimpinannya, dan kini fokus mendorong 700 RW untuk memilah sampah dari rumah sebelum diolah di komposter atau TPS 3R di 12 titik, lalu dibawa ke TPA Benowo.

Selain itu, Pemkot juga berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup untuk mewajibkan produsen produk non-daur ulang menanggung biaya pengelolaan sampah.

Menurut Eri, kota sehat esensinya adalah perubahan pola pikir masyarakat dalam menerapkan hidup bersih dan sehat. Ia menegaskan program preventif harus diperkuat agar biaya kesehatan dapat ditekan dan dialihkan untuk program lain, termasuk menekan angka kematian ibu dan anak.

Sementara itu, Analis Kebijakan Kementerian Sosial sekaligus anggota Tim Verifikator KKS Pusat, Ahmad Sobirin, menjelaskan penilaian kota sehat mencakup sembilan tatanan, mulai dari perlindungan sosial, kesehatan mandiri, kebudayaan, hingga lingkungan sekolah dan perkantoran.

“Kami akan memastikan apakah program yang dipaparkan Pemkot benar-benar dilaksanakan di lapangan, bukan hanya sekadar dokumen,” katanya.

Tim Verifikator dijadwalkan meninjau sejumlah lokasi untuk memvalidasi data dan program yang disampaikan Pemkot Surabaya.

Penulis : Sur

Editor : Red

Berita Terkait

Kasus Suspek Chikungunya Muncul di Sejumlah Wilayah Pamekasan, Dinkes Minta Warga Waspada
Jalan Rusak Parah, Warga Montorna Terpaksa Gotong Royong Pikulkan Orang Sakit ke Puskesmas
Prestasi Kesehatan Desa, Posyandu ILP 6 SPM Pinggirpapas Juara I Sumenep
Status KLB Campak di Sumenep Masih Menunggu Keputusan Resmi Kemenkes
Puskesmas Masalembu Gencarkan BIAS, Tingkatkan Kekebalan Anak Sekolah
Kasus Campak di Sumenep Turun Drastis, November Nihil Laporan Baru
Puteri Indonesia 2025 Ajak Remaja Banyuwangi Peduli Kesehatan Mental
Wali Kota Eri Instruksikan Rumah Sakit Hilangkan Sekat Sosial dalam Pelayanan Kesehatan

Berita Terkait

Senin, 5 Januari 2026 - 14:30 WIB

Kasus Suspek Chikungunya Muncul di Sejumlah Wilayah Pamekasan, Dinkes Minta Warga Waspada

Sabtu, 3 Januari 2026 - 07:15 WIB

Jalan Rusak Parah, Warga Montorna Terpaksa Gotong Royong Pikulkan Orang Sakit ke Puskesmas

Minggu, 14 Desember 2025 - 11:11 WIB

Prestasi Kesehatan Desa, Posyandu ILP 6 SPM Pinggirpapas Juara I Sumenep

Rabu, 26 November 2025 - 12:28 WIB

Status KLB Campak di Sumenep Masih Menunggu Keputusan Resmi Kemenkes

Selasa, 25 November 2025 - 15:19 WIB

Puskesmas Masalembu Gencarkan BIAS, Tingkatkan Kekebalan Anak Sekolah

Berita Terbaru