Lukman Hakim Keluhkan LSD 90 Persen dan Beban Gaji THL ke Kementerian Dalam Negeri

Rabu, 25 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Bangkalan Lukman Hakim mengikuti forum REBOAN bersama Kementerian Dalam Negeri secara virtual dari Pendopo Agung Bangkalan, Rabu (25/2/2026).

Bupati Bangkalan Lukman Hakim mengikuti forum REBOAN bersama Kementerian Dalam Negeri secara virtual dari Pendopo Agung Bangkalan, Rabu (25/2/2026).

BANGKALAN, detikkota.com – Bupati Bangkalan Lukman Hakim menyampaikan sejumlah keluhan dan usulan strategis kepada Kementerian Dalam Negeri terkait persoalan tata ruang dan beban fiskal daerah.

Hal itu disampaikan dalam kegiatan Rembuk dan Bincang-Bincang Otonomi Daerah Antar Kepala Daerah dan Kementerian Dalam Negeri (REBOAN) yang digelar secara virtual melalui Zoom Meeting dari Pendopo Agung Bangkalan, Rabu (25/2/2026).

Dalam forum tersebut, Lukman Hakim menyoroti komposisi Lahan Sawah Dilindungi (LSD) di Kabupaten Bangkalan yang mencapai sekitar 90 persen. Menurutnya, angka tersebut terlalu besar dan berdampak pada terbatasnya ruang pengembangan industri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dengan komposisi sebesar itu, hampir tidak tersedia ruang yang memadai untuk lahan industri mendorong pertumbuhan ekonomi melalui kawasan industri,” ujarnya.

Sebagai langkah strategis, Pemkab Bangkalan telah mengajukan revisi Rencana Tata Ruang dengan menyesuaikan persentase LSD sesuai ketentuan pemerintah pusat sebesar 87 persen. Pemkab berencana mengurangi sekitar 5 persen untuk mengakomodasi kebutuhan pengembangan industri tanpa mengabaikan perlindungan lahan pertanian.

Selain tata ruang, Bupati juga menyoroti polemik penggajian Tenaga Harian Lepas (THL) di Dinas Pendidikan yang berkaitan dengan regulasi penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Ia menjelaskan terdapat perbedaan ketentuan dalam penggunaan dana BOS. Di satu sisi diperbolehkan, namun di sisi lain terdapat pembatasan untuk penggajian tertentu sehingga menimbulkan kebingungan di daerah.

“Jika seluruhnya ditanggung APBD, hampir seluruh anggaran bisa terserap untuk belanja pegawai, sehingga ruang pembangunan sektor lain menjadi sangat terbatas,” jelasnya.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi beban fiskal tersendiri bagi daerah. Namun demikian, Pemkab tetap mempertimbangkan aspek kemanusiaan karena para THL telah lama mengabdi.

Melalui forum tersebut, Lukman Hakim berharap Ditjen Otonomi Daerah dapat memberikan solusi dan kebijakan yang lebih fleksibel.

“Kami berharap ada kebijakan yang lebih fleksibel agar pemerintah daerah dapat menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi, stabilitas fiskal, serta kepentingan kemanusiaan,” pungkasnya.

Penulis : EDW

Editor : EDW

Berita Terkait

Dinsos P3A Sumenep Perkuat Gugus Tugas untuk Capai KLA 2026
Pasuruan Siapkan 240 Kursi, Mudik Gratis 2026 Layani 6 Rute Tujuan
Lukman Hakim–Moh. Fauzan Ja’far Satu Tahun Pimpin Bangkalan, 53 Km Jalan Diperbaiki dan Raih Prestasi Nasional
Indah Amperawati Pimpin HLM TPID, Pemkab Lumajang Perkuat Kendali Inflasi Jelang Ramadan 2026
Ipuk Fiestiandani Luncurkan “Lapor Camat”, Aduan Warga Wajib Direspons Maksimal 4 Jam
Ribuan PPPK Paruh Waktu di Lumajang Tidak Terima THR 2026, Pemkab Beri Penjelasan
Wali Kota Probolinggo Sambut Kunjungan Danrem 083/BDJ di Makodim 0820
Pemkot Probolinggo Buka Ramadan Fest dan Pasar Murah 2026 di GOR Ahmad Yani

Berita Terkait

Rabu, 25 Februari 2026 - 11:08 WIB

Lukman Hakim Keluhkan LSD 90 Persen dan Beban Gaji THL ke Kementerian Dalam Negeri

Selasa, 24 Februari 2026 - 21:37 WIB

Dinsos P3A Sumenep Perkuat Gugus Tugas untuk Capai KLA 2026

Selasa, 24 Februari 2026 - 09:32 WIB

Pasuruan Siapkan 240 Kursi, Mudik Gratis 2026 Layani 6 Rute Tujuan

Selasa, 24 Februari 2026 - 09:21 WIB

Lukman Hakim–Moh. Fauzan Ja’far Satu Tahun Pimpin Bangkalan, 53 Km Jalan Diperbaiki dan Raih Prestasi Nasional

Selasa, 24 Februari 2026 - 09:14 WIB

Indah Amperawati Pimpin HLM TPID, Pemkab Lumajang Perkuat Kendali Inflasi Jelang Ramadan 2026

Berita Terbaru

Pj Sekda Sumenep bersama jajaran Dinsos P3A dan peserta saat kegiatan Penguatan Tim Gugus Tugas KLA di Graha Arya Wiraraja, Selasa (24/2/2026).

Pemerintahan

Dinsos P3A Sumenep Perkuat Gugus Tugas untuk Capai KLA 2026

Selasa, 24 Feb 2026 - 21:37 WIB