SUMENEP, detikkota.com – Dua janda lanjut usia di Desa Bunbarat, Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep, belum terdaftar sebagai penerima bantuan sosial (bansos) meski hidup dalam keterbatasan ekonomi dan harus mengasuh seorang balita yatim.
Kedua janda tersebut, Pusari (61) dan Mona (63), tinggal bersama dalam satu rumah tanpa kepala keluarga. Fakta di lapangan menunjukkan, mereka juga mengasuh cucu Pusari yang masih balita setelah ibu anak tersebut meninggal dunia saat proses persalinan.
Pusari menuturkan, sejak anak perempuannya meninggal dunia, ia mengambil alih pengasuhan cucunya. Sementara ayah dari balita tersebut diketahui telah menikah lagi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sejak ibu dari cucu saya meninggal saat melahirkan, saya yang mengasuh sampai sekarang,” ujar Pusari.
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Pusari dan Mona mengandalkan penghasilan dari membuat tali tampar berbahan tali rafia yang dijual ke pasar. Namun, keterbatasan modal membuat produksi yang dihasilkan sangat terbatas.
“Penghasilan kami hanya dari membuat tali tampar. Itu pun sedikit karena tidak ada modal membeli bahan,” kata Pusari.
Dengan kondisi ekonomi yang memprihatinkan, keduanya mengaku belum pernah menerima bantuan sosial dari pemerintah setempat. Padahal, bantuan tersebut sangat mereka harapkan untuk meringankan beban hidup, terutama dalam memenuhi kebutuhan balita yang diasuh.
Pusari berharap pemerintah dapat memperhatikan kondisi mereka dan segera mendata sebagai penerima bantuan sosial. “Kami sangat berharap ada bantuan dari pemerintah untuk mengurangi beban hidup,” ujarnya.
Kasus ini diharapkan menjadi perhatian pemerintah desa dan Pemerintah Kabupaten Sumenep, khususnya Dinas Sosial, agar lebih peka dan cermat dalam pendataan warga kurang mampu sehingga penyaluran bantuan sosial dapat tepat sasaran.
Penulis : M/Red
Editor : M/Red







