Program Makan Gizi Gratis di Purwakarta Disorot, Warga Minta Evaluasi Menyeluruh

Minggu, 1 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PURWAKARTA, detikkota.com – Pelaksanaan Program Makan Gizi Gratis (MBG) di Kabupaten Purwakarta dinilai perlu dievaluasi secara menyeluruh. Pasalnya, masih ditemukan sejumlah ketidaksesuaian dalam penyajian makanan yang dibagikan kepada siswa tingkat SD, SMP, SMA, PAUD, hingga sekolah swasta, Sabtu (1/3/2026).

Sejumlah laporan masyarakat menyebutkan kualitas makanan yang diterima siswa belum sesuai harapan, baik dari segi porsi, variasi menu, maupun standar kelayakan konsumsi. Selain itu, terdapat dugaan perbedaan perlakuan dalam pendistribusian makanan antar sekolah.

Salah satu sekolah dasar dilaporkan tidak menerima distribusi penuh saat masa libur, sementara sekolah lainnya tetap memperoleh pembagian makanan. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan terkait pemerataan dan transparansi pelaksanaan program.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ronald, warga Purwakarta, menilai program tersebut memiliki tujuan baik, namun pengawasannya harus diperketat.

“Program ini sangat baik tujuannya, tetapi pelaksanaannya harus diawasi ketat. Jangan sampai hanya menguntungkan segelintir pihak. Anak-anak jangan sampai jadi korban,” ujarnya.

Sebelumnya, Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein telah melakukan evaluasi terhadap seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pelaksana MBG di daerahnya. Namun, di lapangan masih ditemukan berbagai kekurangan, mulai dari kualitas makanan hingga ketidaksesuaian nilai anggaran dengan hidangan yang diterima siswa.

Bahkan, sempat muncul laporan dugaan keracunan makanan di salah satu sekolah yang menjadi perhatian pemerintah daerah dan pihak sekolah untuk melakukan pengecekan kelayakan makanan sebelum dibagikan.

Program MBG merupakan inisiatif Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi dan kesehatan anak-anak Indonesia. Karena bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), masyarakat mendorong agar pelaksanaannya dilakukan secara transparan dan akuntabel.

Warga juga meminta pemerintah pusat melakukan inspeksi mendadak guna memastikan program berjalan sesuai standar dan tepat sasaran. Hingga berita ini diturunkan, masyarakat berharap adanya perbaikan signifikan agar program tersebut benar-benar memberi manfaat bagi siswa dan tidak menimbulkan polemik baru.

Penulis : Yan

Editor : Yan

Berita Terkait

Kapolres Sumenep Pimpin Apel Besar, Perkuat Sinergi Sabuk Kamtibmas dengan Masyarakat
Kepala SPPG Bejreh Barokah Bangsa Sampaikan Permintaan Maaf Terkait MBG yang Diterima Siswa SDN Karanganyar
Program MBG di Sumenep Kembali Disorot, Wali Murid Keluhkan Menu Diduga Tak Layak di SPPG Prenduan
Wow !!! Pasar Pujasera Subang Sebentar Lagi Akan Di Sulap Jadi Mega Mall, Penasaran Kan Wargi Subang? Mari Kita Simak
Bunga Desa Jadi Solusi Layanan Dekat bagi Warga Tiga Desa di Banyuwangi
Persit Kodim Sumenep Tanam Pohon di Kalianget, Peringati HUT ke-80 dengan Aksi Lingkungan
Rabat Beton Jalan Gang H. Ilham Cikopo Mulai Dikerjakan, Warga Apresiasi
Harlah ke-66 PMII, Bupati Haris Tekankan Penguatan Peran Kader dan Peradaban

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 10:25 WIB

Kapolres Sumenep Pimpin Apel Besar, Perkuat Sinergi Sabuk Kamtibmas dengan Masyarakat

Rabu, 29 April 2026 - 22:51 WIB

Kepala SPPG Bejreh Barokah Bangsa Sampaikan Permintaan Maaf Terkait MBG yang Diterima Siswa SDN Karanganyar

Rabu, 29 April 2026 - 22:35 WIB

Program MBG di Sumenep Kembali Disorot, Wali Murid Keluhkan Menu Diduga Tak Layak di SPPG Prenduan

Rabu, 29 April 2026 - 19:08 WIB

Wow !!! Pasar Pujasera Subang Sebentar Lagi Akan Di Sulap Jadi Mega Mall, Penasaran Kan Wargi Subang? Mari Kita Simak

Rabu, 29 April 2026 - 15:42 WIB

Bunga Desa Jadi Solusi Layanan Dekat bagi Warga Tiga Desa di Banyuwangi

Berita Terbaru