Wali Kota Surabaya Instruksikan Percepatan Proyek Infrastruktur Pengendali Banjir

Jumat, 7 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya mempercepat penyelesaian proyek rumah pompa dan drainase di sejumlah titik kota.

Petugas Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya mempercepat penyelesaian proyek rumah pompa dan drainase di sejumlah titik kota.

SURABAYA, detikkota.com – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menginstruksikan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) untuk mempercepat penyelesaian berbagai proyek infrastruktur, terutama yang berkaitan dengan sistem pengendalian banjir seperti drainase dan pembangunan rumah pompa.

Kepala DSDABM Surabaya, Syamsul Hariadi, mengatakan pihaknya telah diminta untuk memastikan seluruh proyek vital dapat selesai dalam waktu dekat. “Diminta lembur kontraktornya, kalau bisa 24 jam. Besok kami undang semua kontraktor yang pekerjaannya belum tuntas, terutama yang berskala besar,” ujarnya, Kamis (6/11/2025).

Menurutnya, proyek berskala besar seperti pembangunan rumah pompa dan box culvert masih menjadi prioritas penyelesaian. “Yang kecil-kecil sudah sekitar 70 persen, dan kami targetkan 90 persen rampung akhir November,” jelasnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Syamsul menuturkan, terdapat lima titik proyek rumah pompa yang masih dikerjakan, masing-masing di Menanggal, Ahmad Yani, Ketintang Madya, Karah, dan Rungkut Menanggal. Selain itu, pembangunan drainase di kawasan diversi Gunungsari dan Babat Jerawat juga terus dikebut.

Untuk mempercepat pengerjaan, kontraktor diminta bekerja dari dua arah secara bersamaan. “Seperti di Gunungsari, panjang pekerjaannya 500 meter. Kami minta dikerjakan dari barat dan timur agar lebih cepat selesai,” katanya.

Pihaknya juga menambah jam kerja serta jumlah tenaga dan material di lapangan. “Langkah percepatan dilakukan dari dua sisi, dengan lembur dan penambahan sumber daya,” ujarnya.

Syamsul menambahkan, peningkatan pengawasan turut dilakukan oleh konsultan proyek yang akan mengevaluasi progres setiap pekan. “Kami targetkan pertengahan Desember semua pekerjaan selesai,” tegasnya.

Percepatan tersebut, lanjutnya, menjadi langkah antisipatif terhadap potensi cuaca ekstrem yang mulai terjadi di awal November. “Biasanya hujan turun ringan dulu, tapi kemarin langsung deras dari siang sampai malam,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, peringatan dini dari BMKG terkait potensi hujan ekstrem hingga Januari 2026 menjadi dasar Pemkot Surabaya memperkuat mitigasi. “Kami tidak hanya membangun saluran, tapi juga menyiagakan personel satgas di lapangan,” pungkasnya.

Penulis : Sur

Editor : Red

Berita Terkait

Jelang Idulfitri, Pemkot Surabaya Perkuat Kesiapsiagaan Layanan Publik
PMI Sumenep Salurkan Bantuan Sembako kepada Abang Becak dan Pemulung
Kodim 0728/Wonogiri Gelar Bazar Ramadan, Sediakan Sembako Murah bagi Warga
Polisi Tidur di Tanjakan Desa Rombiya Timur Picu Polemik, Warga Soroti Pembangunan Tanpa Prosedur
Satpol PP Probolinggo Tertibkan Penjual Miras di Gending, Ratusan Botol Disita
Petani di Rejoso Pasuruan Mulai Panen Raya Duku, Harga Tembus Rp30 Ribu per Kg
Hikmah Puasa dan Berbagi Kebaikan: MIO Jakarta Timur Gelar Bukber Bersama Anak Yatim Piatu
Babinsa Gesi Cek Keamanan Makanan di Pasar Tradisional

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:05 WIB

Jelang Idulfitri, Pemkot Surabaya Perkuat Kesiapsiagaan Layanan Publik

Jumat, 13 Maret 2026 - 22:51 WIB

PMI Sumenep Salurkan Bantuan Sembako kepada Abang Becak dan Pemulung

Jumat, 13 Maret 2026 - 18:24 WIB

Kodim 0728/Wonogiri Gelar Bazar Ramadan, Sediakan Sembako Murah bagi Warga

Jumat, 13 Maret 2026 - 14:11 WIB

Polisi Tidur di Tanjakan Desa Rombiya Timur Picu Polemik, Warga Soroti Pembangunan Tanpa Prosedur

Jumat, 13 Maret 2026 - 11:07 WIB

Satpol PP Probolinggo Tertibkan Penjual Miras di Gending, Ratusan Botol Disita

Berita Terbaru