Pemkab Lumajang Sosialisasikan Proyek VDRRSL untuk Penguatan Mitigasi Bencana Semeru

Sabtu, 7 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

sosialisasi Proyek VDRRSL Package S2 dan S4 di Kantor Bupati Lumajang, Jumat (6/2/2026).

sosialisasi Proyek VDRRSL Package S2 dan S4 di Kantor Bupati Lumajang, Jumat (6/2/2026).

LUMAJANG, detikkota.com – Pemerintah Kabupaten Lumajang menegaskan komitmennya dalam memperkuat sistem perlindungan wilayah dari ancaman bencana Gunung Semeru melalui pelaksanaan Volcanic Disaster Risk Reduction Sector Loan (VDRRSL) Project Package S2 dan S4.

Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan sosialisasi Proyek VDRRSL yang dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Lumajang, Agus Triyono, di Lantai III Nararya Kirana Kantor Bupati Lumajang, Jumat (6/2/2026).

Sekda Agus Triyono menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur pengendali bencana harus dipandang sebagai investasi jangka panjang untuk keselamatan masyarakat, bukan sekadar pembangunan fisik semata.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pembangunan infrastruktur pengendali bencana bertujuan melindungi masyarakat, sumber penghidupan, serta masa depan Lumajang. Karena itu, pelaksanaannya harus direncanakan dengan matang dan didukung koordinasi yang kuat,” ujarnya.

Package S2 yang berlokasi di Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, difokuskan pada penguatan mitigasi di wilayah hulu DAS Bondoyudo–Bedadung. Paket pekerjaan ini meliputi pembangunan dua unit bangunan pengendali sedimen, revetmen beton sepanjang sekitar 900 meter, serta jalan akses dan pelintas sepanjang kurang lebih 500 meter, dengan kapasitas tampungan sedimen mencapai sekitar satu juta meter kubik.

Sementara itu, Package S4 yang berada di Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, menyasar wilayah tengah hingga hilir DAS Bondoyudo–Bedadung. Lingkup pekerjaan mencakup pembangunan satu unit consolidation dam, enam ruas tanggul pengarah aliran dengan total panjang sekitar 2.500 meter, serta penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK).

Package S4 dirancang memiliki kapasitas tampungan sedimen sekitar 0,34 juta meter kubik guna mengurangi risiko banjir lahar dan sedimentasi, sekaligus meningkatkan perlindungan kawasan permukiman dan aktivitas sosial ekonomi masyarakat.

Sekda juga menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor dalam pelaksanaan proyek, termasuk memperhatikan aspek sosial di wilayah terdampak, agar pembangunan berjalan tertib dan aman.

Melalui sosialisasi ini, Pemkab Lumajang berharap seluruh pemangku kepentingan dapat bersinergi untuk memastikan Proyek VDRRSL Package S2 dan S4 terlaksana tepat waktu, akuntabel, serta memberikan manfaat nyata dalam menurunkan risiko bencana di kawasan rawan Gunung Semeru.

Penulis : An

Editor : An

Berita Terkait

TNI AD melalui Babinsa Koramil Dasuk Dampingi Panen Jagung Petani
Bupati Ipuk Serap Aspirasi Nelayan Pantai Kedunen, Keselamatan hingga Wisata Bahari Disorot
Pemulihan Pascabencana, Pemkab Sumenep Kucurkan Bantuan Stimulan Tahap II
Ratusan Titik Jalan Berlubang di Banyuwangi Mulai Diperbaiki
Petani Panen Mandiri, Peran BUMDes Saur Saebus dalam Ketahanan Pangan Dipertanyakan
Warga Margaluyu Soroti Dugaan Nihilnya CSR PT JAPA Tbk Meski Dua Lokasi Usaha Beroperasi Puluhan Tahun
Polres Pamekasan Gelar Operasi Keselamatan Semeru 2026 Selama 14 Hari
Pemkot Surabaya Tingkatkan Kualitas Jalan Rawan Genangan dengan Metode Overlay

Berita Terkait

Sabtu, 7 Februari 2026 - 09:42 WIB

Pemkab Lumajang Sosialisasikan Proyek VDRRSL untuk Penguatan Mitigasi Bencana Semeru

Jumat, 6 Februari 2026 - 20:34 WIB

TNI AD melalui Babinsa Koramil Dasuk Dampingi Panen Jagung Petani

Jumat, 6 Februari 2026 - 20:32 WIB

Bupati Ipuk Serap Aspirasi Nelayan Pantai Kedunen, Keselamatan hingga Wisata Bahari Disorot

Jumat, 6 Februari 2026 - 20:28 WIB

Pemulihan Pascabencana, Pemkab Sumenep Kucurkan Bantuan Stimulan Tahap II

Kamis, 5 Februari 2026 - 11:56 WIB

Petani Panen Mandiri, Peran BUMDes Saur Saebus dalam Ketahanan Pangan Dipertanyakan

Berita Terbaru