Kasus Oknum Lora di Bangkalan Memanas: Pendamping Pastikan Korban Trauma, Aparat Diminta Usut Tuntas

Kamis, 4 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANGKALAN, detikkota.com – Kasus dugaan pencabulan yang melibatkan seorang oknum Lora (Gus) di Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Karomah, Kecamatan Galis, Kabupaten Bangkalan, semakin menyita perhatian publik. Gelombang kritik dan sorotan masyarakat makin kuat setelah pendamping psikologis memastikan bahwa korban berada dalam kondisi trauma mendalam akibat peristiwa yang dialaminya.

Direktur Muslimah Humanis Indonesia, Dr. Mutmainnah, M.Si, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah memberikan pendampingan penuh kepada korban sejak awal hingga proses pelaporan resmi ke Polda Jawa Timur.

“Ini bukan rumor. Kejadian itu benar-benar terjadi di salah satu pondok pesantren di wilayah Galis. Laporan resmi sudah kami serahkan ke Polda Jatim,” ungkap Mutmainnah saat diwawancarai media, Selasa (2/12/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menjelaskan bahwa kondisi psikologis korban sangat memprihatinkan. Sejak hari pertama pendampingan, tanda-tanda trauma berat sudah tampak jelas. Trauma tersebut muncul sebagai dampak dari tindakan seorang tokoh pesantren yang seharusnya menjadi pelindung, bukan pelaku kekerasan.

“Hal penting yang perlu ditegaskan, para korban harus berani bersuara untuk menegakkan kebenaran. Tidak boleh ada yang merasa terintimidasi. Penegakan hukum wajib berjalan secara terbuka dan tidak tebang pilih,” ujarnya.

Mutmainnah juga mengungkapkan adanya dugaan bahwa kasus ini bukan insiden tunggal. Ia mendorong aparat penegak hukum untuk menyelidiki kemungkinan adanya korban lain yang selama ini memilih diam karena tekanan lingkungan atau posisi sosial pelaku yang dianggap terpandang.

“Kami berharap kasus ini menjadi pintu pembuka bagi aparat untuk mendeteksi potensi korban lain. Pesantren seharusnya menjadi ruang aman bagi para santri, bukan tempat suburnya praktik pelecehan yang diselimuti budaya tutup mulut,” pungkasnya.

Penulis : Red

Editor : Red

Berita Terkait

Kapolresta Sumenep Imbau Masyarakat Waspada Erupsi Gunung Anak Krakatau
Banyuwangi Kembangkan Sistem Refill untuk Tekan Sampah Kemasan Sekali Pakai
82 Personel Polresta Sumenep Disiagakan Amankan Tongtong Se-Madura, Kemacetan Jadi Perhatian
Kebakaran Kawah Ijen Meluas, Bupati Banyuwangi Usulkan Helikopter Water Bombing
Polemik Perubahan Desil Mencuat, Pemuda Muhammadiyah Sumenep Siap Kawal Data Warga Miskin
Gangguan Mati Listrik Berjam-jam, Ronald Soroti Lambannya Penanganan PLN UP3 Purwakarta
Peziarah Keluhkan Anjal dan Pengemis di Ampel, Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan
Musim Kemarau, Pemkab Sumenep Larang Warga Buka Lahan dengan Cara Dibakar

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 12:32 WIB

Kapolresta Sumenep Imbau Masyarakat Waspada Erupsi Gunung Anak Krakatau

Sabtu, 5 September 2026 - 17:02 WIB

82 Personel Polresta Sumenep Disiagakan Amankan Tongtong Se-Madura, Kemacetan Jadi Perhatian

Sabtu, 5 September 2026 - 16:33 WIB

Kebakaran Kawah Ijen Meluas, Bupati Banyuwangi Usulkan Helikopter Water Bombing

Jumat, 4 September 2026 - 05:16 WIB

Polemik Perubahan Desil Mencuat, Pemuda Muhammadiyah Sumenep Siap Kawal Data Warga Miskin

Jumat, 4 September 2026 - 04:54 WIB

Gangguan Mati Listrik Berjam-jam, Ronald Soroti Lambannya Penanganan PLN UP3 Purwakarta

Berita Terbaru